host

Hosting Gratis

Minggu, 15 Juli 2012

Kenapa Orang Bisa Kena Kanker?

Mendengar kata kanker, orang akan langsung bergidik. Penyakit ganas ini menyerang tanpa pandang usia dan jenis kelamin. Yang mengkhawatirkan, penyakit ini sulit atau bahkan hampir mustahil disembuhkan. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, apa yang bisa membuat seseorang terkena kanker?

Kanker pada dasarnya terjadi karena mutasi sel-sel normal secara berulang sehingga membentuk sel ganas yang berkembang secara tak terkendali dan mengganggu kelangsungan hidup sel-sel normal.

Yang unik dari sel kanker adalah kemampuannya untuk membuat sendiri pembuluh darah agar sel-sel kanker yang tumbuh dapat memasok makanannya sendiri.

Seluruh sel-sel di bagian tubuh yang bisa membelah bisa berubah menjadi sel kanker, kecuali kuku dan rambut. Oleh karena itu, kanker ada berbagai macam jenis sesuai tempat tumbuhnya, mulai dari kanker kulit, payudara, prostat, paru, hingga kanker darah. Penyebabnya pun juga beraneka ragam.

"Faktor penyebab kanker adalah keturunan dan lingkungan. Orang belum tentu kena kanker jika belum ada kesesuaian antara faktor keturunan dan lingkungan. Contohnya pada pasien kanker paru, ada banyak pasien yang terserang kanker paru karena kebiasaan merokok. Namun ada juga perokok yang tidak terkena kanker paru. Padahal rokok diketahui sangat berisiko memicu kanker," kata Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais seperti dituturkan kepada detikHealth, Rabu (27/6/2012).

Secara umum, dr Andhika menjelaskan bahwa penyebab kanker bisa digolongkan karena acquired dan congenital. Dikatakanacquired jika proses terjadinya kanker karena berbagai faktor yang didapatkan setelah kelahiran. Sedangkan congenital jika kanker terjadi karena proses patologis atau individu sudah berpotensi kanker sejak sebelum dilahirkan.

imgFaktor-faktor yang didapat setelah kelahiran dari lingkungan (acquired) jauh lebih besar pengaruhnya dalam perkembangan kanker. Perbandingan kasarnya adalah sekitar 80% kejadian kanker bersifat acquired dan 20% sisanya karena congenital.

Penyebab dari faktor lingkungan pun ada bermacam-macam, salah satu contohnya adalah makanan. Makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, makanan yang diasapi, daging merah, makanan fermentasi, makanan gosong hingga bahan kimia dalam makanan seperti formalin terbukti bisa memicu kanker.

Mutasi sel bisa juga disebabkan oleh radiasi nuklir. Contoh kasusnya, beberapa tahun setelah bom atom meluluhlantakkan kota Hiroshima pada Perang Dunia II, warga di sekitar kota yang masih selamat banyak mengalami kanker kulit. Tak hanya itu, paparan medan listrik di luar kapasitas yang mampu diterima oleh sel juga bisa memicu kanker.

"Pada kanker hati, penyebabnya kebanyakan dipicu oleh penyakit hepatitits B dan C. Kanker lambung bisa dipicu oleh infeksi Helicobacter pylori karena maag yang terjadi secara berulang sehingga merusak lapisan lambung. Kanker esofagus bisa ditimbulkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Seringnya asam lambung yang naik ini akan menciptakan baret esofagus dan akhirnya memicu kanker," kata dr Andhika.

Dr Andhika sangat menganjurkan pentingnya deteksi dini. Semakin cepat kanker dideteksi, kemungkinan sembuhya juga makin besar. Kanker yang masih berada dalam stadium bawah masih memiliki kemungkinan besar untuk disembuhkan. Semakin lanjut stadiumnya, maka kanker akan makin sulit disembuhkan.

Beberapa tingkat keparahan kanker beserta kemungkinan sembuhnya adalah sebagai berikut:

Pada stadium I, kemungkinan sembuhnya sebesar 90%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menurun jadi 70%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menjadi 40%, dan
pada stadium IV, pasien hanya memiliki 20% kemungkinan bertahan hidup
(detik.com)
Bookmark and Share

Kebiasaan Hidup yang Bisa Memicu Kanker

imgJumlah orang Indonesia yang terkena kanker semakin meningkat. Kondisi ini diketahui dipengaruhi oleh berbagai faktor, tapi sebenarnya kebiasaan hidup orang Indonesia seperti apa yang bisa memicu kanker?

