host

Hosting Gratis

Rabu, 17 Oktober 2012

Rontgen Gigi Picu Tumor Otak

Rontgen Gigi Picu Tumor OtakPenelitian terbaru menunjukkan bahwa melakukan rontgen gigi bisa meningkatkan berkembangnya tumor otak atau meningioma.
Meningioma dipicu oleh meninges, sistem membran yang melapisi sistem saraf pusat. Risiko tumor ini meningkat sejalan dengan usia dan wanita berisiko dua kali lebih tinggi mengidap tumor ini.
Penyakit ini tumbuh perlahan dan jarang menjadi kanker. Tapi, semua bergantung pada posisi tumor ini di otak, sehingga bisa menyebabkan masalah serius, seperti gangguan berbicara, penglihatan, kepribadian dan gerakan.
Penelitian berskala besar dilakukan dengan membandingkan 1433 pasien yang didiagnosis mengidap meningioma berusia 20-79 tahun dengan 1350 orang sehat.
Temuan yang dipublikasikan pada 10 April 2012 dalam Journal Cancer menemukan bahwa pasien yang sering menjalani radiasi sinar x atau rontgen di gigi sedikitnya sekali setahun memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan kanker antara 40-90 persen, tergantung pada usia.
Peneliti menjelaskan bahwa pasien yang pernah menjalani rontgen jenis panorex exam (penyinaran menyeluruh yang menampakkan seluruh gigi dari luar mulut) minimal sekali setahun berisiko 2,7-3 kali lebih tinggi mengidap meningoma. Sementara mereka yang menjalani pemeriksaan gigi dengan sinar x kategori bitewing view (digunakan untuk memvisualisasikan mahkota gigi posterior /gigi belakang) setidaknya setiap tahun, memiliki risiko 1,4-1,9 kali lebih besar mengidap meningioma.
Peneliti Elizabeth Claus mengungkapkan bahwa kini pasien gigi mendapatkan paparan sinar x jauh lebih rendah daripada masa terdahulu. Meskipun demikian, ia menyarankan pasien harus kritis menanyakan ke dokter gigi apakah rontgen tersebut benar-benar diperlukan.
"Jika tidak ada manfaat bagi kesehatan mulut, maka mengapa tidak mengurangi paparan sinar x sebanyak mungkin," jelasnya, dilansir melalui Dailymail, Rabu (11/4).
Bookmark and Share

6 Buah Segar yang Bisa Meningkatkan Kualitas Otak

Selain segar saat dimakan, buah-buahan memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Enam jenis buah berikut bahkan bisa membantu meningkatkan kemampuan otak. 

Keluarga berry 
Stroberi atau blueberry dipercaya bermanfaat bagi kesehatan otak. Hasil penelitian Dr. Elizabeth Devore bersama timnya dari Harvard Medical School menemukan, wanita yang lebih sering mengonsumsi blueberry dan stroberi punya memori yang lebih baik saat mereka memasuki usia senja. 

Sebabnya adalah kandungan anthocyanidins, salah satu jenis antioksidan yang tersimpan dalam buah tersebut. Antioksidan tersebut dipercaya membawa manfaat untuk mencegah kerusakan dan membantu memperbaiki sel-sel otak. 

Apel 
Buah apel, yang dikenal banyak manfaat, juga bisa membawa pengaruh baik untuk kesehatan otak. Zat quercetin yang terkandung dalam buah apel ternyata bisa membantu melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas. Kerusakan otak ini jika tidak dicegah bisa menyebabkan risiko terkena penyakit Alzheimer. 

Karena itu, tidak ada salahnya mengonsumsi satu buah apel setidaknya dalam sehari. Selain baik untuk otak, apel juga dikenal kaya akan antioksidan yang baik untuk pertahanan tubuh. Menurut penelitian oleh lembaga Agriculture and Agri-Food dari Kanada, Apel merah memiliki kandungan antioksidan paling tinggi dibanding warna lain yang lebih pucat. 


Jeruk 
Kaya akan vitamin C, jeruk terkenal memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Vitamin C yang tinggi tentu menjadi pelindung yang baik untuk tubuh dari berbagai penyakit. Namun kandungan flavonoids dalam jeruklah yang bermanfaat untuk otak. Sebagai antioksidan, flavonoids bisa melawan efek buruk radikal bebas yang membahayakan otak. 

