host

Hosting Gratis

Senin, 30 Juli 2012

"Kissenger", Inilah Perangkat Ciuman Jarak Jauh!

Profesor bidang robotik dari National University of Singapore menciptakan perangkat yang mampu menjaga keintiman pasangan jarak jauh. Dengan perangkat ini, pasangan jarak jauh tetap dapat berciuman.
Hal utamanya adalah untuk mentransfer gaya dan tekanan, juga bentuk dari bibir.
-- Hooman Samani
"Perangkat ini bisa digunakan antarmanusia untuk meningkatkan kualitas komunikasinya," kata Hooman Samani, pengembang perangkat ini, seperti dikutip AFP, Senin (23/7/2012).
Perangkat yang dimaksud itu bernama Kissenger, kependekan dari Kiss Messenger. Dengan perangkat ini, pasangan jarak jauh tetap dapat berciuman.
Kissenger berbentuk kepala kecil, dengan bibir seukuran bibir manusia berbahan silikon. Perangkat ini juga dilengkapi dengan sensor. Untuk memakainya, pengguna hanya perlu mencolokkan perangkat pada komputer lewat kabel USB, online, dan mencium perangkat untuk memicu sensor pada perangkat pasangan bergerak.
"Hal utamanya adalah untuk mentransfer gaya dan tekanan, juga bentuk dari bibir," urai Samani.
Menurut dia, bahan silikon yang digunakan adalah bahan yang terbaik sehingga bisa memberikan sensasi terbaik pula. Samani pun mengaku telah mencobanya.
Saat ini, Kissenger masih belum siap dipasarkan. Kajian secara sosial dan budaya tentang penggunaan alat ini diperlukan, sebab ciuman selama ini masih dianggap sesuatu hal yang pribadi.
Kissenger sendiri masih terus dikembangkan di laboratorium dengan kerjasama antara NUS dan Keio University di Jepang. Samani menyebut wilayah studinya sebagai lovotics, yakni riset untuk meningkatkan kedekatan antara robot dan manusia. Kissenger hanyalah salah satu perangkat yang dikembangkannya.
Sumber :
AFP
Bookmark and Share

Fosil Ungkap Rahasia Adaptasi Perubahan Iklim

Palaentolog menemukan beragam fosil makhluk hidup di sebuah gua wilayah utara Australia. Fosil yang ditemukan beragam, seperti hewan pengerat yang berukuran kecil hingga kanguru raksasa. Spesimen fosil tertua yang ditemukan berumur 500.000 tahun.

Gilbert Price, palaentolog dari University of Queensland mengungkapkan, wilayah gua tempat ditemukannya fosil itu sebelumnya merupakan hutan hujan namun kini berubah menjadi daerah padang rumput kering.

Dengan perubahan habitat yang diketahui, ilmuwan menduga bahwa fosil-fn samplingosil yang ditemukan bisa mengungkap rahasia bagaimana makhluk hidup survive beradaptasi di tengah perubahan iklim.

"Yang kami lakukan di sini adalah melihat dengan cermat fosil yang ada dan melihat hewannya serta bagaimana mereka merespons perubahan iklim masa lalu. Itu sangat relevan saat ini," kata Price.

Selama ini, ilmuwan bertanya-tanya bagaimana dampak perubahan iklim pada makhluk hidup. Tapi dampak yang sebenarnya sulit diramalkan sebab tidak ada studi dengan sampling yang cukup pada fauna saat ini.

"Memiliki pemahaman tentang bagaimana makhluk hidup merespon perubahan iklim pada masa lalu sangat luar biasa. Ini sesuatu yang bisa kita gunakan pada model untuk konservasi di masa yang akan datang," jelas Price seperti dikutip AFP, Rabu (25/7/2012).

Menurut peneliti, hewan-hewan kecil yang telah menjadi fosil bisa masuk ke dalam gua karena dibawa predator. Sementara, kanguru raksasa ukuran 2,2 meter dan berat 180 kg masuk lewat mulut gua dengan berguling.

Menurut Price, paling tidak butuh waktu satu tahun untuk mengangkat seluruh fosil yang ada. Sementara, untuk mempelajari seluruhnya, kemungkinan akan memakan waktu seumur hidup manusia.
Sumber :
AFP

Bookmark and Share

Actinobacteria, Nenek Moyang Semua Makhluk Hidup?

Lewat analisis menggunakan data bank gen, William Duax, pakar kimia dari State University of New York di Buffalo, berhasil mengidentifikasi nenek moyang dari semua makhluk hidup di Bumi.

Menurut analisis tersebut, nenek moyang semua makhluk hidup di Bumi adalah jenis bakteri Actinobacteria, jenis bakteri yang selama ini banyak menghasilkan antibiotik yang dibutuhkan manusia.

Analisis Duax dilakukan dengan membandingkan protein ribosom, protein yang bersama asam ribonukleat menyusun organ sel bernama ribosom, yang berperan dalam pembentukan protein itu sendiri.

Penelitian dilakukan dengan data bank gen. Protein dari beragam kingdom makhluk hidup dibandingkan untuk mengetahui moyangnya. Hasilnya, moyang terakhir dari makhluk hidup adalah bakteri Actinobacteria.

Protein ribosom selama ini banyak digunakan dalam kajian evolusi sebab mudah diidentifikasi secara akurat dan hanya ditransfer ke individu lewat reproduksi.

Dengan analisis protein itu, peneliti bisa menempatkan individu dalam pohon evolusi. Protein yang dibandingkan dalam studi ini disebut S19 dan S13.

Bank gen kini memiliki 600.000 gen milik lebih dari 6.000 spesies. Hasil studi ini akan dipresentasikan di pertemuan tahunan American Crystallographic Association.
Sumber :
Bookmark and Share

Satu Lagi Planet Layak Huni Ditemukan

Astronom berhasil menemukan satu lagi planet yang mirip Bumi dan kemungkinan layak dihuni makhluk hidup. Planet tersebut bernama HD85512b dan merupakan planet yang mengorbit bintang katai oranye dan ada pada jarak 36 tahun cahaya dari tata surya di konstelasi Vela.
HD85512b ditemukan lewat penelitian menggunakan High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher (HARPS) European Southern Observatory di Cile. Radial velocity adalah teknik memburu planet dengan cara melihat perubahan cahaya bintang yang diorbit.
Data HARPS menunjukkan bahwa HD85512b memiliki massa 3,6 kali Bumi. Selain itu, planet yang baru saja ditemukan ini juga punya jarak pas dengan bintang induknya sehingga memungkinkan keberadaan air dalam wujud cair di permukaannya.
"Jaraknya adalah tepat pada batasan yang memungkinkan Anda untuk memiliki air dalam wujud cair," kata Lisa Kaltenegger dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics dan Max Planck Institute for Astronomy. "Jika Anda membandingkan dengan tata surya kita, planet ini sedikit lebih jauh dari jarak Matahari-Venus," kata Kaltenegger seperti dikutip National Geographic, Selasa (30/8/2011). Ini berarti planet tersebut lebih banyak menerima energi dari bintangnya dibandingkan dengan Bumi.
Kaltenegger mengatakan, planet ini juga memiliki tutupan awan sedikitnya 50 persen untuk merefleksikan panas dari bintangnya, mencegah pemanasan yang berlebihan. Tutupan awan ini mendekati tutupan awan Bumi, yang rata-rata sekitar 60 persen.
Tutupan awan mengindikasikan adanya atmosfer yang mirip Bumi. Penelaahan terhadap atmosfer masih belum memungkinkan karena jarak yang cukup jauh. Namun, dipercaya bahwa planet bermassa kurang dari 10 kali massa Bumi itu memiliki atmosfer yang mirip Bumi, didominasi nitrogen dan oksigen.
HD85512b merupakan planet batuan kedua yang memiliki kemiripan dengan Bumi. Berdasarkan jarak dengan bintangnya, planet ini bisa dikatakan layak huni sebab ada pada zona yang tak terlalu panas ataupun tak terlalu dingin. Planet sebelumnya yang dikatakan layak huni adalah Gliese 581d, yang sebelumnya juga ditemukan dengan instrumen HARPS. Sebenarnya terdapat juga Gliese 581g yang juga diklaim layak huni. Namun, klaim planet terakhir ini masih menjadi kontroversi.
Manfred Cuntz, direktur program astronomi University of Texas di Austin, mengatakan, selain soal ukuran dan jarak, ada faktor lain yang membuat HD85512b bisa dikatakan sebagai planet layak huni dan bukan hanya klaim belaka. Salah satu faktor lain itu adalah orbit planet yang mendekati lingkaran sehingga memungkinkan iklim yang stabil. Faktor lain, bintang induk yang bernama HD85512 memiliki usia lebih tua dari Matahari sehingga kurang aktif dan mengurangi risiko akibat badai elektromagnetik.
Cuntz menambahkan, usia dari tata surya tempat HD85512b bernaung adalah 5,6 miliar tahun sehingga bisa mendukung kehidupan. Sebagai perbandingan, tata surya tempat Bumi bernaung diperkirakan berumur 1 miliar tahun lebih muda, alias 4,6 miliar tahun.
Sayangnya, dengan segala potensi mendukung kehidupan, masih belum mungkin bagi manusia untuk menuju planet itu. Jikapun bisa, maka manusia pasti merasa asing karena kondisi planet yang panas, lembab, dan gravitasi yang 1,4 kali lebih besar daripada Bumi. "Hot yoga mungkin adalah hal yang Anda bisa nikmati dengan gratis di sana," canda Kaltenegger.
(kompas.com)
Bookmark and Share