Dokter yang sering menangani masalah kanker yakni dr Sonar Sony Panigoro, SpB(K)Onk dan DR Dr Aru Sudoyo, SppD, K-HOM, FINASIM, FACP mencatat ada beberapa kebiasaan orang Indonesia yang bisa memicu kanker.

Kebiasaan orang Indonesia yang bisa memicu kanker itu antara lain:

1. Merokok

Kandungan nikotin, tar dan zat beracun rokok lainnya bisa memicu berbagai jenis kanker diantaranya kanker paru, kanker mulut terutama pada orang yang mengunyah tembakau, kanker larynx, nasofaring, esophagus dan colon (usus besar).

2. Suka makan yang serba digoreng

Makanan yang digoreng pada suhu tinggi seperti kentang goreng atau gorengan bisa memicu terbentuknya senyawa akrilamid yang efeknya menyebabkan kerusakan pada inti sel. Serta beberapa senyawa seperti formalin atau boraks yang diketahui bisa bertindak seperti karsinogen.

3. Suka makanan berlemak dan berkabohidrat tinggi

Makanan tinggi lemak membuat kotoran lambat keluar, jaringan tumbuh yang tidak terkontrol dan memicu kanker usus besar.

4. Tidak suka makan sayuran

Serat mampu mengatur kadar gula darah dan menurunkan kadar kolesterol darah. Makanan yang mengandung serat akan membantu memperlancar keluarnya kotoran dari dalam usus.

Tapi jika hanya sedikit atau tidak tersedia serat sama sekali maka sisa-sisa makanan ini akan menumpuk di usus besar yang lama-kelamaan bisa menimbulkan masalah serius salah satunya adalah usus besar.

5. Kurang banyak bergerak

Tubuh manusia didesain untuk selalu bergerak sehingga sangat dianjurkan untuk rajin bergerak atau olahraga.

Orang yang jarang bergerak akan membuat tubuhnya gemuk dan bergelambir karena kelebihan lemak. Kurang olahraga juga menyebabkan wajah seseorang cenderung tampak lesu, letih sepanjang hari dan kurang bergairah.

Risiko kanker pada pria meningkat 45 persen akibat tidak pernah berolahraga, sementara pada wanita peningkatannya lebih kecil yakni 28 pesen.

6. Malas melakukan pemeriksaan berkala meski badan sudah ada gejala

Untuk itu pemeriksaan untuk kanker yang mudah dideteksi seperti payudara dan juga serviks perlu lebih digalakkan lagi sebagai bentuk deteksi dini

Meski beberapa orang beranggapan kanker adalah penyakit yang diturunkan oleh gen dalam keluarganya dan faktor keturunan tetap mempengaruhi, namun ada banyak faktor lain yang bisa turut menyumbang terutama dari kebiasaan atau perilaku orang tersebut.

"Beberapa faktor risiko antara lain merokok, diet tinggi lemak dan karbohidrat, kurang serat, kurang beraktivitas serta kurang rajin melakukan pemeriksaan berkala," ujar dr Sonar Sony Panigoro, SpB(K)Onk, saat dihubungi detikHealth, Rabu (27/6/2012).

dr Sonar menuturkan kanker dianggap penyakit akibat kerusakan gen, sedangkan tubuh manusia terdiri dari puluhan ribu gen sehingga setiap hal yang dapat menyebabkan kerusakan gen secara teori dapat memicu kanker.

Sementara itu DR Dr Aru Sudoyo, SppD, K-HOM, FINASIM, FACP menuturkan untuk rokok bisa memicu berbagai jenis kanker diantaranya kanker paru, kanker mulut terutama pada orang yang mengunyah tembakau, kanker larynx, nasofaring, esophagus dan colon (usus besar).

Sedangkan untuk makanan bisa dipengaruhi oleh jenis makanan itu sendiri, kandungan senyawa dalam makanan serta cara pengolahan atau memasaknya. Untuk makanan tinggi lemak membuat kotoran lambat keluar, jaringan tumbuh yang tidak terkontrol dan memicu kanker usus besar.

Makanan yang digoreng pada suhu tinggi seperti kentang goreng atau gorengan bisa memicu terbentuknya senyawa akrilamid yang efeknya menyebabkan kerusakan pada inti sel. Serta beberapa senyawa seperti formalin atau boraks yang diketahui bisa bertindak seperti karsinogen.

Meski begitu dr Sonar mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjauhkan diri dari kanker antara lain mengurangi makanan tinggi lemak, cukup serat, beraktivitas fisik, cukup istirahat, mendapatkan minum atau cairan serta melakukan pemeriksaan berkala.

