host

Hosting Gratis

Rabu, 01 Agustus 2012

TIPS KECANTIKAN: Meremajakan Kulit Tanpa Operasi


Compact_kulitDokter kecantikan Olivia Ong, diploma AAAM, mengenalkan prosedur  terbaru mid-face lift non bedah pada pusat wajah untuk  mengembalikan keremajaan kulit masa muda yang dapat dikerjakan dalam waktu singkat kira-kira selama setengah jam. 
 
“Metode mid-face lift terbaru ini membantu mengoreksi tanda-tanda penuaan dini dengan memulihkan volume wajah, khususnya di area pipi dan pengencangan pada pusat wajah,“ kata dokter yang praktek di kawasan Terusan Hang Lekir dan Tomang itu Kamis (26/7/2012).
 
Area pusat wajah merupakan bagian antara sudut luar mata hingga sudut bibir bagian atas, tepat di bawah hidung.  Area tersebut, katanya, membentuk segitiga imajiner pada wajah yang meliputi lipatan mata, pipi, dan garis nasobial (garis senyum yang muncul di kedua sisi mulut). 
 
Prosedur mid-face lift non bedah di pusat wajah dilakukan menggunakan filler suntik pada kulit untuk mengisi volume kantung mata dan pipi agar tampak muda kembali.  
 
Olivia bisa melakukan prosedur tanpa bedah mid-face lift itu dalam waktu sekitar setengah jam.  Pasien dapat langsung bekerja dan kembali beraktivitas di hari yang sama.
 
“Prosedur ini juga mengurangi keriput di bawa mata dan area bibir, yang ada hanya penampilan lebih segar dan diremajakan,” kata Olivia yang baru  menghadiri Restylane® Asia pacific Aesthetic Master Class di Hong Kong, pada  16 Juni 2012.
 
Proses penuaan dimulai secara perlahan dengan kemunculan keriput di area bawah mata dan sudut bibir.  Pipi juga mulai kehilangan elastisitas dan mengendur sehingga membentuk kesan bibir turun. 
 
Menurut rilisnya, proses penuaan bisa terjadi pada awal usia 30 tahun, namun pada awal  usia 40, pipi tak lagi tampak berisi.  Mengendurnya kulit disertai turunnya pipi berdampak pada terbentuknya kantung mata. Gaya  gravitasi juga membuat sudut mulut tampak terkulai sehingga menyebabkan seseorang tampak lebih tua atau galak.
 
Olivia mengatakan permintaan peremajaan wajah dan perawatan kecantikan meningkat drastis, disebabkan penerimaan masyarakat luas yang semakin terbuka terhadap prosedur kosmetik. (bisnis.com)
Bookmark and Share

Batuk? Makan Es Krim Coklat


Compact_es_krimEs krim yang dibuat dari bahan cokelat memiliki potensi sebagai bahan makanan yang dapat meredakan batuk, kata mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Rilnia Metha Sofia.

"Hal itu terjadi karena cokelat mengandung zat tobromin yang secara signifikan dapat menekan refleks batuk. Cara kerja tobromin itu sama dengan obat batuk dalam meredakan batuk," katanya pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-25 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (11/07).

Menurut dia usai mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Es Krim Cokelat Sebagai Obat Batuk Antitusif", suhu dingin es justru dapat bekerja secara sinergis dengan tobromin untuk meredakan batuk.

Dingin dengan suhu yang sangat rendah memang dapat menyebabkan terjadinya cedera pada sel termasuk pada sel saluran napas sehingga menginduksi terjadinya batuk. Namun, dingin dengan suhu yang lebih tinggi justru dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah lokal tanpa menyebabkan cedera pada sel, seperti es krim.

Dalam penelitiannya, Rilnia menggunakan sampel yang terdiri atas 30 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Mereka dibagi menjadi lima kelompok dan diberi perilaku yang berbeda-beda.

Satu kelompok, misalnya, diberi zat dalam obat batuk "Dextrometorphan" (DMP). Kelompok lain diberi es krim cokelat sehingga dapat diketahui efek yang terjadi pada masing-masing kelompok.

Ia mengatakan es krim cokelat jika dibandingkan dengan DMP memang memiliki efektivitas yang tidak jauh berbeda. Es krim cokelat mempunyai kelebihan tidak memiliki efek samping yang berarti jika digunakan sebagai obat.

"Rasanya yang enak akan meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, terutama anak-anak," kata Rilnia yang menjadi peserta Pimnas ke-25 kategori Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P).

Menurut dia selama ini masyarakat memiliki persepsi bahwa mengonsumsi es krim akan mengakibatkan adanya potensi penyakit batuk. Suhu dingin es krim dapat mengiritasi saluran pernapasan sehingga menyebabkan penyakit yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Namun, hasil penelitian menunjukkan es krim cokelat justru bisa menjadi obat batuk," katanya.
(BISNIS.COM)
Bookmark and Share

LIKE FOR BLOG