host

Hosting Gratis

Kamis, 30 Agustus 2012

Olahraga Berpengaruh Terhadap Kecerdasan

Baik untuk meningkatkan kecerdasan, bahkan di hari tes. 

Manfaat olahraga memang sudah sangat jelas, mulai dari kebaikan untuk kesehatan, kebahagiaan, juga bentuk tubuh indah. Penelitian terkini mengatakan, olahraga juga baik untuk kecerdasan. 

Hasil studi yang dilangsungkan di Dartmouth College, Amerika Serikat mengatakan, berolahraga tak hanya meningkatkan pompa darah pada tubuh, tetapi juga membantu membanjiri otak dengan gen BDNF (Brain Derived Neurotrophic Factor), yakni protein yang penting untuk membantu ketajaman mental, belajar, dan memori.

Tes dilangsungkan dengan meminta dua kelompok lelaki sehat berusia dewasa untuk berolahraga setiap hari selama 4 minggu. 

Grup pertama diminta berolahraga sebelum melakukan tes di hari terakhir studi. Grup kedua diminta tidak berolahraga di hari tes. Di hari tes, ada tambahan grup, sekelompok orang yang hanya berolahraga di hari tes. 

Hasil penelitian mengungkap, grup yang selalu berolahraga, termasuk yang berolahraga di hari tes, memiliki manfaat dorongan dalam BDNF. Sementara grup lain tidak. 

Pemimpin penelitian ini, Michael Hopkins, mengatakan, jenis olahraga yang dimaksud di sini bukan tipe olahraga berintensitas tinggi, tetapi berjalan dengan kecepatan sedang saja sudah cukup

"Untuk manfaat mental, yang berpengaruh adalah olahraga rutin, bukan intensitasnya. Anda tak perlu berpeluh habis-habisan saat berolahraga," kata Hopkins. 

Tujuan yang ingin ditekankan Hopkins adalah untuk membuat tubuh bergerak, setidaknya 4-5 hari seminggu. 

Hal ini memang bukan pengetahuan baru. Sejak lama diketahui, menggerakkan tubuh bisa membantu sirkulasi darah dalam tubuh, yang pada akhirnya akan mengantarkan oksigen ke otak dan membantu otak bekerja lebih aktif. 

Sebuah studi yang dilakukan di Karolinska Institute menemukan, para pemain sepakbola memiliki kemampuan kognitif yang lebih unggul di beberapa bidang; pemecahan masalah kreatif, multitasking, inhibisi, dan memori. 
(beritasatu.com)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

Jari Tangan Ungkap Kecerdasan Seseorang

Ilustrasi jari tanganBila jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk, cenderung unggul kemampuan matematikanya.

Menentukan kecerdasan seseorang tak bisa hanya mengandalkan tampilan fisik, karena seringkali kita menemukan fakta yang berseberangan. 

Seseorang yang penampilan fisiknya menarik ternyata tak berkorelasi positif dengan kemampuan otaknya yang cerdas, dan sebaliknya.

Lantas bagaimana cara mudah untuk mengukur kecerdasan seseorang tanpa perlu menjalani psikotes atau tes intelegensia? 

Mark Brosnan, peneliti dari Universitas Bath mengatakan, ada bagian tubuh manusia yang bisa digunakan untuk mengungkapkan kecerdasan seseorang, yaitu dengan melihat perbandingan panjang jari manis dan jari telunjuknya.

Orang yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk, lanjutnya, cenderung punya  kemampuan matematika yang lebih tinggi ketimbang kemampuan verbal dan bahasa.

Jika perbandingan sebaliknya, umumnya memiliki kemampuan verbal seperti menulis dan membaca yang lebih baik ketimbang matematika.

"Panjang jari-jari tangan merefleksikan perkembangan bagian-bagian di otak," jelas Brosnan.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa pertumbuhan jari-jari tangan manusia berbeda-beda, tergantung kadar hormon testosteron dan estrogen di dalam rahim saat bayi dikandung ibunya.

Kadar testosteron yang tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan matematika dan pandang ruang.

Hormon itu pula yang menyebabkan jari manis tumbuh lebih panjang. Begitu pula dengan estrogen yang juga mendorong efek yang sama pada bagian otak, tapi yang berhubungan dengan kemampuan verbal.

Hormon ini juga mendukung pertumbuhan jari telunjuk, sehingga lebih panjang daripada jari manis. (beritasatu.com)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

Kecanduan Internet Bisa Diturunkan Lewat Gen

Ilustrasi kafe internet di ChinaFaktanya mereka bergantung pada internet dengan cara yang sama beberapa orang tergantung pada rokok.

Internet telah menjadi bagian yang semakin penting dalam kehidupan kita, tetapi para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa orang yang benar-benar kecanduan online.

Salah satu penyebabnya adalah, genetik.