"Untuk itu pemeriksaan untuk kanker yang mudah dideteksi seperti payudara dan juga serviks perlu lebih digalakkan lagi sebagai bentuk deteksi dini," ujar dr Sonar yang merupakan staf pengajar di Departemen Ilmu Bedah FKUI/RSCM.

dr Sonar mengungkapkan jika sudah terkena kanker maka dibutuhkan dukungan yang baik dari orang-orang sekitar dan juga lingkungan karena umumnya paket pengobatan untuk kanker cukup panjang, melelahkan, mahal dan kadang hasil pengobatannya kurang memuaskan sehingga bisa memicu depresi.


(detik.com)
Bookmark and Share

Bisakah Kanker Sembuh dengan Herbal?

imgTerapi yang panjang dan harga obat yang tergolong mahal, membuat banyak pasien kanker yang mangkir dari pengobatan medis konvensional. Karena lebih percaya dengan omongan mulut ke mulut, tak sedikit pasien yang memilih meninggalkan obat-obatan dan lebih memilih herbal. Namun benarkah kanker bisa disembuhkan hanya dengan herbal?

Herbal kini memang sudah mulai diresepkan oleh dokter, termasuk untuk penyakit-penyakit berat seperti kanker. Namun obat tradisional atau obat herbal hanya digunakan sebagai komplemen (penunjang) obat medis, bukan sebagai pengganti obat-obatan yang sudah ada atau dalam istilah kedokteran disebut Golden Standard.

"Dalam pengobatan kanker, herbal bukanlah terapi pengganti tetapi hanya pendukung atau tambahan. Pelayanannya pun harus berbasis penelitian, bahan baku teregistrasi di BPOM, ada data keamanan, lalu juga harus lulus seleksi penelitian farmasi kita," jelas dr Aldrin Neilwan. P, MD. MARS, M.Biomed, M.Kes, SpAK, Kepala Unit Complementary Alternative Medicine (CAM) RS Kanker Dharmais, saat dihubungi detikHealth, Rabu (27/6/2012).

Menurut dr Aldrin, obat-obatan herbal biasanya hanya bersifat sebagai penunjang yang membantu mengatasi gejala atau keluhan yang muncul pasca terapi kanker, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antioksidan, mengatasi gangguan makan atau gangguan tidur.

Dokter berkewajiban memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada pasien, termasuk pilihan terapi yang bisa dilakukan. Dalam hal ini di RS Kanker Dharmais sendiri, pengobatan herbal juga menjadi pilihan untuk pasien. Namun sekali lagi ditegaskan dr Aldrin, pengobatan herbal hanya untuk penunjang bukan pengganti pengobatan medis.

"Jadi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, bukan sebagai terapi alternatif karena pengobatanan konvensional tetap jalan. Salah kaprahnya di masyarakat, semuanya jadi alternatif. Obat-obatan medisnya ditinggalkan," jelas dokter yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia.

Sebagai salah satu rumah sakit yang telah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan dapat memberikan resep obat herbal, berikut beberapa obat herbal untuk kanker yang sudah bisa diresepkan oleh dokter berizin khusus:

1. Daun sirsak

"Daun sirsak diketahui mengandung zat anti kanker yang disebut Acetogin 10.000 kali lebih banyak dibanding obat kemoterapi. Zat ini memang dikenal ampuh mengobati kanker payudara dan limfoma. Namun jumlah sekian adalah jumlah yang terdapat dalam cawan petri di laboratorium dan tidak mudah mengatur dosisnya agar sesuai dengan pasien," jelas Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais, saat dihubungi detikHealth.

Dalam pengobatan kanker, daun sirsak berfungsi sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh dan antioksidan. Namun untuk mendapatkan khasiatnya, daun sirsak tidak bisa digunakan dengan dosis sembarangan.

"Kalau di kita sudah dalam bentuk kapsul. Semua sudah diekstrak yang dosisnya tentu sudah disesuaikan dengan hasil penelitian, tidak bisa sembarangan," tegas dr Aldrin.

2. Kulit manggis

Hampir sama dengan daun sirsak, menurut dr Aldrin kulit manggis yang sudah dalam bentuk kapsul dan dosis tertentu juga berfungsi sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh dan antioksidan.

Kulit manggis sendiri mengandung xanthone atau zat antioksidan yang lebih tinggi dibanding daging buahnya. Cara kerjanya adalah dengan memenuhi kebutuhan antioksidan dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat radikal bebas.

