host

Hosting Gratis

Jumat, 29 Juni 2012

Nyamuk Aneh Diet Darah Sebelum Bertelur

Ilmuwan menemukan bahwa nyamuk Culex molestus punya perilaku aneh.

Jika sebagian besar nyamuk mengisap darah secara terus menerus pada saat lapar, tak demikian halnya dengan nyamuk ini. Culex molestus akan berdiet alias tak menghisap darah sebelum berhasil meletakkan telur.

Fakta ini ditemukan lewat penelitian panjang selama 2 tahun. Jenis nyamuk Culex molestus memiliki habitat di pipa pembuangan dan septic tanks.

Cameron Webb dari University of Sydney Medical mengatakan, "Terobosan dalam studi ini adalah bahwa jika nyamuk ditawari darah, nyamuk itu takkan mengisapnya sebelum telurnya berhasil diletakkan. Kami percaya, nyamuk ini adalah satu-satunya spesies di Australia yang memiliki perilaku ini."

"Begitu telur pertama diletakkan, maka nyamuk langsung akan berburu darah," tambah Webb seperti dikutip Zee News, Kamis (21/6/2012).

Menurut Webb, sebelum meletakkan telur, nyamuk mendapatkan energi dari nutrisi yang dikumpulkan sebelum fase dewasa. Perilaku ini dikenal dengan autogeni.

Hasil penelitian Webb dipublikasikan di Journal of Vector Ecology.

Webb mengungkapkan, salah satu yang bisa diambil dari penelitian ini ialah manusia harus berpikir lagi saat akan mendesain tempat penyimpanan air, limbah dan sebagainya. Desain harus dipertimbangkan sehingga tidak menciptakan peluang baru bagi nyamuk untuk berkembang. (kompas.com)
Bookmark and Share

Kembangkan Tes HIV Murah


Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jember, Jawa Timur, merintis metode tes yang lebih mudah untuk mengetahui penderita yang positif tertular HIV/AIDS.
"Ide awalnya dari diskusi mengenai data dan fakta bahwa tanda-tanda seseorang menderita HIV/AIDS bisa diketahui melalui kondisi rongga mulutnya karena biasanya penderita HIV/AIDS memiliki gusi membengkak dan merah karena infeksi," kata salah seorang mahasiswa FKG Ahmad Syaifuddin di Jember, Jumat (29/6/2012).
Tiga mahasiswa FKG Unej, yakni Ahmad Syaifuddin, Alex Willyandre dan Khoirul Anam membuat kajian literatur yang berjudul "Inovasi Microfluidics Chip Berbasis Nucleic Acid Testing sebagai Detektor Antibodi HIV-1 pada Gingival Crevicular Fluid" untuk mengetahui apakah seseorang itu terinfeksi HIV/AIDS.
Kajian literatur itu berhasil menjadi juara pertama dalam ajang "literatur review" dalam rangka "Dentistry Scientific Meeting (DSM) VI 2012" yang digelar oleh FKG Universitas Indonesia di Jakarta.
Menurut Ahmad, deteksi penderita HIV/AIDS kebanyakan memakai tes darah dengan metode ELISA atau Western Blot dan kedua metode itu harus dilakukan di klinik atau rumah sakit tertentu dengan pengawasan tenaga kesehatan yang sudah terlatih dan tes darah biasanya baru diketahui setelah 24 jam.
"Kami bertiga mencoba mencari ide bagaimana mencari alat yang mampu mendeteksi dengan pasti gejala HIV/AIDS tersebut dari kondisi rongga mulut karena metode itu bisa dilakukan dengan cepat, lebih mudah, dan murah," tuturnya.
Setelah melakukan studi literatur kurang lebih selama seminggu, tiga mahasiswa FKG Unej itu memastikan bahwa alat Microfluidics Chip temuan Prof Samuel Sue dari Columbia University, Amerika Serikat, dapat digunakan untuk melakukan tes HIV/AIDS.
"Sebelumnya Microfluidics Chip lebih sering digunakan untuk tes penyakit kelamin dan penyakit lainnya, namun belum digunakan untuk mendeteksi pasien yang tertular HIV/AIDS," paparnya. (kompas.com)
Bookmark and Share

Mahasiswa Ciptakan Keran Hemat Air Wudu

Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surya Mahendra, bersama dua rekannya merancang keran hemat air, terutama untuk keran air wudu.
"Kalau dipakai keran air wudu bisa menghemat 1,5 liter air. Biasanya, setiap orang membutuhkan empat liter air wudu, tapi dengan keran itu hanya 2,5 liter," katanya di Surabaya, Rabu (2/5/2012).
Didampingi dosen pembimbing Suwito, ia menjelaskan, penghematan itu dapat dilakukan dengan menggunakan sensor dan alat otomatis yang disebut solenoid valve.
"Keran hemat air itu memang memakai baterai berdaya enam watt, tapi dalam kondisi tidak dipakai memakai 0,1 watt. Untuk pengganti baterai bisa menggunakan sel surya," kata mahasiswa semester VI itu.
Menurut dia, sel surya mampu menyerap energi 100 watt saat matahari bersinar terang dan bisa disimpan untuk kebutuhan malam hari.
"Yang jelas, saat merancang alat yang dapat dibuat dalam waktu satu jam itu karena saya sering menyaksikan keran wudu di masjid yang tidak dimatikan," katanya.