Senin, 23 Juli 2012

Memakai Cahaya, Para Peneliti Mengubah Pola 2-D menjadi Objek 3-D


Para peneliti dari North Carolina State University telah mengembangkan cara sederhana mengubah pola dua dimensi menjadi objek tiga dimensi (3-D) hanya dengan memakai cahaya.

“Ini adalah penerapan baru dari bahan yang telah ada, dan berpotensi bagi pengolahan fabrikasi atau pengepakan volume tinggi cepat” kata Dr. Michael Dickey, asisten profesor kimia dan teknik biomolekul di NC State dan pengarang bersama makalah penelitian.
Prosesnya sangat sederhana. Para peneliti mengambil lembaran plastik pra-tekan dan menjalankannya melalui printer inkjet konvensional untuk mencetak garis hitam tebal pada bahan. Bahan kemudian dipotong menjadi pola yang diinginkan dan diletakkan di bawah cahaya inframerah, seperti misalnya lampu panas.
Garis hitam tebal menyerap lebih banyak energi daripada bagian lain dari bahan tersebut, menyebabkan plastik ini berkontraksi – menciptakan kerangka yang melipat lembaran menjadi bentuk 3-D. Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai jenis benda, seperti kubus atau piramida, tanpa harus secara fisik menyentuh bahan tersebut. Teknik ini sesuai dengan teknik percetakan komersial, seperti percetakan layar, percetakan roll-to-roll, dan percetakan inkjet, yang murah dan tinggi kinerjanya namun masih 2-D.
 Dengan meragamkan lebar garis hitam atau sendi, para peneliti mampu mengubah seberapa jauh tiap sendi melipat. Sebagai contoh, mereka dapat menciptakan sendi yang melipat 90 derajat untuk sebuah kubus, atau sebuah sendi yang dapat melipat 120 derajat untuk piramida. Semakin lebar sendi, semakin besar ia melipat. Sendi yang lebih besar juga melipat lebih cepat, karena lebih banyak luas permukaan untuk menyerap energi.
 “Anda juga dapat memolakan garis di kedua sisi bahan,” kata Dickey, “yang menyebabkan sendi melipat ke arah berbeda. Ini memungkinkan anda menciptakan struktur yang lebih kompleks.”
Para peneliti mengembangkan sebuah model berbasis komputer untuk menjelaskan bagaimana proses ini terjadi. Ada dua penemuan kunci. Pertama, suhu permukaan sendi harus melebihi suhu transisi kaca bahan, yang merupakan titik dimana bahan mulai melembut. Kedua, suhu harus dilokalisasi di sendi untuk memperoleh pelipatan cepat dan efektif. Bila semua bahan dipanaskan pada suhu transisi kaca, tidak ada pelipatan yang terjadi.
 “Temuan ini bertopang dari penelitian yang kami lakukan pada ingatan bentuk polimer, sebagai bagian untuk memenuhi keheranan kami. Seperti ditunjukkan, ia bekerja sangat baik,” kata Dickey.
 Makalahnya,  “Self-folding of polymer sheets using local light absorption,” diterbitkan tanggal 10 November 2011 dalam jurnal Soft Matter, dan dikarang bersama oleh Dickey; profesor kimia dan teknik biomolekuler NC State Jan Genzer; mahasiswa doktoral NC State Ying Liu, dan mahasiswa S1 NC State Julie Boyles. Karya ini didukung sebagian oleh Kementrian Energi AS.
 Jurusan Kimia dan Teknik Biomolekuler NC State adalah bagian dari Fakultas Teknik Universitas tersebut.
Sumber berita:
Referensi jurnal:
Ying Liu, Julie K. Boyles, Jan Genzer, Michael D. Dickey. Self-folding of polymer sheets using local light absorptionSoft Matter, 2012; DOI: 10.1039/c1sm06564e
Bookmark and Share

Membaca Pikiran dari Rekaman Otak? Ilmuan Memecahkan Kode Sidik Jari Neural Asosiasi Ingatan Manusia


Para peneliti telah lama tertarik dengan menemukan cara yang digunakan pikiran otak manusia melalui sinyal listrik yang kompleks.