Tim dari Universitas Bonn dan Institut Pusat Kesehatan Mental di Mannheim, mewawancarai total 843 orang tentang kebiasaan internet mereka.

Sebuah analisis dari kuesioner menunjukkan bahwa 132 lelaki dan perempuan dalam kelompok ini memperlihatkan perilaku bermasalah dalam cara mereka menangani media online.

Semua pikiran mereka berkisar pada internet sepanjang hari dan mereka merasa kesejahteraan mereka sangat dipengaruhi jika mereka harus pergi tanpa itu .

Kemudian mereka membandingkan genetik dari pengguna internet bermasalah dengan individu yang memiliki kontrol sehat.

Yang mereka temukan adalah bahwa 132 subjek lebih sering pembawa variasi genetik yang juga memainkan peran utama dalam kecanduan nikotin.

Penulis utama Dr Christian Montag mengatakan, "Apa yang kita sudah tahu tentang reseptor nicotinic acetylcholine dalam otak adalah bahwa mutasi pada gen terkait mempromosikan perilaku adiktif."

Dia menjelaskan bahwa nikotin dari tembakau cocok, seperti asetilkolin, yang diproduksi oleh tubuh, seperti kunci ke reseptor ini.

Kedua neurotransmitter memainkan peran penting dalam mengaktifkan sistem penghargaan otak.

Dia menambahkan, "Tampaknya bahwa hubungan ini tidak hanya penting untuk kecanduan nikotin, tetapi juga untuk kecanduan internet.

"Hal ini menunjukkan bahwa kecanduan internet bukanlah isapan jempol imajinasi kita." (beritasatu.com)
Bookmark and Share

4 Aplikasi Smartphone Ini Bantu Diet Anda

Bisa memberikan informasi makanan apa saja yang bisa Anda konsumsi, bahkan mengetahui zat tambahan yang terkandung dalam makanan kemasan.

Ada kabar baik bagi Anda yang ingin melakukan diet demi memiliki berat badan ideal. Kini, Anda dapat mengunduh beberapa aplikasi ponsel pintar (smartphone) yang dapat melakukan tugas layaknya dokter pribadi atau konsultan diet Anda. 

Lantas, aplikasi apa saja yang dapat membantu program diet Anda?

Eatery
Aplikasi pintar ini akan menunjukkan kepada Anda tentang apa yang harus dimakan. Dan yang lebih penting, memberitahu apakah Anda sedang membutuhkan diet atau tidak. Dapat dikatakan, ini seperti sebuah direktori untuk menilai apakah Anda makan menu sehat atau tidak.

My Fitness Pal
Kalori adalah kunci keberhasilan diet. Nah, jika Anda tidak terlalu pandai menghitung kalori, serahkan pada aplikasi ini. Cukup dengan memasukkan data yang diminta, Anda dapat melacak kalori dan lemak dalam makanan.

Aplikasi yang kuat ini bahkan dapat dibaca hanya dengan memindai barcode yang ada pada kemasan makanan.

Fooducate
Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda dijamin tidak akan pernah merasa bersalah dengan apa yang Anda makan. Seperti namanya, program ini akan memberikan informasi penting yang menjelaskan makanan yang sehat dan tidak untuk tubuh Anda. Selain itu, aplikasi ini akan memberikan solusi atau alternatif untuk diet sehat yang perlu Anda jalani.

Hampir sama dengan aplikasi My Fitness Pal, aplikasi ini juga dapat membaca barcode untuk diolah menjadi data tentang gula, lemak, pewarna, pengawet dan masih banyak lagi yang terkandung dalam makanan kemasan.

Whole Foods Market
Ingin mencari inspirasi makanan lezat dan sehat? Cukup dengan membuka aplikasi ini yang menyajikan berbagai resep sehat. Caranya, masukkan data pribadi Anda, apakah Anda seorang vegetarian, atau harus menghindari bahan atau zat tertentu. Setelah itu, program ini akan menampilkan pilihan resep yang layak Anda konsumsi.   

Meski keempat aplikasi tersebut dapat membantu keberhasilan diet, Anda tetap disarankan untuk terlebih dahulu konsultasi ke dokter spesialis gizi atau ahli nutrisi untuk hasil yang optimal. Selamat mencoba! (beritasatu.com)
Bookmark and Share

Ditemukan, Tambahan Manfaat ASI Bagi Kesehatan Pencernaan Bayi

ASI mendorong bakteri dalam perut bayi menciptakan lapisan pelindung. 

Sejak lama manfaat air susu ibu (ASI) sudah diketahui baik untuk kesehatan bayi. Kini para ilmuwan menemukan manfaat lain ASI bagi kesehatan bayi. Para ilmuwan di Duke University Medical Center, Inggris, mengatakan, ASI mendorong penguatan sistem pencernaan bayi. 