Dipuji Dahlan Iskan
Suwito mengatakan, keran hemat air itu sempat dipuji Menteri BUMN Dahlan Iskan saat berkunjung ke ITS pada 1 April 2012.
"Pak Dahlan Iskan memuji karena ajaran agama bahwa boros itu temannya setan sering kali sulit dipraktikkan, tapi ajaran agama untuk tidak boros itu akan terlaksana dengan keran hemat air. Jadi, teman-teman ITS bisa berdakwah lebih efektif," katanya.
Alat itu juga sempat dipamerkan dalam Expo ITS dan lokakarya bertema "Selamatkan Air Sekarang" beberapa waktu lalu.
"Insya Allah, kami akan mencoba untuk merealisasikan alat itu pada Masjid Manarul Ilmi ITS untuk menyemarakkan Hardiknas," katanya.
Lain halnya dengan alat rancangan mahasiswa Jurusan Elektro lainnya, yakni Maulana Djatikusuma. "Saya merancang alat deteksi kedalaman air banjir di kawasan tertentu," katanya.
Dengan alat itu, kata mahasiswa semester VI tersebut, kedalaman air banjir di wilayah tertentu dapat dihubungkan dengan traffic light untuk menampilkan kedalaman air banjir pascalampu merah itu.
"Kalau ketinggian air banjir melebihi ukuran ban mobil, maka seorang pengendara dapat membelokkan mobilnya untuk menghindarinya, sekaligus tidak menyebabkan mobilnya mogok yang akhirnya menimbulkan kemacetan panjang," katanya.
Hingga saat ini, alat yang dirancangnya itu masih memiliki radius deteksi 200 meter hingga satu kilometer. "Jadi, alat itu mirip early warning system yang mendeteksi cekungan kedalaman air," katanya.(kompas.com)
Bookmark and Share

Elektrik Motor Terkecil di Dunia

Ilmuwan berhasil menciptakan elektrik motor terkecil di dunia. Elektrik motor ini dibuat dari satu molekul berukuran sepersejuta meter. Hasil kerja ilmuwan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Nanotechnology, Senin (4/9/2011). Elektrik motor terkecil ini nantinya bisa berperan dalam dunia medis maupun nantoteknologi.
Elektrik motor dari satu molekul pernah dibuat sebelumnya, namun elektrik motor kali ini ialah pertama yang bisa digerakkan listrik. "Orang telah membuat motor yang bisa digerakkan cahaya dan reaksi kimia. Tapi, di sana, anda menggerakkan jutaan pada saat yang sama," kata Charles Sykes, pakar kimia dari Tufts University di Massachusets.
"Yang mengejutkan dari elektrik motor adalah, kita bisa melihat pergerakan dari satu motor molekul, melihat bagaima perilaku dari motor kecil tersebut," tambah Sykes seperti dikutip BBC, Selasa (5/9/2011).
Sykes bisa mengontrol motor nano dengan listrik lewat bantuan low temperature scanning tunneling microscope (LT-STM). Alat tersebut menggunakan elektron untuk melihat molekul. Sykes menggunakan tip pada mikroskop untuk mensuplai listrik pada molekul butil metil sulfida yang telah diletakkan di permukaan tembaga yang konduktif. Akibat suplai listrik, motor nano pun berputar.
LT-STM juga bisa dipakai untuk melihat motor berputar. Motor diketahui bisa berputar dua arah serta bergerak dengan kecepatan 120 revolusi per detik. Kemampuan gerak motor ini bisa dimodifikasi. Lewat proses modifikasi misalnya, ilmuwan bisa menciptakan radiasi gelombang mikro arau menciptakan sistem nano-elektromekanik.
Elektrik motor juga bisa berguna dalam dunia medis, untuk memastikan penghantaran obat tepat sasaran. Untuk menuju ke sana masih butuh beberapa langkah.Saat ini peneliti baru akan mendaftarkannya dulu ke Guiness Book of Record sebagai elektrik motor terkecil di dunia.(kompas.com)
Bookmark and Share