Sebuah studi Universitas Pennsylvania dan Universitas Thomas Jefferson melangkah lebih maju menuju pembacaan pikiran aktual memakai rekaman otak untuk memperoleh cara orang mengatur asosiasi antara kata dalam ingatanmereka.
 Penelitian dilakukan oleh professor Michael J. Kahana dari jurusan psikologi di Sekolah seni dan Sains Penn dan mahasiswa pasca sarjana Jeremy R Manning, anggota dari Kelompok pasca sarjana neurosains di sekolah medis Perelman Penn. Mereka bekerjasama dengan anggota lain lab Kahana, serta fakultas penelitian di Rumah Sakit Universitas Thomas Jefferson.
 Studi mereka akan diterbitkan dalam  The Journal of Neuroscience.
Rekaman otak yang penting bagi studi ini dimungkinkan oleh fakta kalau partisipannya adalah pasien epilepsy yang sukarela berpartisipasi dalam studi ini sambil menunggu bedah otak. Para partisipan diberi elektroda kecil yang ditanam di otak mereka, yang memungkinkan para peneliti mengamati dengan tepat sinyal listrik yang tidak mungkin diukur di luar tengkorak. Sementara merekam sinyal listrik, para peneliti meminta partisipan mendaftarkan 15 kata yang dipilih acak dan, satu menit kemudian, mengulang kata tersebut kembali dalam urutan apapun yang muncul dalam pikiran mereka.
 Para peneliti memeriksa rekaman otak saat para partisipan mempelajari tiap kata untuk mendapatkan sinyal di otak partisipan yang mencerminkan makna kata. Sekitar satu detik sebelum partisipan mengingat tiap kata, sinyal makna yang sama ini ditemukan saat fase studi dimana ia diaktivasi kembali secara spontan dalam otak partisipan.
 Karena partisipan tidak melihat, mendengar, atau membicarakan kata apapun saat pola di aktivasi ulang, para peneliti yakin kalau mereka mengamati signatur neural dari pikiran internal yang dibuat sendiri oleh partisipan.
 Secara kritis, perbedaan antara partisipan dalam cara sinyal makna ini direaktivasi meramalkan urutan dimana partisipan mengingat kata-kata. Secara khusus, derajat dimana sinyal makna direaktivasi sebelum meningat tiap kata mencerminkan kecenderungan tiap partisipan untuk mengelompokkan kata yang sama (seperti bebek dan angsa) dalam urutan mengingat mereka. Karena partisipan diminta mengatakan kata-kata dalam urutan yang muncul dalam pikiran mereka, urutan khusus mengingat yang dibuat partisipan memberi gambaran bagaimana kata-kata ini diorganisasi dalam ingatan partisipan tersebut.
Dalam studi sebelumnya, Manning dan Kahana memakai teknik yang sama untuk meramalkan kecenderungan partisipan untuk mengorganisasi informasi yang dipelajari menurut waktu ia dipelajari. Studi baru ini menambahkan pada penelitian ini dengan memberi singnatur neural informasi yang dipelajari secara terorganisir berdasarkan makna.
“Pola otak setiap orang membentuk semacam “sidik jari neural” yang dapat digunakan untuk membaca cara mereka mengorganisir ingattan mereka lewat asosiasi kata,” kata Manning.
 Teknik yang dikembangkan para peneliti dalam studi ini juga diadaptasi untuk menganalisis banyak cara informasi yang dipelajari secara organisasi mental.
 “Selain melihat pada ingatan yang diatur berdasarkan waktu, seperti dalam studi kami sebelumnya, atau dengan makna, seperti dalam studi kami sekarang, kita dapat memakai teknik ini untuk menemukan signatur neural dari bagaimana manusia mengatur informasi yang dipelajari menurut penampakan, ukuran, tekstur, suara, rasa, lokasi, atau apapun sifat yang dapat diukur,” kata Manning.
 Studi demikian akan memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai aspek dasar perilaku manusia.
 “Mengingat verbal spontan adalah bentuk ingatan yang banyak dalam hidup kita dan unik bagi spesies manusia,” kata Kahana. “Namun aspek ingatan manusia ini yang paling sedikit dipahami mekanisme otaknya. Data kami menunjukkan korespondensi langsung antara pola aktivitas otak dan makna kata individual dan menunjukkan bagaimana representasi neural makna ini meramalkan cara dimana satu item memberi petunjuk pada yang lainnya saat mengingat spontan.
 “Dengan peran kritis bahasa dalam pikiran dan komunikasi manusia, menemukan representasi neural yang mencerminkan makna kata saat ia diingat secara spontan memberi kita satu langkah maju pada tujuan memetakan pikiran dalam otak manusia.”
Sumber berita:
Referensi jurnal:
Alec Solway, B B Murdock, M J Kahana (2012) Positional and temporal clustering in serial order memory, 177-190. In Memory & Cognition 40 (2).
“Spontaneously reactivated patterns in frontal and temporal lobe predict semantic clustering during memory search” by Manning, J. R., Sperling, M. R., Sharan, A., Rosenberg, E. A., and Kahana, M. J. in press to be published in Journal of Neuroscience 2012
Bookmark and Share

Cara Baru Meningkatkan Potensi Kimiawi Seperti-Ganja dalam Tubuh


Dengan memblokir aktivitas FAAH dapat meningkatkan beberapa efek anandamide tanpa menghasilkan "mabuk" seperti ganja.

Para peneliti dari University of California Irvine dan Italia telah menemukan cara baru untuk meningkatkan efek anandamide – suatu kimia alami seperti-ganja dalam tubuh yang dapat memulihkan rasa sakit.
Dipimpin oleh Daniele Piomelli, tim riset ini mengidentifikasi protein “pendamping” dalam sel-sel otak yang mengangkut anandamide ke situs dalam sel di mana enzim memecahnya. Mereka menemukan bahwa dengan memblokir protein ini – yang disebut FLAT – dapat meningkatkan potensi anandamide.
Penelitian sebelumnya oleh para peneliti menunjukkan bahwa senyawa-senyawa yang meningkatkan kemampuan alami anandamide itu bisa membentuk dasar dari obat rasa sakit yang tidak menghasilkan sedasi, kecanduan atau efek samping pusat sistem saraf lainnya, seperti yang ada pada obat penghilang rasa sakit yang ada, seperti opiat.
“Temuan ini meningkatkan harapan bahwa sifat analgesik dari ganja dapat dimanfaatkan untuk obat baru yang aman,” kata Piomelli, seorang profesor farmakologi. “Senyawa obat khusus yang kami ciptakan ini, yang memperkuat tindakan alami bahan kimia seperti-ganja, menunjukkan prospek yang besar.”
Untuk penelitian ini, yang muncul dalam Nature Neuroscience, ia bersama rekan-rekannya menggunakan metode komputasi untuk memahami bagaimana FLAT berikatan dengan anandamide dan mengawalnya ke situs sel yang akan terdegradasi oleh enzim hidrolase amida asam lemak (FAAH).
Anandamide dijuluki sebagai “molekul kebahagiaan” karena kemiripannya dengan bahan aktif dalam ganja. Dalam studi Piomelli ini, sebuah neurotransmitter yang merupakan bagian dari sistemendocannabinoid tubuh bisa berperan sebagai analgesik, anti ansietas dan antidepresan. Ini juga penting dalam mengatur konsumsi makanan. Dengan memblokir aktivitas FAAH dapat meningkatkan beberapa efek anandamide tanpa menghasilkan “mabuk” seperti ganja.
Piomelli dan rekan-rekannya berspekulasi bahwa dengan menghambat FLAT (penghantar anandamideseperti-FAAH) mungkin akan sangat berguna dalam mengendalikan bentuk-bentuk rasa sakit tertentu - yang disebabkan oleh kerusakan sistem saraf pusat, misalnya – dan mengendalikan kecanduan obat-obatan seperti nikotin dan kokain.
Para peneliti dari UCI, Universitas Parma dan Universitas Bologna Italia, serta Institut Teknologi Italia berpartisipasi dalam penelitian ini, didukung pendanaan dari US National Institute on Drug Abuse, U.S. National Institute on Alcohol Abuse & Alcoholism & Alkoholisme, dan U.S. National Institute of General Medical Sciences.
Kredit: University of California – Irvine
Jurnal: Jin Fu, Giovanni Bottegoni, Oscar Sasso, Rosalia Bertorelli, Walter Rocchia, Matteo Masetti, Ana Guijarro, Alessio Lodola, Andrea Armirotti, Gianpiero Garau, Tiziano Bandiera, Angelo Reggiani, Marco Mor, Andrea Cavalli, Daniele Piomelli. A catalytically silent FAAH-1 variant drives anandamide transport in neuronsNature Neuroscience, 2011; DOI: 10.1038/nn.2986
Bookmark and Share

'Hormon Cinta’: Membantu Mengarahkan Perkembangan Satu Area Penting di Otak


Studi ini mengungkapkan fungsi baru yang mengejutkan pada hormon oksitosin.