Selain itu, ekstrak dari kulit buah manggis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membuat Anda tidak mudah jatuh sakit. Zat xanthone yang terdapat dalam kulit manggis tersebut sifatnya tidak mengobati tetapi membantu pengobatan medis.

3. Ikan gabus

"Ikan gabus berfungsi sebagai peningkat albumin (protein darah), karena dari berbagai terapi bisa menyebabkan albumin pasien menurun," jelas dr Aldrin.

4. Mahkota dewa

"Contoh lain adalah buah mahkota dewa. Buah ini diketahui mengandung Vincristine yang juga banyak dipakai untuk kemoterapi pasien leukimia. Namun pemakaiannya untuk mengobati kanker juga perlu mendapat pengawasan. Saya pernah menangani kasus kanker pasien leukimia yang diterapi dengan obat Vincristine. Setelah diberi kemoterapi, dia banyak mengonsumsi mahkota dewa. Bukannya malah bagus, kondisinya justru makin ngedrop," jelas Dr Andhika.

Selain bahan-bahan herbal, berbagai jenis pengobatan alternatif lain yang aneh-aneh juga tak kalah banyak, mulai dari magnet, jaket dan lain-lain. Namun itu semua tidak ada evidence base atau bukti ilmiahnya.

"Kami di Dharmais sudah banyak kedatangan pasien yang gejala kankernya bertambah parah dan advance setelah menjalani pengobatan seperti itu," lanjut Dr Andhika.

Senada dengan Dr Andhika, dr Aldrin pun sangat menyayangkan dengan banyaknya iklan-iklan di media yang disebutnya sebagai iklan yang menyesatkan. Dalam periklanan medis, semua harus ada bukti ilmiah, bukan hanya testimoni dari pasien-pasien yang belum jelas kebenarannya.

Masyarakat pun diminta lebih kritis untuk memilih cara-cara pengobatan. Jangan asal percaya dengan janji-janji pengobatan yang 'sim salabim' tanpa ada bukti ilmiah yang menyatakan pengobatan tersebut benar-benar berkhasiat dan aman.

Sementara itu, ada beberapa herbal yang sering dicari orang untuk mengobati kanker:

1.Tahitian Noni Juice

Produk herbal tersebut terbuat dari campuran buah mengkudu Tahiti, buah bluberri dan kandungan bioaktif iridoid. Iridoid merupakan zat hasil pengolahan ekstrak buah-buahan yang dapat memperbaiki sel-sel darah yang telah mengkerut karena pengaruh radikal bebas penyebab kanker.

Mengkudu dan bluberri disini bertujuan untuk menghilangkan rasa asam dari iridoid. Mengkudu yang digunakan yang berasal dari Tahiti, Kepulauan Hawaii yang telah hidup selama ribuan tahun sehingga rasanya manis, tidak seperti mengkudu Asia yang rasanya getir dan berbusa jika dibuat jus. 

“Produk herbal ini juga dapat mengobati berbagai jenis kanker dan beberapa penyakit internal lainnya. Khasiatnya akan segera terlihat setelah Anda mengonsumsi produk ini selama 20 hari,” kata Bapak Andy, konsultan gizi produk herbal Tahitian Noni Juice kepada detikHealth.

Cara kerjanya adalah dengan menguras pankreas, kemudian memperbaiki sel-sel darah yang rusak, setelah itu mengembalikan fungsi hati, empedu, jantung dan ginjal yang terganggu akibat berkembangnya sel kanker.

2. Sarang Semut Papua

Sarang semut disini adalah sejenis tanaman yang didalamnya dihuni oleh semut. Ada sekitar 20 sampai 30 jenis sarang semut, tetapi yang teruji berkhasiat untuk mengobati kanker hanya 3 jenis, sedangkan yang lainnya dinyatakan beracun.

Menurut keterangan Bapak Sandhy, pengusaha sarang semut Papua kepada detikHealth, sarang semut yang paling sering dipakai sebagai obat adalah jenis Myrmecodia Pendan yang tumbuh di Papua dan telah lolos uji klinis laboratorium.

Tanaman ini mengandung banyak senyawa flavonoid yang dapat menghambat perkembangbiakan sel-sel penyebab kanker dan enzim tirosin kinase. Enzim tirosin kinase menyebabkan pertumbuhan sel tidak teratur dan menyebabkan kanker.

Sarang semut juga mengandung tanin, yang memiliki manfaat anti kanker. Selain itu sarang semut juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh lainnya karena mengandung tokoferol, fenol, kalsium, natrium, protein dan berbagai mineral penting lainnya.
(detik.com)
Bookmark and Share

7 Rutinitas yang Perlu Diubah Agar Sukses Turunkan Berat Badan

imgKebanyakan orang mengeluhkan sulitnya menurunkan berat badan meski telah diet dan berolahraga secara teratur. Anda perlu melakukan beberapa perubahan dalam rutinitas yang dapat mempercepat metabolisme tubuh agar berat badan turun dengan cepat.