Temulawak Berkarbonasi

Temulawak berkarbonasi pernah sangat populer tahun 1980-an. Dulu, minuman itu menjadi simbol status dan selalu dihidangkan di pesta-pesta perayaan. Kini, di tengah membanjirnya minuman bersoda, temulawak tetap eksis dengan pasarnya sendiri. 
Rony Hendra Setiadi (36), pengusaha muda dari Banyuwangi, yang memilih tetap mempertahankan minuman temulawak berkarbonasi (beruap) asal Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan keterbatasan teknologi dan kian ketatnya persaingan, Rony memilih meninggalkan kehidupannya di Australia untuk menghidupkan lagi minuman tradisional itu.
Rony kini mengoperasikan pabrik temulawak berkarbonasi warisan keluarganya. Ia adalah generasi ketiga dari pendiri pabrik temulawak beruap PL Hawai. Rony mewarisi usahanya dari sang ayah, Boedijanto, yang meninggal tahun 2003. Kakeknya adalah Liem Jun Koen, pendiri pabrik itu.
Dulu, saat berdiri tahun 1960, pabrik itu mungkin menjadi pabrik minuman berkarbonasi paling modern karena sudah memakai mesin pencampur CO2 (karbon dioksida).
Usaha kakeknya berkembang pesat saat digantikan sang ayah sekitar tahun 1970-an. Kala itu, perusahaan soda bermerek internasional belum banyak masuk. Pasar temulawak beruap juga sudah mapan. ”Karyawan ayah saat itu bisa 30 orang,” kata Rony pada pertengahan April lalu.
Saat itulah, pasar temulawak beruap merambah Bali. Boedijanto sendiri turut turun tangan memasarkan minuman tradisional bersoda itu ke kota-kota lain, seperti Situbondo, Bondowoso, dan Bali. Rony masih ingat, tahun 1980-an ayahnya sering kali pergi berhari-hari ke sejumlah kota untuk berbisnis. Kadang ia pergi menggunakan truk pengangkut minuman milik perusahaan.
Selain temulawak, saat itu juga diproduksi minuman soda rasa jeruk atau orson. Sayangnya, orson tak langgeng. Saat Rony menggantikan sang ayah tahun 2003, orson tak diproduksi lagi. ”Terlalu banyak minuman pesaing dengan rasa yang sama,” kata Rony.
Minuman beruap temulawak bertahan di segala zaman. Kemasan, apalagi rasa, tetap abadi. Begitulah kira-kira semboyan keluarga Liem Jun Koen hingga kini. Meski sudah tiga kali berganti generasi, keluarga Liem Jun Koen tetap mempertahankan bentuk, kemasan, hingga rasa temulawak. Konsistensi itu mungkin menjadikan minuman temulawak tetap langgeng.
Pertahankan kemasan
Minuman temulawak ini masih dikemas dalam botol pendek warna hijau isi 320 mililiter. Labelnya dari kertas yang bergambar rumpun temulawak enam jari . Kotak minuman (kerat) terbuat dari kayu. Hal yang berbeda hanya tutupnya. Jika dulu dari keramik dan kawat sebagai pembukanya, kini dengan aluminium, seperti minuman soda lainnya.
Botol pendek tetap dipertahankan, selain bentuk botol berleher panjang. Menurut Rony, bentuk botol yang klasik memengaruhi pemasaran. Di Bali, warga yang sudah telanjur lekat dengan minuman temulawak bersoda ini lebih memilih minuman temulawak dari botol pendek. Botol model lama.
Pabriknya pun tak berubah. Berupa bangunan tua yang luasnya 200 meter persegi. Lima mesin pengisi gas masih beroperasi manual. Sari temulawak diramu dari campuran esensi temulawak dan gula. Proses pengisian, penutupan, dan pemasangan label dilakukan manual oleh tenaga manusia.
Rony dan ayahnya memang tidak berniat mengubah pabriknya dengan mesin otomatis. Selain sangat mahal (harga mesin karbonasi termurah Rp 800 juta), mereka juga tetap mempertahankan tenaga kerja yang ada. Saat ini ada belasan warga yang bergantung hidupnya pada industri minuman itu.
Masih banyaknya tenaga kerja yang hidup di pabrik minuman itulah yang membuat Rony tetap mempertahankan pabriknya. Pertimbangan itu pula yang membuat ia memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai banker di bank asing ternama untuk kembali ke Banyuwangi menggantikan sang ayah.
Keputusan Rony untuk meninggalkan Australia bukan keputusan yang mudah. Ia sudah tujuh tahun belajar dan bekerja di Australia. Ia pun sudah berpenghasilan 28.000 dollar Australia per tahun. ”Saya tidak berniat pulang. Namun, setelah Papa meninggal dan mewariskan perusahaan temulawak yang masih jalan, saya jadi ingin pulang. Meski kecil, perusahaan itu sayang untuk ditutup karena bisa menghidupi karyawannya,” kata Rony.
Sebagai anak lelaki satu-satunya dari dua bersaudara, Rony tergerak untuk meneruskan usaha ayahnya. Akhirnya, kembalilah ia ke Banyuwangi untuk meneruskan usaha ayahnya.
Rony mengakui, dulu waktu awal kepindahan, ia merasa stres karena Banyuwangi jauh berbeda dengan Gold Coast, Australia, tetapi akhirnya ia terbiasa. Pabrik kuno yang masih menghadirkan temulawak beruap itu pun sudah menjadi rumah keduanya.
Kini, pabrik PL Hawai masih memproduksi 1.000-1.500 kerat setiap pekan. Produksinya bisa meningkat 30 persen lebih banyak saat Lebaran.
Rony kini berencana menjajal pasar temulawak di kota-kota besar. Ia optimistis karena di Bali minuman itu bisa diterima warga lokal dan wisatawan asing. Minuman ini mungkin akan diterima juga di Jakarta ataupun kota besar lainnya
”Temulawak beruap bisa tampil di kafe atau bar-bar dengan cara dicampur minuman lain. Atau dicampur air perasan jeruk nipis dan madu,” katanya.
Pasar minuman karbonasi kian ramai. Namun, temulawak tetap bertahan dengan kekhasan dan rasa klasiknya. Tinggal pemasaran dan keuletan.
Bookmark and Share