Begitu banyak kimia tubuh yang dikendalikan oleh otak – dari tekanan darah, nafsu makan hingga metabolisme makanan. Dalam penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini dalam Developmental Cell, sebuah tim ilmuwan yang dipimpin Dr. Gil Levkowitz dari Institut Weizmann, telah mengungkapkan struktur yang tepat pada satu area otak yang penting, di mana perintah-perintah biokimia dihantarkan dari sel-sel otak ke aliran darah, lalu dari situ ke tubuh. Dalam prosesnya, mereka menemukan peran baru yang mengejutkan pada “hormon cinta”, menunjukkan bahwa hormon ini membantu mengarahkan perkembangan struktur otak tersebut.
Area yang bersangkutan, yaitu neurohypophysis, merupakan sebuah antarmuka antara serat saraf dan pembuluh darah yang terletak di dasar otak. Berikut ini, beberapa interaksi tubuh-otak besar yang terjadi: Hormon yang dilepaskan dari saraf ke dalam pembuluh darah mengatur serangkaian proses tubuh yang vital, termasuk keseimbangan cairan dan kontraksi uterus saat melahirkan.
Meskipun neurohypophysis telah dipelajari selama lebih dari satu abad, para ilmuwan dalam penelitian ini mengembangkan alat genetik baru yang memungkinkan mereka dapat memeriksa susunan tiga-dimensi struktur otak yang tepat dan memperjelas proses seluler dan molekuler yang mengarah pada pembentukannya.
Karena neurohypophysis manusia begitu kompleks, para ilmuwan melakukan penelitian pada embrio ikan zebra yang hidup. Embrio ini sepenuhnya transparan, menawarkan model yang unik untuk mempelajari otak vertebrata, memanfaatkan ikan ini untuk memanipulasi genetik dengan relatif mudah dan memungkinkan para peneliti mengamati pembentukan neurohypophysis yang sebenarnya di bawah mikroskop.
Studi ini mengungkapkan fungsi baru yang mengejutkan pada hormon oksitosin. Hormon “pembawa pesan” ini dijuluki “hormon cinta” karena, di samping mengontrol nafsu makan dan perilaku reproduksi wanita seperti pemberian ASI, hormon ini juga terlibat dalam ikatan ibu-anak dan pasangan. Para ilmuwan menunjukkan bahwa oksitosin, salah satu dari dua hormon utama yang disekresi dalam neurohypophysisdewasa, terlibat dalam pengembangan area otak ini pada embrio. Pada tahap ini, oksitosin mengatur pembentukan pembuluh darah baru.
“Hormon pembawa pesan itu membantu membangun jalan bagi transmisi pesannya sendiri di masa depan,” kata Levkowitz. Developmental Cell menyoroti temuan penelitian ini dalam preview berjudul, “The Hormone of Love Attracts a Partner for Life.”
Temuan ini merupakan kemajuan penting dalam penelitian dasar karena memberi titik terang tentang proses otak yang mendasar, tapi di masa depan mungkin juga relevan untuk pengobatan penyakit. Karena neurohypophysis merupakan salah satu dari beberapa bagian otak yang mampu beregenerasi setelah cedera, pemahaman tentang bagaimana area ini terbentuk mungkin suatu saat membantu mencapai regenerasi di bagian-bagian sistem saraf pusat lainnya.
Kredit: Weizmann Institute of Science
Jurnal: Amos Gutnick, Janna Blechman, Jan Kaslin, Lukas Herwig, Heinz-Georg Belting, Markus Affolter, Joshua L. Bonkowsky, Gil Levkowitz. The Hypothalamic Neuropeptide Oxytocin Is Required for Formation of the Neurovascular Interface of the PituitaryDevelopmental Cell, 2011; 21 (4): 642 DOI: 10.1016/j.devcel.2011.09.004
Bookmark and Share

Gel Konduktor Listrik dengan Kinerja Tak Terduga berhasil Disintesis


Para peneliti Stanford telah menciptakan gel konduktor listrik yang cepat dan mudah dibuat, dapat dipolakan ke permukaan dengan sebuah printer inkjet dan menunjukkan kinerja listrik tak terduga.

Bahan ini, diciptakan oleh asisten profesor teknik kimia Stanford Zhenan Bao, asisten profesor ilmu dan teknik bahan Yi Cui, dan anggota lab mereka, adalah sejenis hidrogel konduktor – sebuah jelly yang terasa dan berperilaku seperti jaringan biologis, namun menghantarkan listrik seperti logam atau semikonduktor.
Kombinasi sifat ini memberikan janji besar bagi sensor biologi dan alat penyimpan energi masa depan, namun sulit dibuat hingga saat ini.
 Penelitian ini hadir di jurnal   Proceedings of the National Academy of Sciences.
Mencetak Jell-O
Bao dan Cui membuat gel ini dengan mengikat rantai panjang senyawa organik anilin bersama dengan asam fitik, yang ditemukan secara alami dalam jaringan tanaman. Asam ini mampu menangkap enam rantai polimer sekaligus, membuat jaringan saling silang yang luas.
“Sudah ada polimer konduktor yang tersedia secara komersil,” kata Bao, “namun semuanya berbentuk film seragam tanpa struktur nano.”
Sementara itu, saling silang gel ini membuat struktur kompleks mirip spons. Hidrogel ditandai dengan pori-pori kecil yang sangat banyak yang memperluas permukaan gel, meningkatkan jumlah muatan yang dapat ia simpan, kemampuannya mengindera zat kimia, dan mempercepat respon listriknya.
Walaupun begitu, gel ini dapat dimanipulasi dengan mudah. Karena bahan ini tidak mengeras hingga langkah terakhir sintesisnya, ia dapat dicetak atau disimbur sebagai cairan dan diubah menjadi gel setelah ia menempel – artinya pabrik dapat membuat elektroda berpola menarik dengan harga murah.
 “Anda tidak dapat mencetak Jell-O,” kata Cui. “Namun dengan teknik ini, kami dapat mencetaknya dan membuatnya menjadi Jell-O nanti.”
Elektroda lembut
Struktur tidak biasa dari bahan ini juga memberikan gel yang disebut Cui sebagai “sifat elektronika luar biasa.”
Sebagian besar hidrogel terikat oleh sejumlah besar molekul pengisolasi, mengurangi kemampuan keseluruhan bahan untuk melewatkan arus listrik. Namun asam fitik adalah “dopan molekul-kecil” – berarti kalau ketika ia berikatan dengan rantai polimer, ia juga memberikan muatan pada mereka. Efek ini membuat hidrogel ini sangat konduktif.
Konduktansi gel ini adalah “diantara yang terbaik yang bisa anda dapatkan lewat proses semacam ini,” kata Cui. Kapasitasnya untuk menyimpan muatan sangat tinggi, dan responnya pada muatan yang diberikan luar biasa cepat.
Kesamaan zat ini pada jaringan biologis, luas permukaannya yang besar dan kemampuan listriknya membuatnya sesuai untuk memungkinkan sistem biologi berkomunikasi dengan perangkat keras teknologi.
Para peneliti membayangkan ia digunakan dalam segalanya dari pelacak medis dan sensor biologis di lab hingga sel bahan bakar dan kapasitor kepadatan energi tinggi.
“Dan semua yang ia buat adalah bahan-bahan yang tersedia secara komersil yang dilemparkan dalam sebuah larutan air,” kata Bao.
Pengarang perdana makalah ini adalah Guihua Yu, pasca doktoral dalam teknik kimia di Stanford, dan Lijia Pan, sarjana tamu teknik kimia dari Universitas Nanjing, China.
Institut Energi Precourt Stanford mendanai penelitian ini.
Sumber berita:
Referensi jurnal:
L. Pan, G. Yu, D. Zhai, H. R. Lee, W. Zhao, N. Liu, H. Wang, B. C.- K. Tee, Y. Shi, Y. Cui, Z. Bao.Hierarchical nanostructured conducting polymer hydrogel with high electrochemical activity.Proceedings of the National Academy of Sciences, 2012; 109 (24): 9287 DOI: 10.1073/pnas.1202636109
Bookmark and Share

Rabu, 18 Juli 2012

Tanaman Paling Rakus di Dunia

Apakah tanaman paling rakus di dunia? Jawabannya adalah Nephentes sp. atau yang lebih dikenal dengan nama kantung semar, tanaman yang pastinya sudah akrab di telinga Anda. Tanaman itu bisa memakan 6.000 rayap setiap harinya untuk mendapatkan nutrisi.