Berikut 7 perubahan dalam rutinitas sehari-hari untuk mempercepat proses penurunan berat badan, seperti dilansir huffingtonpost, Jumat (13/7/2012) antara lain:

1. Tingkatkan motivasi

Gunakanlah alat-alat yang dapat memantau kemajuan Anda dalam berolahraga. Dengan menggunakan monitor denyut jantung, pedometer maupun stopwatch untuk menghitung seberapa banyak usaha yang telah Anda lakukan, dapat memberikan motivasi untuk berolahraga lebih keras.

2. Berikan sugesti terhadap pikiran

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa kekuatan pikiran dapat memberikan kontribusi terhadap kesehatan. Berikan sugesti pada pikiran Anda dengan sering mengatakan pada diri sendiri hal-hal yang dapat merusak diet Anda.

Membangun pikiran negatif terhadap makanan berlemak dan pola hidup tidak sehat lainnya yang dapat memicu bertambahnya berat badan. Hal ini dapat memberikan manfaat yang positif terhadap usaha Anda menurunkan berat badan.

3. Jadwalkan waktu untuk diri sendiri

Rencanakan waktu khusus di sela-sela rutinitas pekerjaan Anda untuk berolahraga. Kebanyakan orang yang gagal menurunkan berat badan disebabkan karena terlalu sibuk oleh pekerjaan dan tidak ada waktu untuk diri sendiri.

Anda perlu membuat jadwal latihan pada kalender dan Anda harus berusaha mematuhinya. Salah satu cara terbaik untuk menjaga berat badan adalah tetap konsisten dengan apa yang telah direncanakan.

4. Tingkatkan frekuensi latihan Anda

Jika Anda biasanya berolahraga sebanyak 3 kali dalam seminggu, coba tambahkan satu sesi latihan lagi di akhir pekan. Hal ini dapat membakar lebih banyak kalori setiap minggunya.

5. Berolahraga di alam terbuka

Para peneliti menyatakan bahwa berolahraga di bawah sinar matahari pagi, menghirup udara yang segar dan melihat tanaman hijau dapat merangsang suasana hati dan mengatasi stres.

Berolahraga di alam seperti bersepeda atau hiking dapat membuat suasana hati lebih santai dan badan lebih energik, sehingga dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

6. Pertimbangkan asupan kalori yang Anda ambil ketika makan

Anda memerlukan makanan untuk mendapatkan kalori dan energi yang dibutuhkan dalam beraktivitas. Tetapi Anda juga perlu mempertimbangkan seberapa banyak kalori yang Anda butuhkan untuk tetap sehat. Asupan kalori dalam makanan yang terlalu banyak dapat meningkatkan berat badan Anda.

7. Tertawa dan bersenang-senang

Para ilmuwan menyatakan bahwa perasaan senang sangat penting dalam usaha penurunan berat badan. Tertawa dapat mengurangi tekanan dan membuat pikiran lebih positif. Seperti yang telah Anda ketahui, stres dapat memicu seseorang makan berlebihan dan menyebabkan obesitas.

Anda akan lebih mudah menurunkan berat badan ketika pikiran Anda sehat dan suasana hati senang.


(detik.com)
Bookmark and Share

Nutrisi yang Diperlukan Agar Vagina Tetap Sehat

Menjaga kesehatan vagina tidak selalu harus dari luar, karena beberapa makanan yang dikonsumsi juga bisa membantu vagina tetap sehat. Makanan apa saja yang baik untuk vagina?

Vagina merupakan salah satu organ penting yang harus dijaga kesersihan dan kesehatanya, karena bisa mempengaruhi kesehatan menyeluruh khususnya bagian reproduksi.
Beberapa pola makan sederhana bisa membantu menjaga vagina tetap sehat sehingga mencegah infeksi ragi atau infeksi kandung kemih serta menjaga keseimbangan pHnya.

Berikut ini makanan yang baik untuk kesehatan vagina, seperti dikutip dari Livestrong, Jumat (7/10/2011) yaitu:

1. Probiotik
Tubuh bisa menjadi sarang dari berbagai macam bakteri yang baik dan buruk. Probiotik yang dikonsumsi dapat membantu mencegah mikroorganisme buruk seperti jamur dan bakteri Gardnerella yang bisa menyebabkan infeksi vagina.