Temulawak Bisa Melawan Penuaan

Industri jamu di Indonesia saat ini tengah mengembangkan penelitian untuk memanfaatkan potensi herbal dalam mengatasi masalah degeneratif atau penyakit penuaan.
Menurut keterangan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional, Charles Saerang, salah satu penelitian yang sedang dikembangkan pabrik jamu adalah memanfaatkan kombinasi antara temulawak dan sambiloto sebagai anti-penuaan.
Kombinasi antara dua jenis tanaman ini, kata Charles, dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan terutama sebagai antioksidan.  "Kombinasi antara sambiloto dengan temulawak bisa menghambat penuaan sehingga orang terlihat awet muda. Hal tersebut telah kita pelajari dari beberapa ratus orang yang mengonsumsi, nyatanya terasa lebih segar. Dan dapat memotivasi kerja makin meningkat," ujar Charles saat ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Sabtu (11/6/2011).
Charles menambahkan, penggunaan sambiloto dalam formula antioksidan tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Pasalnya, tanaman ini memiliki rasa pahit yang luar biasa, dan diduga dapat menyebabkan kerusakan pada liver.
Hal itulah yang membuat sambiloto harus dikombinasikan dengan temulawak. Meskipun pada beberapa penelitian di Thailand, kata Charles, sambiloto dipercaya mempunyai manfaat menyembuhkan penyakit kanker perut karena rasa pahitnya tersebut.
Temulawak paling banyak digunakan
Charles memaparkan, temulawak saat ini adalah salah satu jenis tanaman yang digunakan sebagai dasar pembuatan jamu, dan paling banyak digunakan oleh pabrik-pabrik jamu di Indonesia.
"Jadi, ramuan apa pun juga di herbal kalau enggak pakai temulawak tidak akan efektif. Temulawak ini sebagai suatu tanaman yang juga mengakomodasi seluruh tanaman lain," ujarnya.
Sejak zaman dulu, lanjut Charles, temulawak memang telah dipercaya sebagai obat herbal yang mempunyai banyak manfaat, di antaranya membuat tidur jadi nyenyak, meningkatkan nafsu makan , dan memperlancar buang air besar. (kompas.com)
Bookmark and Share

Kurangi Nyeri Haid dengan Minuman Ramuan Buatan Sendiri

Nyeri datang bulan memang hal yang menyebalkan. Suka datang tiba-tiba, di saat tak terduga dan tak jarang malah menyulitkan kegiatan. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sakit nyeri datang bulan tersebut. Namun, sebelumnya, Anda harus memastikan jadwal dan kecenderungan datang bulan Anda.

Berikut tips dari Rina Poerwadi, APDHA, CIMI, PMC (IMIS), Holistic Aromatherapy Practitioner & Educator, Infant Massage Instructor & Paediatric Massage Consultant untuk mengatasi sakit nyeri datang bulan.
Coba lakukan, sejak 1 minggu sebelum datang bulan, rebus campuran jahe, madu, dan jeruk lemon dengan perbandingan secukupnya. Jahe bisa membantu mengencerkan kekentalan darah, lemon membantu meringankan oedema, dan madu membantu memberikan perasa, sekaligus menambah kekebalan tubuh. Minum satu gelas sehari secara teratur. Campuran ini juga baik diminum saat terkena flu.(kompas.com)
Bookmark and Share

Temulawak untuk Atasi Masalah Haid

Jamu dan tanaman obat-obatan lain bisa digunakan sebagai bagian dari metode preventif dari kondisi tubuh yang kurang nyaman. Menurut Prof HM Hembing Wijayakusuma dalam bukunya, Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit, pengobatan dengan herbal perlu dilakukan secara teratur dan sabar karena tak langsung terasa khasiatnya, tetapi konstruktif. Karena sifatnya itu, herbal tidak dianjurkan sebagai pengobatan utama.
Salah satu keluhan yang paling sering dirasakan wanita adalah masalah haid, seperti nyeri haid dan haid tidak lancar. Untuk mengatasinya, coba lakukan terapi dengan jamu atau tanaman herbal temulawak berikut:
Nyeri haid
Nyeri haid adalah keluhan tersering yang dilontarkan wanita. Untuk mengobati dengan cara alami, coba buat resep Jamu Dilep I (nomor 4) Nyonya Meneer berikut:
Bahan
10 gram temulawak dikeripik
10 gram kunyit
10 gram daun mandarin