Baik dalam bentuk jus maupun dalam bentuk buah segar, manfaat yang terdapat dalam jeruk bisa dinikmati tubuh. Satu gelas jus jeruk atau satu buah jeruk segar, merupakan makanan yang tepat untuk memulai hari dengan semangat.

Delima 

Buah delima (atau yang kini populer dengan sebutan buah pome) juga bisa jadi salah satu pilihan. Buah ini lebih populer dinikmati dalam bentuk jus karena tekstur buahnya yang memiliki banyak biji kecil. Menurut ahli kesehatan David Perlmutter, MD yang merilis buku berjudul 'The Better Brain Book', bagian tubuh paling sensitif terhadap serangan radikal bebas adalah otak. 

Delima mengandung antioksidan tinggi yang mampu melawan serangan radikal bebas. Namun perlu diperhatikan jika memilih meminum jus yang sudah jadi. Pelajari komposisi bahan dan jumlah kalori dalam satu gelas jus tersebut. Umumnya jus tersebut telah dicampur dengan gula serta bahan lain yang membuat rasanya lebih nikmat. Karena itu pastikan berapa gelas yang bisa Anda minum agar tak melebihi  kebutuhan kalori harian. 

Avokad 
Avokad memang tergolong buah berlemak. Namun konsumsi dalam jumlah yang tepat bisa membantu Anda melancarkan aliran darah. Lemak tak jenuh yang terkandung dalam avokad bisa membantu melancarkan aliran darah. Aliran darah yang lancar tentunya bisa membantu membuat otak lebih sehat. 

Manfaat lain avokad adalah membantu menurunkan tekanan darah. Tekanan darah yang sehat tentunya juga baik untuk peningkatakan kualitas otak. Tetapi batasi konsumsi Anda dalam satu hari. Karena mengandung kalori yang tinggi, cukup nikmati 1/4 sampai 1/2 buah avokad dalam sehari. Sebisa mungkin tanpa tambahan kalori dari gula atau susu. 

Tomat 

Tomat memiliki kandungan lycopene yang tinggi. Lycopene merupakan salah satu jenis antioksidan yang bermanfaat dalam menangkal radikal bebas. Serangan radikal bebas pada otak bisa menimbulkan kerusakan yang berisiko menyebabkan penyakit Alzheimer. 

Tim peneliti dari Institut Penelitian Kesehatan dan Medis Prancis mengatakan, salah satu sebab penuaan otak adalah karena kekurangan lycopene dan zeaxanthin dalam tubuh. Dua jenis antioksidan ini banyak ditemukan dalam buah dan sayur, salah satunya tomat. Studi ini dilakukan sejak tahun 1991 dan melibatkan 1400 orang dalam rentang usia 60-70 tahun. Tidak ada alasan lagi untuk melewatkan potongan tomat dalam salad atau jus tomat yang segar bukan?
Bookmark and Share

Jaga Kesehatan Otak dengan Membaca

Membaca tak hanya sekadar hobi atau kegiatan dikala santai. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa rutin membaca dapat menjadi 'vitamin' bagi kesehatan otak Anda.

Menurut John Stein, profesor ilmu saraf di Magdalen College, Oxford, Inggris, membaca dapat melatih otak secara keseluruhan.

Sementara seorang ahli saraf Susan Greenfield mengatakan, dengan membaca buku cerita akan mendorong otak manusia untuk berpikir secara berurutan, menghubungkan penyebab, efek dan signifikasinya.

Penelitian di tahun 2009 melalui scan otak di Amerika telah menunjukkan bahwa membaca dapat mengaktifkan area otak terkait dengan pengalaman-pengalaman dalam kehidupan nyata dan menciptakan jalur saraf baru.

Penelitian lain di tahun yang sama oleh peneliti University of Sussex menunjukkan membaca selama enam menit dapat memangkas tingkat stres sekitar lebih dari dua pertiganya dibandingkan mendengarkan musik atau berjalan-jalan.