Probiotik yang mudah ditemukan adalah dalam yogurt atau produk fermentasi susu lainnya, disarankan mengonsumsi secangkir yogurt sehari untuk kesehatan vagina yang optimal.

2. Jus cranberry
Jus ini umumnya digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi salurah kemih (UTI) akibat urine yang asam. Tapi jus ini juga bisa membantu menyeimbangkan kadar pH di seluruh daerah vagina. Mengonsumsi segelas jus cranberry tawar setiap hari adalah cara paling sederhana dalam menjaga pH vagina agar seimbang.

3. Vitamin E dan C
Vitamin E diketahui bisa membantu menjaga kondisi kulit secara umum, tapi ternyata juga mencegah kekeringan vagina. Makanan yang kaya vitamin E seperti gandum, biji bunga matahari, almond, walnut dna hazelnut.

Sedangkan vitamin C baik untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mencegah infeksi, sumbernya dari jeruk, stroberi, kiwi, paprika hijau dan merah serta brokoli.

(detik.com)
Bookmark and Share

Agar Miss V Tak Dihinggapi Jamur

Salah satu keluhan yang banyak dialami oleh perempuan adalah mengalami infeksi jamur di kemaluannya seperti keputihan contohnya. Masalah jamur ini tentu saja bikin repot perempuan. Apa yang perlu dilakukan agar infeksi jamur tersebut tak hinggap di Miss V?

"Infeksi jamur di vagina adalah keluhan kedua yang umum terjadi pada perempuan, biasanya disebabkan oleh jamur Candida albicans," ujar Lisa M Krikorian dari klinik gikologi di Lahey Clinic, Burlington, seperti dikutip dari Everydayhealth, Sabtu (17/12/2011).

Mikroorganisme ini bisa hidup di dalam atau sekitar vagina serta masuk ke dalam saluran pencernaan dan kulit. Ketika keseimbangan flora normal terganggu, maka satu mikroorganisme bisa berkembang biak tidak terkontrol dan menyebabkan infeksi.

Penyebab infeksi jamur di vagina akibat kebersihan yang tidak terjaga serta adanya kelembaban yang berlebih di daerah vagina sehingga menciptakan lingkungan yang sangat disukai oleh jamur untuk berkembang biak.

Untuk mencegah infeksi ini dimulai dengan merawat diri sendiri, mendapatkan waktu isttirahat yang cukup, menghindari stres serta mengonsumsi makanan yang sehat. Jika memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, maka usahakan agar tetap terkontrol atau terkendali.

Selain itu ada pula beberapa hal yang bisa dilakukan agar vagina terhindar dari infeksi jamur yaitu:

1. Menjaga vagina tetap bersih dan kering
Hindari membersihkan area kelamin dengan sabun, tapi cukup membilas dengan air bersih lalu keringkan menggunakan handuk yang lembut. Jika ingin menggunakan sabun, pilihlah yang ringan dan menghindari bahan kandungan yang bisa memicu iritasi.

2. Mengurangi kelembaban
Sebaiknya kenakan pakaian yang longgar dan celana yang tidak terlalu ketat sehingga memberikan beberapa ruang untuk aliran udara. Gunakan pakaian dari bahan katun yang menyerap keringat dan hindari sutra atau nilon, serta segera mengganti baju yang basa akibat keringat setelah berolahraga atau berenang.

3. Menghindari penggunaan produk kewanitaan yang mengganggu keseimbangan bakteri alami
Usahakan untuk menghindari douching (cairan penyemprot vagina), serta jangan menggunakan semprotan kebersihan untuk daerah intim, bubuk atau wewangian tertentu.

4. Jangan pelit dalam menggunakan pembalut
Ketika menstruasi, jagalan vagina agar tetap bersih salah satunya dengan sering mengganti pembalut. Penggunaan pembalut dalam jangka waktu lama (lebih dari 4-5 jam) bisa memicu bakteri dan jamur, serta hindari embalut dengan wewangian.

5. Mandilah dengan cerdas
Usahakan untuk membatasi waktu berendan dengan air panas serta membilas tubuh dengan segera setelah mandi menggunakan produk yang mengandung garam mandi (bath salt).

6. Melakukan hubungan seks yang aman
Infeksi jamur bisa ditularkan melalui hubungan seks yang berisiko, untuk itu tanyakan pada pasangan engenai riwayat infeksi menular seksualnya dan gunakan kondom sebagai pelindung.
(detik.com)
Bookmark and Share

Kondisi-kondisi Medis yang Sebabkan Miss V Bau

Bau vagina yang tidak sedap kerapkali menjadi kekhawatiran sebagian wanita. Pada wanita sehat, cairan vagina dapat bervariasi dalam konsistensi, warna dan bau sepanjang siklus menstruasi bulanan.