Hah, memakan rayap? Yup, tanaman kantung semar adalah jenis tanaman karnivor, suatu jenis tanaman yang tidak hanya menyerap nutrisi dari tanah, tetapi juga mendapatkannya dari hewan, terutama serangga. Salah satu jenis serangga yang dimanfaatkan tanaman karnivor, terutama kantung semar, adalah rayap. Bukan cuma lalat seperti sering dijadikan contoh.

Kantung semar memiliki bentuk seperti piala dengan lubang di tengahnya. Bagian bibir dari piala tersebut mengandung nektar yang berfungsi sebagai jebakan bagi serangga. Sementara bagian dalam dari piala memiliki permukaan licin, membuat serangga bisa dengan mudah terperosok ke dalam piala.

Di alam bebas, strategi kantung semar agar bisa mendapat makanan ini bekerja dengan baik. Setiap harinya, ribuan serangga berduyun-duyun mendatangi kantung semar. Mereka memadati bagian bibir piala untuk bisa memakan nektarnya dan di tengah kepadatan itu, beberapa rayap yang bernasib sial terpaksa harus jatuh ke bagian dalam piala.

Jika sudah terjatuh, maka tamat sudah. Piala kantung semar akan mengatup, tak memungkinkan serangga untuk melarikan diri. Rayap-rayap itu harus merelakan dirinya menjadi santapan bagi kantung semar. Kantung semar akan menyerap nitrogen pada rayap, kemudian menggunakannya sebagai nutrisi.

Bagaimana ya harus menyaksikan proses kantung semar menjebak dan memakan rayap? Datang saja ke Science Film Festival dan lihatlah film yang berjudul Intelligent Plant. Film ini akan diputar di Blitz Megaplex Pacific Place pada hari Minggu (21/11/2010) pukul 11.00 dan Sabtu (27/11/2010) pukul 13.00. 

Film ini juga bisa ditonton di PPIPTEK TMII Hari Minggu (21/11/2010) pukul 12.00, hari Sabtu (27/11/2010) pukul 12.00, dan hari Selasa (30/11/2010) pukul 12.00. Film juga akan diputar di kampus Universitas Paramadiana Mampang pada hari Minggu (21/11/2010) pukul 12.00, Sabtu (27/11/2010) pukul 12.30, dan Selasa (30/11/2010) pukul 12.00.

Kesempatan menonton film bisa didapatkan gratis dengan menelepon Goethe Institute di nomor 0858-9057-9010 atau 021-23550208 ext 131. Pemesanan juga bisa dilakukan dengan mengirim e-mail ke sff@jakarta.goethe.org. Begitu Anda memesan, nama Anda akan tercatat di daftar penonton sehingga Anda tak memerlukan tiket fisik.

Pemesanan juga hanya bisa dilakukan lewat telepon atau e-mail, tidak bisa langsung memesan di tempat. Ketika Anda memesan, Anda tinggal menyebutkan judul film dan tempat menonton yang diinginkan. Bagian pemesanan akan memberitahukan pada Anda jika tempat duduk sudah habis sehingga Anda bisa merencanakan kesempatan lain untuk menonton. 

Di film Intelligent Plants, Anda juga akan mendapatkan banyak sekali informasi tentang tanaman. Misalnya, tanaman putri malu yang ternyata bisa dibius, tanaman tali sepatu penyihir yang menjadi parasit pintar juga tanaman yang durinya dijadikan rumah bagi para serangga untuk membesarkan anakannya. (kompas.com)
Bookmark and Share

Selera Lebah Menentukan Warna Bunga


Selera lebah menentukan warna bunga. Demikian hasil penelitian tim ilmuwan dari Monash University, Australia yang dipublikasikan di jurnal Proceeding of the Royal Society B, Rabu (6/6/2012).
Peneliti mengungkapkan, lebah memiliki penglihatan trikromatik berbasis fotoreseptor sinar ultraviolet, biru dan hijau. Pengelihatan lebah berbeda dengan manusia. Namun, lebah di seluruh dunia memiliki pengelihatan yang sama.
Studi sebelumnya di wilayah Amerika Utara menunjukkan bahwa warna bunga yang berkembang ditentukan oleh pengelihatan dan selera lebah. Lewat penelitian ini, peneliti di berupaya melihat kaitan dua hal tersebut di wilayah Australia.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Adrian Dyer dari Deprtemen Fisiologi Monash University mengoleksi 111 spesies bunga asli Australia kemudian menganalisis warnanya dengan spektrometer. Mereka mencocokkan warna dengan pengelihatan lebah.
"Riset kami menunjukkan bahwa faktor umum (yang menentukan warna bunga) adalah kemampuan lebah membedakan warna. Tanaman berbunga mengembangkan warna mahkota bunga yang menarik lebah," ungkap Dyer.
Tanaman berbunga mengembangkan warna mahkota yang bisa dilihat lebah dan menarik bagi lebah. Tujuannya, agar lebih banyak lebah datang membantu proses penyerbukan. Lebah adalah penyerbuk utama sehingga tanaman berbunga lebih menuruti selera lebah daripada kupu-kupu atau burung.
Studi di Australia dimungkinkan sebab benua tersebut telah lama terisolasi. Australia memisah dari benua lainnya sejak 34 juta tahun lalu. Bunga yang saat itu berwarna lembut hingga hampir tidak berwarna kini menjadi warna-warni. Ini menjadi contoh bagus dalam kajian evolusi.
"Isolasi jangka panjang Australia berarti bahwa spesies tumbuhan berbunga di sini dan Eropa berevolusi secara independen untuk memiliki warna mahkota bunga yang sama," urai Dyer seperti dikutip Physorg. (kompas.com)
Bookmark and Share

Hah, Mobil Berbahan Baku Nanas?


Bagaimana jika sebuah mobil terbuat dari nanas? Wah, pasti seru naik mobil ini. Para ilmuwan yakin, serat tanaman seperti nanas dan pisang bisa dipakai sebagai bahan baku body mobil. Kata mereka, dalam 2 tahun ke depan mobil berbahan serat tanaman buah itu bisa terwujud.
Imagi pembuatan mobil berbahan serat tanaman buah ini adalah contoh inovasi teknologi nano. Jadi, serat tanaman ini dimanfaatkan sebagai campuran untuk memperkaya bahan plastik. Ilmuwan mengatakan, bahan plastik yang telah diperkaya dengan serat tanaman akan menjadi bahan yang super kuat.
Dr Alcides Leao dari Sao Paulo University, pengembang bahan ini, mengatakan pada American Chemical Society di Anaheim, California, "Karakteristik dari plastik (yang telah diperkaya serat tanaman) ini luar biasa. Bahannya ringan tapi sangat kuat. 30 persen lebih ringan dan 3 hingga 4 kali lebih kuat dari plastik biasa."
"Kami percaya, beberapa bagian mobil seperti dashboard, bemper dan panel samping, akan terbuat dari serat nano buah ini. Satu hal, bahan ini akan mengurangi berat mobil dan meningkatkan efisiensi bahan bakar," lanjut Leao seperti dikutip Daily Mail 28 Maret 2011.
Serat tanaman yang dipergunakan dalam proses ini adalah serat nano yang 50.000 unitnya saja hanya berdiameter sehelai rambut. Serat ini diperoleh dengan proses yang lebih kompleks dari serat tanaman biasa yang telah dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas selama berabad-abad.  
Dr Leao telah meneliti beragam serat tanaman untuk membuat material plastik yang lebih kuat, ringan dan ramah lingkungan. Berdasarkan hasil penelitiannya, bahan baku paling potensial sebagai pengaya plastik adalah daun dan batang nanas serta curaura, sejenis nanas yang tumbuh di Amerika Selatan.
Leao mengakui bahwa proses membuat material ini sangat mahal. Namun sebenarnya hanya dibutuhkan serat dalam jumlah sedikit saja untuk memperkaya plastik. Ia juga mengatakan bahwa ke depannya, material ini bahkan bisa dipakai untuk bahan baku spare part mobil lain.
"Sejauh ini, kita masih fokus dalam upaya menggantikan material mobil berbahan plastik. Tapi di masa depan kita mungkin bisa menggantikan spare part berbahan logam dengan serat nano ini," paparnya.  Menurutnya, bahan ini bahkan bisa dipakai untuk aplikasi medis, seperti digunakan sebagai pembuat sendi artifisial.
Selain nanas, bahan baku lain yang bisa dimanfaatkan untuk membuat serat nano ini adalah serat pisang dan serat batok kelapa. Selain jadi lebih ringan dan kuat, dengan serat tanaman ini plastik akan lebih tahan panas dan bahan bakar yang tumpah. (kompas.com)
Bookmark and Share