Cara pembuatan
1. Campur seluruh bahan dalam panci berisi 1 liter air, rebus hingga air menjadi setengah liter.
2. Minum tiga kali sehari masing-masing 2 cangkir.
Haid tidak teratur
Darah haid yang sedikit atau tidak lancar dapat disebabkan oleh kurangnya hormon estrogren dan progesteron atau kurang darah (anemia).
Resep dari Prof HM Hembing Wijayakusuma dalam bukunya, Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit:
Bahan
30 gram temulawak
90 gram daun lidah buaya
Gula aren secukupnya
Asam jawa secukupnya
Cara pembuatan
a. Cuci bersih semua bahan, potong-potong.
b. Rebus dengan 500 cc air, hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Minum airnya secara teratur. (kompas.com)
Bookmark and Share

Temulawak Berpotensi sebagai Obat Aterosklerosis

Temulawak dikenal memiliki beragam khasiat. Studi terbaru yang dilakukan oleh Yanti, PhD dari Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Jakarta menunjukkan bahwa temulawak secara molekuler terbukti mampu membantu mengobati aterosklerosis.
Dalam kasus aterosklerosis, terjadi pembengkakan akibat aktvitas enzom Matrix Metalloproteinase (MMPs). Dua enzim yaitu MMP-2 dan MMP-9 yang diproduksi oleh gen dengan nama sama mengakibatkan migrasi sel otot polos sehingga memacu pembengkakan.
Yanti menyelidiki cara Xanthorrizol, bahan aktif dalam temulawak, mampu menghambat aktivitas MMP-9 dalam level gen maupun enzim.
Riset dilakukan secara in vitro menggunakan sel-sel otot polos yang diperoleh dari tikus. Xanthorrizol sendiri diperoleh dengan isolasi dari temulawak. Dalam setiap 100 gram temulawak, terdapat 0,2 gram Xanthorrizol.
"Hasilnya ternyata Xanthorrizol mampu menghambat MMP-9 lewat MAPkinase signaling (Mitogen-activated Protein), menunjukkan bahwa Xanthorrizol bisa diaplikasikan untuk proteksi kardiovaskuler," ungkap Yanti saat ditemui Kompas.com, Jumat (22/6/2012).
"Xanthorrizol ternyata juga berpengaruh dalam level enzim maupun gen. Tapi, pada level gen, pengaruhnya tidak dominan," tambah Yanti.
Menurutnya, pengaruh dalam level gen yang tidak dominan justru menguntungkan. Jika pengaruhnya dominan, maka Xanthorrizol justru berpotensi menimbulkan resiko dalam pemakaiannya.
"Ke depan Xanthorrizon bisa dipakai sebaga obat aterosklerosis," ungkap Yanti.
Obat aterosklerosis saat ini memiliki kelemahan, diantaranya akan merusak ginjal jika dipakai secara terus-menerus. Dengan adanya Xanthorrizol, bisa didapatkan senyawa yang diisolasi dari tumbuhan.
Riset Yanti dilakukan dengan grant dari Biro Oktroi Roosseno dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Yanti mempresentasikan hasl penelitannya dalam lokakarya peringatan HUT ke 61 Biro Oktroi Roosseno hari ini.
Saat ini, riset Yanti telah dimasukkan ke jurnal American Journal of Biochemistry and Biotechnology. Yanti akan meneliti lebih lanjut potensi Xanthorrizol secara in vivo menggunakan tikus.(kompas.com)
Bookmark and Share

Material Baru Penyerap Karbon Dioksida

Ilmuwan asal Inggris menciptakan material baru yang mampu menyerap karbon dioksida (CO2). Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Materials pada 3 Juni 2012 lalu.

Material baru ini dinamai NOTT-202. Diharapkan, material baru ini bisa menyelesaikan masalah konsentrasi CO2 yang tinggi di atmosfer hingga menyerap CO2 yang dihasilkan pabrik.

NOTT-202 bisa digolongkan sebagai metal organic framework. Jenis material tersebut terdiri dari atom unsur logam di bagian inti dan rantai karbon panjang di luarnya.

Ilmuwan selama ini mempercayai bahwa metal organic framework memang bisa menyerap gas. Dalam material ini, terdapat pori-pori yang bisa menjebak gas di dalamnya.

Masalah yang ada selama ini, metal organic framework yang selektif menyerap CO2 memiliki kapabilitas rendah. Dalam riset terbaru ini, ilmuwan Inggris menyelesaikan masalah itu.

Tim ilmuwan yang melakukan penelitian dipimpin oleh Sihai Yang dari School of Chemistry, University of Nottingham, Inggris.

NOTT-202 dibuat berdasarkan dua framework yang digabungkan secara tidak sempurna sehingga menyisakan celah berskala nano. Celah itulah memiliki kemampuan bagus menyerap CO2.

Seperti dikutip BBC, Selasa (12/6/2012), ilmuwan mengatakan bahwa jenis material yang dibuat dengan dua gabungan framework ini adalah jenis baru.

Ke depan, kata ilmuwan, bisa dikembangkan penggabungan lain yang sesuai untuk menyerap gas-gas tertentu lainnya.(kompas.com)
Bookmark and Share

Rumput Laut Indonesia Ampuh Membunuh Tumor

Spesies ganggang coklat yang hidup di Indonesia memiliki potensi untuk mengobati kanker.