Bau vagina yang kuat, tidak biasa atau buruk dapat terjadi karena sejumlah alasan kondisi medis. Wanita yang melihat perubahan dalam penampilan atau bau dari cairan vagina sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan perawatan.

Berikut 4 kondisi medis yang dapat menyebabkan bau yang tidak sedap pada vagina seperti dikutip dari Livestrong, Senin (5/3/2012) antara lain:

1. Penyakit Menular Seksual

Beberapa jenis penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis, dapat menyebabkan bau pada vagina yang luar biasa kuat atau buruk.

Gejala tersebut dapat berkembang dalam waktu seminggu setelah terekspos terhadap penyakit menular seksual dan semakin dapat memburuk hingga menerima pengobatan.

Bau vagina yang tidak biasa disebabkan oleh penyakit menular seksual sering disertai dengan gejala lain, termasuk gejala mirip flu, sekret vagina abnormal, iritasi vagina, nyeri saat buang air kecil atau lesi kulit vagina.

Wanita yang mengembangkan gejala-gejala tersebut dalam hubungannya dengan bau vagina yang buruk harus segera mencari perawatan medis dengan segera.

2. Infeksi Vagina

Infeksi vagina disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur atau bakteri dari yang seharusnya terjadi secara alamiah. Pertumbuhan berlebihan dari jamur dan bakteri dapat menyebabkan bau vagina yang buruk.

Infeksi jamur vagina dapat menyebabkan keputihan yang dapat memancarkan bau yang buruk. Wanita yang mengembangkan vaginosis bakteri dapat mengembangkan keputihan berlimpah yang cukup tebal atau perubahan warna dari cairan vagina, kuat seperti bau ikan.

Gejala bau vagina yang disebabkan oleh infeksi vagina biasanya bertahan hingga wanita yang terkena menerima pengobatan antibiotik atau antijamur yang sesuai.

3. Kanker Serviks

Bau vagina yang buruk dapat disebabkan oleh adanya sel kanker dalam leher rahim. Cairan yang encer dan memancarkan bau busuk dapat merupakan gejala dari kanker serviks pada wanita tertentu.

Wanita yang mengembangkan bau vagina yang buruk dan juga mengalami nyeri panggul atau perdarahan vagina yang tidak teratur harus mencari perawatan medis dengan segera.

4. Kebersihan vagina kurang

Kebersihan yang buruk dapat menjadi penyebab bau vagina buruk pada wanita tertentu. Daerah yang hangat dan lembab, seperti vagina, adalah tempat yang biasa untuk pertumbuhan berlebihan dari patogen.

Membersihkan wilayah luar vagina dengan air atau sabun dapat membatasi gejala buruk bau vagina pada wanita tertentu. Bau vagina yang buruk juga dapat terjadi jika seorang wanita lupa untuk mengambil tampon dari vaginanya. 


(detik.com)
Bookmark and Share

Jamur Betah di Kemaluan Wanita Karena Ini

Jamur bisa tumbuh secara alami di seluruh tubuh, terutama jika lembab dan gelap seperti di vagina. Berikut ini 5 penyebab tersembunyi munculnya infeksi jamur di area wanita tersebut.

Umumnya bakteri baik atau probacteria terutama acidophilus berusaha menciptakan lingkungan yang asam agar jamur tidak berkembang biak. Tapi jika acidophilus sedikit dan kadar gula tinggi, maka jamur akan mulai berkembang biak.

"3 dari 4 perempuan setidaknya mengalami 1 kali infeksi jamur dalam hidupnya. Ketika hal ini terus datang lagi, berarti ada yang salah dengan sistem pertahanan tubuh," ujar Rebecca Booth, MD, ginekologis di Louisville, Kentucky, seperti dikutip dari Youbeuty,Selasa (12/6/2012).

Biasanya infeksi jamur banyak ditemukan pada bagian tubuh yang memiliki lipatan lemak seperti di ketiak dan tentu saja vagina. Selain akibat sistem kekebalan tubuh lemah atau pakaian ketat, ada penyebab tersembunyi lain dari infeksi jamur di vagina ini, yaitu:

1. Kadar estrogen rendah
Estrogen memberi makan bakteri acidophilus sehingga jamur tidak mudah muncul, tapi jika kadar estrogen rendah maka jamur akan mudah tumbuh. Karena itu menjelang haid kadang orang bisa terkena infeksi jamur akibat menurunnya kadar estrogen.