Hasil penelitian mengungkap, ASI membantu menciptakan koloni-koloni flora mikrobiotik unik yang membantu penyerapan nutrisi dan mendorong perkemangan sistem imun tubuh. 

Pemimpin penelitian ini, dr William Parker, dikutip dari surat kabar Daily Mail mengatakan, ini adalah studi pertama yang meneliti efek dari nutrisi bayi dengan melihat pertumbuhan bakteri. Cara ini memperlihatkan pandangan terhadap mekanisme tersembunyi mengenai manfaat dan keuntungan dari pemberian ASI ketimbang susu formula untuk bayi baru lahir.

Menurut dr Parker, hanya ASI yang bisa mendorong kolonisasi biofilm bermanfaat, dan pengetahuan ini memberi tahu, ada potensi untuk mengembangkan pengganti ASI yang bisa menyerupai manfaat ASI untuk kondisi-kondisi darurat karena ketidaksediaan ASI. 

Selama ini telah diketahui, ASI bermanfaat untuk menurunkan kondisi diare, flu, hingga infeksi saluran pernapasan bila diberikan pada bayi. ASI juga mampu menjaga tubuh membentuk pertahanan terhadap alergi, diabetes tipe 1, multiple sclerosis, dan beragam penyakit lain.

Para peneliti mempelajari mengenai peran flora di dalam perut terhadap kesehatan, dan dari sana diketahui bagaimana pola konsumsi bayi bisa memengaruhi kehidupan mikrobial.
Penelitian ini memelihara bakteri di dalam susu formula khusus bayi, susu sapi, dan ASI. 

Sampel-sampel susu tersebut kemudian diinkubasi dengan bakteri E coli yang dibutuhkan untuk membantu menghalau organisme tertentu yang bisa mengakibatkan keracunan makanan. 

Dalam beberapa menit, bakteri tersebut mulai berkembang biak di semua spesimen, namun ada perbedaan cara. Pada spesimen ASI, bakteri-bakterinya menempel bersama untuk membentuk biofilm, tipis, membentuk lapisan bakteri yang bekerja sebagai pelindung terhadap patogen dan infeksi. 

Bakteri pada susu formula bayi dan sapi juga berkembang biak, namun tidak membentuk lapisan pelindung. 

Dari penelitian ini, dr Parker berharap bisa membantu menciptakan susu formula yang bisa memberikan manfaat mirip ASI, supaya bayi-bayi yang tak memiliki kesempatan mendapat ASI bisa mendapat manfaat serupa. (beritasatu.com)
Bookmark and Share

Cokelat Lindungi Otak dari Ancaman Stroke

Cokelat memang dikenal sebagai makanan yang tak hanya lezat, tetapi juga memberi banyak manfaat. Ada saja alasan untuk mengonsumsi makanan yang satu ini,  termasuk salah satu kajian terbaru yang mengindikasikan bahwa cokelat dapat memberi perlindungan pada otak dari ancaman stroke.

Penelitian yang mengikuti perkembangan kesehatan lebih dari 37.000 pria Swedia menunjukkan, mereka yang sering mengonsumsi cokelat cenderung lebih rendah risikonya terkena stroke. Penelitian lain juga pernah mengungkapkan cokelat menyehatkan jantung. Kendati begitu, tetap tidak disarankan untuk makan cokelat secara berlebihan. 

Responden yang terlibat dalam penelitian ini diwawancara seputar pola makan. Kesehatan mereka juga dimonitor selama satu dekade. Para responden dibagi dalam empat kelompok berdasarkan jumlah cokelat yang mereka konsumsi, yakni yang jarang makan cokelat, makan secara rata-rata, tidak pernah makan, dan yang mengonsumsi 63 gram. 

Dibandingkan dengan orang yang paling banyak mengasup cokelat, mereka dalam kelompok paling rendah berisiko 17 persen terkena stroke selama durasi penelitian. 

Prof Susana Larsson, salah seorang peneliti dari Karolinska Institute mengatakan, efek perlindungan cokelat berasal dari flavonoid dalam cokelat.  "Flavonoid mencegah penyakit kardiovaskular karena mengandung antioksidan, antipenyumbatan, dan antiinflamasi," katanya. 

Selain itu, flavonoid dalam cokelat juga mengurangi konsentrasi kolesterol darah dan menurunkan tekanan darah. 

Walau selama ini penelitian terdahulu lebih menyarankan konsumsi cokelat hitam, tetapi dalam penelitian yang dilakukan Larsson tersebut para responden kebanyakan mengonsumsi cokelat susu. 

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi cokelat mengurangi risiko stroke bila diasup dalam jumlah sedang," kata Dr Clare Walton dari Asosiasi Stroke Inggris.

Para dokter juga menegaskan bahwa mengonsumsi cokelat tidak bisa menggantikan manfaat olahraga dan menjalankan pola makan yang sehat. (kompas.com)
Bookmark and Share

LIKE FOR BLOG