Jubah Tembus Pandang


Jubah tembus pandang, seperti yang dipakai Harry Potter, sebentar lagi jadi kenyataan. Jubah baru ini bisa membuat objek yang ditutupinya tak terlihat oleh mata.
Jubah dibuat dari dua potong kristal kalsit, mineral berwarna putih atau tak berwarna yang biasa terdapat dalam batu gamping. Kedua potong kristal tersebut ditempel dengan aturan tertentu.
Kalsit sangat bersifat anisotropik, sifat yang membuat cahaya yang datang akan diteruskan ke sudut yang berbeda dari cahaya yang masuk dari sisi lain. Dengan menggunakan dua kalsit, para peneliti dapat membelokkan cahaya di sekitar objek padat yang diletakkan di antara kristal.
Di dalam kedua kristal kasit itu ada celah berbentuk segitiga siku-siku. "Apa pun yang Anda letakkan di bawah celah ini tak akan tampak dari luar," kata George Barbastathis dari MIT.
Jubah buatan Massachusetts Institute of Technology dan SMART Centre dari Singapura ini tidak seperti jubah-jubah serupa yang pernah dikembangkan. Jubah-jubah lama hanya dapat membuat benda-benda menghilang di bawah sinar dengan panjang gelombang yang tak tampak oleh manusia.
Jubah lain hanya dapat menghilangkan benda-benda mikroskopis. Jubah baru ini dapat bekerja dengan cahaya yang terlihat oleh mata manusia dan dapat menyembunyikan objek yang cukup besar.
Jubah tembus pandang ini masih punya kekurangan. Salah satu contohnya adalah hanya bekerja maksimal di bawah cahaya hijau. Para peneliti sengaja mendesain dengan warna hijau karena, selain kalsit hanya bisa dikonfigurasi pada gelombang cahaya tertentu saja, mata manusia sangat sensitif terhadap warna hijau. Demikian jelas Barbastathis.
Selain itu, efek menghilang ini hanya tampak jelas dari sudut tertentu. Jika dilihat dari sudut berbeda, objek akan tampak kembali.
Meskipun demikian Barbastathis merasa percaya diri kalau timnya atau peneliti lain akan membuat jubah yang lebih baik dalam waktu dekat.
Ia juga yakin kalau jubah seperti ini akan punya penggunaan. "Di Boston ada banyak persimpangan jalan dengan sudut yang tajam. Saat melihat lampu lalu lintas, mungkin Anda akan bingung apakah lampu itu untuk jalan Anda atau jalan lain. Dengan jubah ini, kita bisa sembunyikan lampu lalu lintas yang lain sehingga pengendara tidak bingung," jelas Barbastathis. (kompas.com)
Bookmark and Share

Orang Ini Mau Tanam Kamera di Kepala

Seorang asisten profesor dari Tisch School of the Arts, New York University, Wafaa Bilal, berniat untuk memasang kamera dengan jalan operasi di bagian belakang kepalanya selama setahun. Berita tersebut dimuat dalam Wall street Journal yang terbit baru-baru ini. 

Pemasangan kamera ini berkaitan dengan proyek seni kontroversial Bilal yang bertajuk 3rd I. Selama satu tahun, kamera tersebut akan mengambil gambar setiap satu menit dan akan mengirimnya secara wireless ke Mathab, Museum Seni Arab Modern di Qatar. Selanjutnya, foto-foto itu akan dipajang di monitor. 

Proyek 3rdI yang akan diluncurkan tanggal 15 Desember 2010 ini menimbulkan perdebatan di kalangan dosen New York University. Pasalnya, Bilal tercatat sebagai asisten profesor yang masih aktif mengajar tiga mata kuliah pada semester ini. Keberadaan kamera di bagian kepala Bilal nantinya tidak hanya akan memotret aktivitas dirinya saja, tetapi juga orang lain, seperti murid-muridnya. 

"Pastinya, Anda tidak ingin kan para mahasiswa menjadi terganggu. ini tidak akan menciptakan lingkungan mengajar yang baik," kata Fred Chairman, salah satu petinggi di tempat Bilal mengajar.

Bilal yang merupakan keturunan orang Irak itu memang dikenal dengan seni kontroversialnya. Ia memiliki tato di bagian punggungnya yang menggambarkan dengan detail tentang keseharian Amerika dan Irak. Ia juga membuat situs di mana orang bisa menembak dirinya dengan bola. Selain itu, ia juga membuat video game di mana avatar dirinya menjadi pelaku bom bunuh diri untuk memburu mantan presiden AS, George W Bush.

Munurut keterangan museum tempat karya seni ini akan dimuat, proyek 3rdI sendiri bertujuan untuk menggambarkan "tak teraksesnya waktu dan ketidakmampuan untuk memotret memori dan pengalaman".
(kompas.com)
Bookmark and Share

Senin, 16 Juli 2012

Lebah Lebih Pintar daripada Komputer


Lebah bisa memecahkan kasus klasik bernama "Travelling Salesman" dalam dunia komputer dengan catatan waktu yang singkat. Demikian hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti di Queens Mary University di London, Inggris.
"Travellling Salesman" membuat komputer harus menemukan rute terpendek dari kota-kota yang harus dilalui oleh seorang pedagang. Syaratnya, sebuah kota hanya boleh dilewati satu kali.
Untuk membuat kasus yang mirip, para peneliti melakukan simulasi menggunakan bunga yang dikontrol oleh komputer. Para peneliti ingin mengetahui cara lebah menemukan semua bunga. Apakah lebah akan hinggap di bunga yang lebih dulu ditemukannya atau berusaha mencari rute terpendek? Ternyata, lebih mempelajari kondisi lebih dulu, lalu dengan waktu singkat berhasil menemukan rute terpendek.
"Lebah butuh banyak energi untuk terbang sehingga mereka harus menemukan rute yang efisien," kata peneliti. Para peneliti juga menambahkan kalau lebih memanfaatkan sudut sinar matahari untuk melakukan navigasi dan kembali ke sarang mereka. "Untuk melakukan itu, otak mereka harus didukung memori yang kuat," kata seorang peneliti dari Queens Mary University.
Hasil penelitian ini, seperti dijelaskan oleh Queens Mary University, bisa dipakai untuk lebih memahami masalah jaringan, seperti lalu lintas, jaringan distribusi, serta pengendalian penyakit.