Jika memang mengalami infeksi jamur yang hormonal, maka seminggu sebelum haid Booth menyarankan untuk konsumsi probiotik, menghindari makanan manis serta makan yoghurt tawar.

2. Makan terlalu banyak gula
Booth menuturkan dimana ada gula maka disitu ada jamur. Lonjakan kadar gula darah menunjukkan banyak glukosa di dalam sistem tubuh yang seperti mengundang jamur, karena jamur menyukai glikogen (cadangan glukosa).

3. Menggunakan pantyliners
Jika menggunakan pantyliners agar celana dalam bersih, maka pemikiran yang salah karena pantyliners menyebabkan iritasi ringan yang dapat menurunkan kekebalan kulit dan jamur sangat menyukai lingkungan yang lembab atau udara sedikit. Hal ini karena serat sintetis dari pantyliners menghalangi aliran udara yang membuat jamur nyaman untuk berkembang biak.

4. Memiliki eksim vagina
Eksim memicu ruam yang bisa muncul pada jaringan vulva dan vagina. Kondisi ini menyebabkan peradangan kronis dan iritasi sehingga beberapa orang mengembangkan infeksi jamur. Untuk itu perlu mengobati eksim vagina dan membersihkan jamur.

5. Menggunakan kondom spermisida
Bahan aktif yang terkandung di dalam spermisida bisa mengganggu kekebalan vagina dan memungkinkan bagi jamur untuk mengambil keuntungan. Jika menduga spermisida sebagai penyebabnya, maka pilihlah kondom yang bebas spermisida.


(detik.com)
Bookmark and Share

TIPS Untuk Mencegah Bau Kaki

Akan sangat memalukan jika Anda melepas sepatu dan muncul bau yang tidak sedap dari kaki Anda. Bau kaki terjadi akibat pertumbuhan bakteri dan jamur pada kaki yang lembab karena keringat. Atasi bau kaki dengan beberapa langkah mudah.

Berikut 5 hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah bau kaki, seperti dilansir prevention, Selasa (10/7/2012) antara lain:

1. Jaga kaki tetap kering

Cara terbaik untuk mencegah kaki Anda mengeluarkan bau yang tidak sedap adalah menjaganya agar tetap kering. Setelah mandi, keringkan kaki Anda dengan handuk, terutama pada sela-sela jari kaki. Anda juga dapat menaburkan bedak anti jamur pada kaki agar tetap kering dan mencegah bau kaki akibat pertumbuhan jamur.

2. Pakailah kaus kaki

Kaus kaki bukan hanya sekedar kebutuhan fashion saja, tetapi fungsinya untuk menyerap keringat pada kaki. Jika Anda tidak menggunakan kaus kaki ketika memakai sepatu, keringat akan terjebak di antara jari kaki dan menyebabkan pertumbuhan jamur penyebab bau kaki.

Jika Anda tidak dapat mengenakan kaus kaki, gunakanlah antiperspirant di bawah kaki dan di antara jari-jari kaki sebelum Anda pergi beraktivitas di luar rumah. Tujuannya adalah mencegah tumbuhnya jamur karena kondisi kaki yang lembab akibat keringat.

3. Taburkan bedak pada sepatu Anda

Taburkan bedak tabur pada bagian dalam sepatu Anda sebelum dan setelah Anda memakainya. Sepatu yang disimpan dalam rak juga bersifat lembab, sehingga akan menyebabkan bau kaki jika Anda memakainya. Selain itu, rajinlah mencuci sepatu agar bakteri dan jamur tidak betah menghuni sepatu Anda yang bersih.

4. Rendam kaki dengan minuman beralkohol

Jika bau kaki tidak kunjung pergi, cobalah teknik merendam kaki ke dalam minuman keras. Prinsipnya sama seperti alkohol yang merupakan antiseptik dan pengeringan, sehingga dapat membasmi jamur dan bakteri penyebab bau kaki dan mengeringkan kelembaban yang memungkinkan organisme tersebut tumbuh kembali.

5. Konsultasi dengan dokter

Jika keringat di kaki Anda masih tetap tidak terandali dan bau kaki makin parah, Anda perlu berkonsultasi ke dokter. Biasanya dokter akan menyarankan Anda mengambil Drysol, yaitu resep anti-keringat dalam bentuk rol bola khusus yang diformulasikan untuk mengurangi jumlah keringat pada kaki Anda.
(detik.com)
Bookmark and Share

LIKE FOR BLOG