"Sangat penting untuk mempelajari aktivitas ini bagi seorang anak kecil, di mana otak masih sangat lunak. Itulah mengapa begitu penting bagi orang tua untuk membiasakan membaca pada anak-anaknya," begitu kata sang peneliti.
Bookmark and Share

Lima Makanan yang Membuat Anda Lebih Pintar

Minyak ikan
Jika Anda kesulitFish Oil Improves Women’s Heart Healthan untuk mengingat hari ini hari apa, atau apa yang Anda makan untuk makan malam, pertimbangkan untuk memakan makanan terbaik bagi otak: minyak ikan. Asam lemak Omega-3 yang ditemukan pada minyak ikan seperti salmon, makarel, dan sarden amat bermanfaat untuk seluruh tubuh, termasuk otak. Peneliti dari University of Kuopio di Finlandia mengatakan, konsumsi minyak ikan tiga kali dalam sepekan dapat mengurangi masalah otak sampai 26 persen dan mencegah hilang ingatan.

Dedaunan hijau 
Dedaunan hijau seperti bayam, kale, dan brokoli penuh dengan antioksidan, termasuk vitamin C dan betakaroten, yang membantu menjaga kesehatan tubuh dan otak. Mereka juga mengandung asam folat, yang membantu mempercepat proses informasi dan daya ingat. Hasil riset yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition juga mengindikasikan bahwa folat yang ditemukan dalam sayur hijau membantu mencegah penurunan daya pikir pada usia tua.

Telur
<div class="caption-credit"> Photo by: mcfields</div><div class="caption-title"></div><b>Deviled …Kuning telur adalah sumber nutrisi yang penuh vitamin dan mineral yang penting untuk fungsi otak. Makanan murah dan serbaguna tersebut kaya dengan zat besi, yang penting untuk darah merah untuk membawa oksigen ke dalam otak, yang membantu pikiran Anda tetap tajam dan fokus. Telur adalah sumber vitamin B12 dan iodine, yang meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada anak.

Teh hijau
Otak terdiri dari 80 persen air, sehingga pasokan air amatlah penting agar otak tetap berfungsi secara optimal. Namun jika Anda bukan penggemar air, menukarnya dengan secangkir teh hijau bisa membawa manfaat bagi otak Anda. Sebuah studi di Korea menemukan bahwa teh hijau membantu menambah kesiapan mental dan memperbaiki ingatan. Peneliti menemukan bahwa antioksidan dalam teh hijua bisa membantu melindungi otak dan mengurangi risiko penurunan kemampuan berpikir.

Cokelat
Bukan, itu bukan maunya Anda — cokelat memang baik bagi otak! Sebatang cokelat susu mampu meningkatkan nilai IQ Anda, cokelat hitam kaya dengan bahan bernama flavonoid, yang akan menambah kemampuan berpikir. Peneliti menemukan bahwa flavonoid memicu pembentukan sel saraf baru pada otak yang menambah kemampuan menyimpan ingatan. Studi menemukan, flavonoid meningkatkan aliran darah ke otak. Studi lain menemukan bahwa wanita dewasa yang diberikan minuman cokelat yang kaya dengan flavonoid, aliran darah ke otaknya meningkat dalam dua jam dan mereka bisa melakukan pekerjaan mental yang lebih rumit.


Bookmark and Share

Bersihkan Gigi agar tak Terkena Radang Paru-paru

Tahukah anda bahwa membersihkan gigi dengan cara yang benar tidak hanya mencegah penyakit gigi maupun gusi? Kebiasaan itu juga menurunkan risiko penyakit radang paru-paru.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Yale University School of Medicine menemukan perubahan risiko penyakit radang paru-paru pada penderita setelah menangani bakteri yang terdapat dalam mulut mereka.

Kesimpulan tersebut diperkuat pula oleh Dr. Samit Joshi ELS Global Medical News, yang mengatakan bahwa temuan tersebut dapat mengurangi risiko radang paru-paru dengan membersihkan bakteri yang hidup dalam mulut kita.

Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, British Dental Health Foundation mengatakan studi tersebut bukan yang pertama untuk mengasosiasikan kesehatan mulut yang buruk dengan penyakit pernapasan.

Bagi Nigel Carter, seorang kepala eksekutif British Dental Health Foundation, penelitian ini menunjukkan bagaimana pentingnya merawat gigi dan mulut.

Perawatan gigi dan mulut tidaklah sulit. Hanya perlu menyikatnya secara benar dengan minimal dua kali sehari termasuk sebelum tidur. Diperlukan juga kesadaran untuk memeriksa gigi secara rutin setiap enam bulan. Sehingga gigi dan mulut terjaga, tubuh pun terhindar dari beragam penyakit.
Bookmark and Share

LIKE FOR BLOG