(kompas.com)

Bookmark and Share

Produk Lebah Penangkal Kanker

Konsumsi madu, royal jelly, bee pollen dan propolis secara teratur dapat memangkas risiko kanker hingga separuhnya. Produk lebah menurut herbalis Yellia Mangan, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh (immunomodulator). Hasil studi, produk yang dihasilkan lebah mampu mengurai reaksi buruk akibat  radiasi,
Penggunaan madu sebagai obat dimulai sejak zaman Yunani dan Mesir kuno. Saat itu di Mesir, madu merupakan salah satu dari 500 obat terpopuler. Muncul julukan “sari madu para dewa”, hingga raja Mesir yang meninggal pun dibekali sebotol madu untuk kehidupan di alam baka.
Dalam Tradisional Chinise Medicine (TCM), madu digunakan sebagai penetral racun, penyeimbang fungsi hati, pereda rasa sakit, dan sebagai antibiotik.
Glukosanya Tinggi
Madu adalah zat manis alami yang dihasilkan lebah yang berasal dari bahan baku nektar bunga. Zat yang terkandung dalam madu adalah glukosa, fruktosa, maltosa, sukrosa, karbohidrat, enzim diatase, enzim invertase, dan zat warna yang bervariasi, bergantung nektar bunga.
Glukosa dalam madu berkhasiat mengembalikan cairan tubuh dengan cepat. Fruktosanya dapat mengurangi kerusakan hati. Enzim diatase dan invertase mengurangi pati, protein, dan glikosida yang berlebihan dalam tubuh.
Dalam penyembuhan dan pencegahan kanker, madu meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh. Madu juga mempercepat penyembuhan luka, baik luka kanker atau luka bekas operasi pengangkatan kanker.  
Menurut Dr. F.G. Winarno dari Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, di bukunya Madu, Teknologi, Khasiat, dan Analisis, gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti, sehingga selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi yang hilang.
Para peneliti dari Amerika Serikat menyatakan, pasien penyakit jantung berat yang mengonsumsi madu 70 persen perhari selama 1-2 bulan, kondisinya semakin membaik, penerimaan darah makin normal, serta kekuatan jantungnya meningkat.  
Menurut Yellia, madu dapat dicampur dengan obat herbal atau minuman lain sebagai pengganti gula, juga dapat diminum langsung. Agar mendapatkan khasiatnya, Yellia menyarankan minum madu 3 sendok makan per hari.
Bee pollen
Produk lebah lainnya, bee pollen, yakni serbuk sari bunga yang dikumpulkan lebah sebagai cadangan makanan. Bee pollen mengandung lisin, leucine, arakidonat, linoleat, asam linolenat, thiamin, riboflavin, asam nikotin, asam pantotenat, potasium, fosfor, sulfur, kalsium, selenium, sodium, magnesium, besi, alumunium, tembaga, mangan, nikel, titanium, klorin, silikon, boron, iodium, molibdenum, dan vitamin B12. Dinyatakan Yellia, betakaroten yang terkandung dalam bee pollen merupakan “kolektor” radikalbebas yang ditimbulkan oleh radiasi.
“Kandungan zat yang terdapat dalam bee pollen sangat berguna untuk mencegah pertumbuhan sel kanker dan menstabilkan proses regenerasi dan rehabilitasi sel,” paparnya.
Bila membeli bee pollen dalam bentuk pellet (butiran kecil), tambahnya, sebaiknya dihaluskan dahulu sebelum dikonsumsi. Untuk menjaga stamina, bee pollen dikonsumsi 1/2 sendok makan per hari. Cara mengonsumsinya, dapat dicampur madu dan diminum saat perut masih kosong, misalnya 15 menit sebelum makan.
Produk lebah yang sulit diambil adalah propolis atau getah perekat yang digunakaan lebah untuk menempelkan sel-sel penyusun sarang dan mensterilkan telur lebah sebelum diteteskan. Lebah pekerja mendapatkan propolis dari getah tanaman. Menurut Dr. Aji Suranto, Sp.A, praktisi apitherapy di Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT) DKI Jakarta, propolis sangat berguna sebagai antibiotik, perangsang sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kerja pagosit dalam sel darah putih.
Untuk pencegahan dan penyembuhan kanker, propolis berfungsi sebagai antioksidan dan memberikan perlindungan kepada sel. Zat yang ada dalam propolis antara lain resin, bioflavonoid, vitamin B kompleks, vitamin A, dan mine¬ral. Di pasaran, propolis tersedia dalam bentuk pil kasar, kapsul, dan cair. Bisa juga terkandung dalam berbagai produk, seperti pasta gigi, minyak gosok, dan obat-obatan.
Bikin awet muda
Dalam perkembangan dunia kesehatan, manusia menemukan produk lebah yang paling hebat, yakni royal jelly. Produk ini berupa cairan pekat berwarna putih. Sering disebut HI Potency Lyophilized Royal Jelly, dan pertama kali ditemukan di Dezhou, Cina. Produk ini adalah zat istimewa yang dihasilkan melalui proses dari kelenjar air liur lebah-lebah muda atau lebah pekerja. Royal jelly khusus dipersembahkan untuk ratu lebah atau larva (calon ratu lebah).
Dengan makanan ini, ratu lebah mampu bertelur 1.000-1.500 butir setiap hari sepanjang hidupnya. Ratu lebah dapat hidup 6-7 tahun, sedangkan lebah biasa hanya bisa hidup selama 3 bulan.
Produk ini merupakan suplemen yang kaya akan hormon alami, zat gizi, enzim biokatalisator, dan protein dengan kadar nitrogen tinggi. Kandungan yang terdapat dalam royal jelly adalah fruktosa, glukosa, sukrosa, sistein, lisin, arginin, 10-hidroksi-2-decanoic, vitamin C, dan vitamin B, seperti thiamin (B1), riboflavin (B2), niacin (B3), biotin, inositol, dan asam pantotenat (B5).
Menurut Dr. Aji Suranto, Sp.A, kadar vitamin B yang terkandung dalam royal jelly jauh lebih tinggi dibandingkan dengan makanan lain. Berguna untuk menormalkan dan mengatur fungsi sel. Kandungan asam pantotenatnya berkhasiat memperkuat organ tubuh, memperlambat penuaan, serta sebagai antivirus dan antikanker. Untuk Anda yang menderita kanker, produk ini sangat bermanfaat sebagai suplemen pendukung untuk mempercepat penyembuhan.
Royal jelly juga dimanfaatkan untuk meningkatkan stamina dan fungsi seksual. Hal ini dipraktikkan Retno Lanysari Windura, pengobat asal Solo, Jawa Tengah, terhadap Endang (32 tahun), karyawati sebuah stasiun televisi swasta.
“Saya dan suami mengonsumsi satu sendok makan royal jelly pagi dan malam selama seminggu. Hasilnya luar biasa. Sebelumnya, lima tahun mengarungi mahligai rumah tangga, setiap kali berhubungan badan suami terkesan lelah dan tak berdaya. Setelah minum royal jelly, gairah suami meningkat 100 persen,” ujarnya.
Royal jelly, imbuh Retno, mengandung senyawa yang merangsang kelenjar seks (kelenjar suprarenalis). Senyawa itu mampu menghilangkan sel-sel mati dalam tubuh yang merupakan salah satu pemicu proses penuaan dini. Bila dikonsumsi terus-menerus akan memberikan manfaat berupa ketahanan tubuh, meningkatkan daya pikir, serta melindungi tubuh dari segala macam penyakit.
Royal jelly juga dapat membantu merawat kecantikan dari dalam, terutama bagi wanita usia 45 tahun ke atas atau yang memasuki masa menopause. Di usia ini, elastisitas jaringan tubuh mulai berkurang.
Untuk menambah stamina, Retno memberi resep, yakni segelas air putih matang ditambah seperempat sendok makan royal jelly diaduk hingga 10 putaran. Tambahkan 1 sendok makan madu untuk mendapatkan rasa manis dan satu iris jeruk nipis, supaya terasa segar. Waktu minumnya di malam hari saja sebelum tidur.
(kompas.com)