Demikian hasil bioprospeksi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pengolahan Produk dan Bioteknologi (BBRP2B) Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) baru-baru ini.

Jenis ganggang coklat yang berpotensi mengobat kanker tersebut adalah Turbinaria decurrens. Lewat pengujian, peneliti dari kedua lembaga tersebut mengetahui bahwa Turbinaria decurrens mampu membunuh sel tumor mulut rahim.

Laporan bahwa golongan ganggang atau rumput laut bisa mengobati ini sel kanker bukan pertama kalinya. Sebelumnya, ganggang merah jenis Rhodymenia palmata dan ganggang hijau jenis Ulva fasciata juga dilaporkan bisa membunuh sel tumor payudara.

"Rumput laut kaya akan senyawa flavonoids yang banyak dilaporkan mempunyai efek sebagai antitumor," kata Nurrahmi Dewi Fajarningsih, salah satu peneliti yang terlibat riset ini.

Adanya fakta ini menunjukkan bahwa ganggang kaya manfaat. Pemanfaatannya kini harus diperluas, tak sebatas sebagai sumber karigin saja. Indonesia bisa mengelola ganggang sebagai sumber daya alam hayati bahan baku obat-obatan.

"Kalau kita berhasil menciptakan industri obat-obatan berbasis rumput laut, hasilnya bisa 5-6 kali lebih besar daripada nilai hasil budidaya ikan di Indonesia setahun," Kepala Badan Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rizald M. Rompas.(kompas.com)
Bookmark and Share

Livermorium dan Flerovium Masuk Tabel Periodik Unsur


Setelah hampir setahun bergabung dalam sistem periodik tabel sebagai angka saja, dua unsur buatan manusia resmi dinamai.

Unsur pertama, yang sebelumnya disebut unsur 114, kini memiliki nama Flerovium. Nama diambil dari nama Flerov Laboratory of Nuclear Reactions di Dubna, Rusia, tempat dimana unsur ini dibuat.

Sementara, unsur kedua adalah Livermorium, sebelumnya adalah unsur 116. Nama diambil dari Lawrence Livermore National Laboratory di California, asal tim ilmuwan yang menciptakan.

Simbol unsur Flevorium adalah Fl sementara Livermorium adalah Lv. Unsur ini takkan bisa dijumpai di sekitar sebab hanya bisa dibuat dan hanya bisa bertahan selama beberapa detik.

Dua nama unsur kimia tersebut dibuat tahun lalu oleh ilmuwan dengan menabrakkan atom. Nama telah disetujui oleh International Union of Pure and Applied Chemistry pada Rabu (29/5/2012) (kompas.com)
Bookmark and Share

Taikonot Perempuan Pertama China Berhasil Mendarat

Taikonot perempuan pertama China beserta dua taikonot lain berhasil mendarat ke Bumi dari misi Shenzou 9 selama 13 hari di luar angkasa pada Jumat (29/6/2012). Taikonot adalah istilah untuk astronot dari China seperti kosmonot dari Rusia.
Para taikonot itu berhasil melakukan misi docking manual dengan Tiangong-1, modul stasiun antariksa China yang menjadi bagian dari target membangun stasiun antariksa di tahun 2020.
Pendaratan dilakukan di wilayah provinsi Siziwang, Mongolia, Jumat pukul 02.05 GMT atau sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi.
Setelah pendaratan, taikonot yang berjumlah tiga orang keluar dari kapsul. Mereka adalah Jing Jaipeng (45), Liu Wang (43), dan Liu yang (33), sang astronot perempuan pertama.
Ketiga taikonot tampak sehat. Mereka tersenyum, melambaikan tangan, menyapa dan memberi selamat seperti disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi setempat.
Kepada penyiar televisi, Liu yang mengatakan, "Tiangong 1, rumah kami di antariksa, sangat nyaman dan menyenangkan. Kami bangga pada negara kami."
"Sangat menyenangkan bisa berdiri di Bumi lagi, dan bahkan terasa lebih baik ada di rumah," tambah Liu Yang.
Misi kali ini mencakup docking manual dan otomatis serta pemantauan kesehatan taikonot secara ekstensif sebagai persiapan dari misi luar angkasa selanjutnya.

Setelah misi ini, China sudah menyiapkan misi pengiriman manusia ke antariksa lewat misi selanjutnya. Namun, hal itu masih menunggu evaluasi misi Shenzou 9 dan kondisi Tiangong-1.

Chen Shanguang, direktur Chinese Astronout Research and Training Center mengungkapkan bahwa persiapan dan pemilihan astronot untuk misi Shenzou 10 sudah dilakukan.

Tiangong-1 sendiri akan pensiun dalam beberapa tahun dan akan digantikan oleh stasiun luar angkasa permanen pada tahun 2020, berbobot 60 ton, atau seper enam dari ukuran Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang merupakan misi 16 negara saat ini.(kompas.com)
Bookmark and Share

Titan Lebih Layak Huni Dibanding Mars

Selama ini, banyak orang berpikir bahwa Mars adalah planet yang paling layak dihuni setelah Bumi. Bisa dipahami memang, sebab Mars adalah planet yang paling sering digembar-gemborkan memiliki potensi untuk mendukung kehidupan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa ada tempat lain yang lebih mirip Bumi sehingga bisa dikatakan lebih layak huni.

Dr Dirk Schulze-Makuch dari Washington State University dalam publikasinya di jurnal Astrobiologi menyatakan, dalam pemeringkatan bahwa Titan, bulan Planet Saturnus, adalah benda langit paling layak huni, mengalahkan planet merah, Mars.

Dalam Indeks Daya Dukung Kehidupan Planet yang dikembangkan, seperti diuraikan BBC, Rabu (23/11/2011), Titan meraih skor tertinggi. Bumi memiliki indeks 1. Sementara Titan adalah 0,64, diikuti Mars (0,59), disusul Europa yang merupakan bulan Jupiter (0,47). Dua eksoplanet yang dinyatakan layak huni adalah Gliese 581 g (0,49) dan Gliese 581d (0,43).

Indeks Daya Dukung Kehidupan Planet itu dikembangkan berdasarkan beberapa kriteria. Beberapa di antaranya adalah keberadaan batuan, air, energi, material organik, dan jarak planet dari bintangnya. Titan punya potensi layak huni sebab terbukti memiliki air dan energi.

Penelitian planet layak huni belakangan ini maju pesat, salah satunya dengan sumbangan teleskop antariksa Kepler yang berhasil menemukan lebih dari 1.000 kandidat planet layak huni. Teleskop di masa depan diperkirakan bisa mendeteksi biomarker, seperti cahaya atau pigmen klorofil yang ada pada tumbuhan.

Selain menyusun pemeringkatan planet layak huni, Schulze-Makuch juga menyusun Indeks Kemiripan Bumi untuk mengetahui planet dan bulan yang kondisinya paling mirip dengan Bumi. Hasilnya juga menyatakan bahwa Mars bukanlah yang pertama.

Gliese 581g adalah planet yang paling mirip Bumi, dengan skor 0,89 sementara Gliese 581d punya skor 0,74. Mars sendiri punya skor 0,7 dan Merkurius 0,6. Indeks Kemiripan Bumi dikembangkan dengan melihat ukuran planet, densitas, dan jarak dari bintang induk.

Gliese 581g dan Gliuese 581d adalah planet yang mengorbit bintang katai merah Gliese 581. Meski layak huni dan mirip Bumi, mencapai kedua planet itu terbilang sulit karena jaraknya yang sangat jauh. Gliese 581g berjarak 198 miliar kilometer.(kompas.com)
Bookmark and Share

Titan Terbukti Punya Lautan

Keberadaan lautan di bawah permukaan Titan, bulan raksasa Planet Saturnus, telah lama diduga. Dalam penelitian terbaru, NASA mengonfirmasi bahwa lautan di bawah permukaan Titan memang benar-benar ada.

NASA melakukan studi dengan bantuan wahana antariksa Cassini yang mengorbit Saturnus sejak tahun 2004. Mereka memanfaatkan saat di mana Cassini melayang di jarak terdekat dengan Titan pada tahun 2006 dan 2011.

Riset fokus pada pengukuran gravitasi dan pengamatan fenomena pasang surut. Ilmuwan mengamati percepatan Cassini untuk mengukur gaya gravitasi. Pengukuran gravitasi akan membantu ilmuwan memecahkan misteri interior Titan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titan mudah menyusut dan meregang. Kecepatan deformasi tersebut menunjukkan bahwa interior Titan terdiri dari material yang fleksibel, berupa lautan.

"Lautan di bawah permukaan Titan sudah diperkirakan, tapi sebelumnya masih berupa spekulasi. Pengukuran ini menunjukkan pada Anda bahwa lautan itu memang ada," kata Luciano Less, pemimpin studi dan pakar geodesi dari Università La Sapienza di Roma.

Lautan diperkirakan ada di 100 kilometer atau kurang dari permukaan Titan. Meski demikian, kedalaman dan komposisi lautan ini belum diketahui. Juga, belum diketahui apakah ada kehidupan di lautan itu.

"Kami belum bisa mengatakan kedalaman laut itu 10 kilometer atau 100 kilometer. Kami hanya tahu bahwa ada lautan di sana," ungkap Iess seperti dikutip Space, Kamis (28/6/2012).

"Pengukuran kami tidak dapat mengatakan apa pun tentang adanya kehidupan di Titan, tetapi ada banyak molekul organik di sana, dan ada air, jadi ada banyak komponen yang mendukung kehidupan," tambahnya.

Hasil studi ini dipublikasikan di jurnal Science, Kamis kemarin. Diketahui bahwa bukan hanya Titan yang memiliki lautan di bawah permukaan. Lautan juga diduga ada di satelit Jupiter, Ganymede, Callisto, dan Europa.(kompas.com)
Bookmark and Share

Bola Misterius di Cincin Saturnus

Wahana antariksa Cassini berhasil menangkap citra bola misterius di cincin planet Saturnus. Bola misterius berukuran hampir 1 km itu seolah bergerak masuk dalam cincin Saturnus, meninggalkan ekor yang bercahaya di belakangnya.

Citra hasil tangkapan Cassini ini dipresentasikan dalam pertemuan European Geosciences Union (GEU) di Vienna, Austria. Carl Murray yang merupakan anggota tim Cassini dari Queen Mary University of London di Inggris adalah peneliti yang mempresentasikan hal ini.

Bola misterius atau yang sebenarnya bola es ditangkap di cincin F planet Saturnus. Cincin F merupakan bagian terluar dari cincin Saturnus. Lokasi cincin ini 3000 km dari cincin A. Sementara, keliling cincin F sekitar 900.000 km.

Ilmuwan mengatakan bahwa terbentuknya bola salju tak lepas dari peranan Prometheus, bulan Saturnus selebar 40 km. Gravitasi Prometheus berakibat pada pembentukan gumpalan es. Diasumsikan juga bahwa pasang surut pengaruh gravitasi menyebabkan gumpalan es bisa pecah.

"Kami mengetahui bahwa Prometheus, selain mampu memproduksi pola reguler, juga mampu memproduksi konsentrasi material di cincin Saturnus. Kami hanya menyebutnya bola salju raksasa," ungkap Murray seperti dikutip BBC pada Selasa (24/4/2012).

"Dan jika ini bisa survive, karena Prometheus akan kembali ke titik yang sama di cincin F dan berinteraksi lagi, bola salju bisa tumbuh, dan bisa saja membentuk moonlet yang menabrak bagian inti dari cincin F," terang Murray.

Temuan bola raksasa ini adalah keberuntungan. Murray sedang mengamati Prometheus ketika akhirnya melihat ekor bercahaya yang tak mungkin berasal dari Prometheus itu sendiri. membingkar kembali arsip 20.000 citra, peneliti menemukan 500 citra serupa.

Murray mengungkapkan, bola raksasa ini menumbuk cincin F dengan kecepatan rendah, sekitar 2 meter per detik. Sementara itu, bola raksasa juga menghasilkan ekor bercahaya disebut jet yang panjangnya mencapai 40 - 180 kilometer.

Fenomena di cincin Saturnus menarik perhatian para ilmuwan. Cincin Saturnus sendiri bisa menjadi model untuk mempelajari pembentukan Tata Surya. Beberapa fenomena di cincin Saturnus mungkin bisa memberi petunjuk tentang apa yang terjadi di tata surya 4,5 miliar tahun lalu.

Cassini adalah proyek kerjasama antara badan antariksa Amerika serikat, Eropa dan Italia. Cassini mulai memasuki orbit Saturnus pada tahun 2004. Direncanakan, misi Cassini akan berakhir tahun 2017, dimana Cassini akan 'bunuh diri' di atmosfer Saturnus. (kompas.com)
Bookmark and Share

Kakus Hebat Ubah Tinja Jadi Listrik

Ilmuwan dari Nanyang Technological University menciptakan kakus hebat yang bisa mengubah tinja menjadi listrik dan pupuk, sekaligus menghemat pemakaian air sebanyak 90 persen.
Jamban dengan nama No-Mix Vacuum Toilet tersebut memiliki dua wadah untuk memisahkan limbah padat dan cair. Jamban ini menggunakan tekanan untuk "mengguyur" tinja. Jadi, jumlah air yang dibutuhkan untuk sekali guyur hanya 0,2 liter alias secangkir.

Toilet konvensional di Singapura saat ini membutuhkan 4-6 liter air sekali guyur. Jika jamban inovatif ini diaplikasikan di toilet umum, dengan 100 kali guyuran sehari, maka kakus ini bisa menghemat 160.000 liter. Volume itu cukup untuk mengisi kolam renang berukuran 10 x 8 x 2 meter.
Untuk menghasilkan listrik dan pupuk, kakus ini akan memisahkan komponen padat dan cair. Dari kakus lewat sistem pembuangan, limbah cair akan dikirim ke fasilitas pengolahan tempat nitrogen, fosfor, dan potasium akan dipanen.
Pada saat yang sama, tinja akan dikirim ke bioreaktor untuk diolah agar menghasilkan biogas yang kaya metana. Metana nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pengganti gas untuk memasak maupun diubah menjadi listrik.
"Dengan toilet inovatif kami, kita bisa memakai cara yang lebih sederhana dan murah untuk menghasilkan unsur berguna dan memproduksi bahan bakar dan energi dari limbah," kata Wang Jing-Yuan, Direktur Residues and Resource Reclamation Centre (R3C) di NTU.
Terpadu dengan sistem itu, air yang telah dipakai untuk mencuci, mandi, dan dari dapur bisa dipakai lewat sistem drainase tanpa pengolahan kompleks. Adapun limbah makanan juga bisa dikirim ke bioreaktor untuk dijadikan kompos.

Dari informasi di website NTU, kakus ini mulai akan diuji secara terbatas di Kampus NTU. Pengujinya adalah 500 mahasiswa yang diminta memakainya. Setelahnya, kakus akan diuji selama 2 tahun di Singapura.(kompas.com)
Bookmark and Share

LIKE FOR BLOG