Bookmark and Share

Elektrik Motor Terkecil di Dunia


Ilmuwan berhasil menciptakan elektrik motor terkecil di dunia. Elektrik motor ini dibuat dari satu molekul berukuran sepersejuta meter. Hasil kerja ilmuwan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Nanotechnology, Senin (4/9/2011). Elektrik motor terkecil ini nantinya bisa berperan dalam dunia medis maupun nantoteknologi.
Elektrik motor dari satu molekul pernah dibuat sebelumnya, namun elektrik motor kali ini ialah pertama yang bisa digerakkan listrik. "Orang telah membuat motor yang bisa digerakkan cahaya dan reaksi kimia. Tapi, di sana, anda menggerakkan jutaan pada saat yang sama," kata Charles Sykes, pakar kimia dari Tufts University di Massachusets.
"Yang mengejutkan dari elektrik motor adalah, kita bisa melihat pergerakan dari satu motor molekul, melihat bagaima perilaku dari motor kecil tersebut," tambah Sykes seperti dikutip BBC, Selasa (5/9/2011).
Sykes bisa mengontrol motor nano dengan listrik lewat bantuan low temperature scanning tunneling microscope (LT-STM). Alat tersebut menggunakan elektron untuk melihat molekul. Sykes menggunakan tip pada mikroskop untuk mensuplai listrik pada molekul butil metil sulfida yang telah diletakkan di permukaan tembaga yang konduktif. Akibat suplai listrik, motor nano pun berputar.
LT-STM juga bisa dipakai untuk melihat motor berputar. Motor diketahui bisa berputar dua arah serta bergerak dengan kecepatan 120 revolusi per detik. Kemampuan gerak motor ini bisa dimodifikasi. Lewat proses modifikasi misalnya, ilmuwan bisa menciptakan radiasi gelombang mikro arau menciptakan sistem nano-elektromekanik.
Elektrik motor juga bisa berguna dalam dunia medis, untuk memastikan penghantaran obat tepat sasaran. Untuk menuju ke sana masih butuh beberapa langkah.Saat ini peneliti baru akan mendaftarkannya dulu ke Guiness Book of Record sebagai elektrik motor terkecil di dunia.
(kompas.com)
Bookmark and Share

Racun Lebah, Bahan Pendeteksi Bom


Racun pada lebah ternyata bisa digunakan untuk mendeteksi bom. Penggunaan teknologi dengan teknik ini segera dipatenkan.
Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan ada fragmen protein dalam racun lebah, yang disebut bombitin, dapat mendeteksi bahan peledak, seperti TNT. Pada saat percobaan tim MIT melapisi bagian dalam tabung karbon dengan bombitin. Kemudian, tabung itu diletakkan di sekitar sampel udara yang diambil dari sekitar berbagai bahan peledak.
Tim mendapati perubahan panjang gelombang pendaran cahaya tabung berubah ketika molekul nitroaromatik dari bahan peledak bersatu dengan protein dari lebah. Perubahan ini tak kasat mata, tapi dapat dideteksi dengan mikroskop khusus.
Tim MIT bukan hanya dapat mendeteksi adanya bahan peledak, melainkan mereka juga dapat membedakan tipe-tipe bahan peledak dengan menggunakan kombinasi tabung karbon dengan berbagai bombitin.
Pendeteksi bahan peledak yang saat ini dipakai di bandara mampu menganalisis partikel di udara. Tetapi, sensor belum dapat mendeteksi pada level molekul. Ketika dipadankan dengan sensor yang sudah ada di bandara, bombitin akan meningkatkan sensitivitas sensor yang membuatnya lebih efektif.
Beberapa perusahaan komersial serta militer sudah menyatakan tertarik dengan temuan ini. Teknologinya sendiri saat ini sedang dalam proses untuk mendapatkan paten.

(kompas.com)
Bookmark and Share

Air di Bumi Berasal dari Asteroid, benarkah?

Studi terbaru mengungkap bahwa air yang ada di Bumi berasal dari asteroid. Ini berbeda dengan pendapat sebelumnya yang menyatakan bahwa air berasal dari komet dari luar orbit Jupiter yang kemudian masuk ke bagian dalam Tata Surya.

Conel Alexander dari Carnegie Institution of Washington adalah peneliti yang melakukan studi itu. Ia menganalisis 86 sampel meteorit (asteroid yang jatuh ke Bumi) jenis carbonaceous chondrite, meteorit yang diduga sumber air di Bumi, kaya akan molekul hidrogen dan nitrogen.

Dalam riset, Alexander dan tim mengukur keberlimpahan isotop hidrogen, nitrogen, dan karbon pada sampel meteorit. Isotop adalah unsur yang punya jumlah netron dan nomor atom berbeda. Contoh, isotop deiterium atau hidrogen berat punya satu netron, tetapi hidrogen tak memiliki.

Keberlimpahan hidrogen dalam asteroid menunjukkan dari bagian mana asteroid tersebut berasal. Secara umum, asteroid atau benda langit yang berasal dari wilayah luar Tata Surya (setelah sabuk asteroid antara Maras dan Jupiter) memiliki konsentrasi deuterium yang tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan, 86 sampel meteorit, berdasarkan kandungan deuterium-nya, berasal dari bagian dalam Tata Surya, kemungkinan wilayah sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Diketahui juga bahwa komet memiliki kandungan deuterium yang tinggi. Dengan demikian, sumber air di Bumi mungkin bukan komet.

Menurut peneliti, ada banyak jenis meteorit chondrite, sulit untuk dikatakan chondrite jenis manakah yang "mengirim" air ke Bumi. Ilmuwan menduga, air di Bumi tidak hanya berasal dari satu jenischondrite, tetapi gabungan dari semua jenis. Hasil riset ini dipublikasikan di jurnal Science
(kompas.com)
Bookmark and Share

Minggu, 15 Juli 2012

Kenapa Orang Bisa Kena Kanker?

Mendengar kata kanker, orang akan langsung bergidik. Penyakit ganas ini menyerang tanpa pandang usia dan jenis kelamin. Yang mengkhawatirkan, penyakit ini sulit atau bahkan hampir mustahil disembuhkan. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, apa yang bisa membuat seseorang terkena kanker?

Kanker pada dasarnya terjadi karena mutasi sel-sel normal secara berulang sehingga membentuk sel ganas yang berkembang secara tak terkendali dan mengganggu kelangsungan hidup sel-sel normal.

Yang unik dari sel kanker adalah kemampuannya untuk membuat sendiri pembuluh darah agar sel-sel kanker yang tumbuh dapat memasok makanannya sendiri.

Seluruh sel-sel di bagian tubuh yang bisa membelah bisa berubah menjadi sel kanker, kecuali kuku dan rambut. Oleh karena itu, kanker ada berbagai macam jenis sesuai tempat tumbuhnya, mulai dari kanker kulit, payudara, prostat, paru, hingga kanker darah. Penyebabnya pun juga beraneka ragam.

"Faktor penyebab kanker adalah keturunan dan lingkungan. Orang belum tentu kena kanker jika belum ada kesesuaian antara faktor keturunan dan lingkungan. Contohnya pada pasien kanker paru, ada banyak pasien yang terserang kanker paru karena kebiasaan merokok. Namun ada juga perokok yang tidak terkena kanker paru. Padahal rokok diketahui sangat berisiko memicu kanker," kata Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais seperti dituturkan kepada detikHealth, Rabu (27/6/2012).

Secara umum, dr Andhika menjelaskan bahwa penyebab kanker bisa digolongkan karena acquired dan congenital. Dikatakanacquired jika proses terjadinya kanker karena berbagai faktor yang didapatkan setelah kelahiran. Sedangkan congenital jika kanker terjadi karena proses patologis atau individu sudah berpotensi kanker sejak sebelum dilahirkan.

imgFaktor-faktor yang didapat setelah kelahiran dari lingkungan (acquired) jauh lebih besar pengaruhnya dalam perkembangan kanker. Perbandingan kasarnya adalah sekitar 80% kejadian kanker bersifat acquired dan 20% sisanya karena congenital.

Penyebab dari faktor lingkungan pun ada bermacam-macam, salah satu contohnya adalah makanan. Makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, makanan yang diasapi, daging merah, makanan fermentasi, makanan gosong hingga bahan kimia dalam makanan seperti formalin terbukti bisa memicu kanker.

Mutasi sel bisa juga disebabkan oleh radiasi nuklir. Contoh kasusnya, beberapa tahun setelah bom atom meluluhlantakkan kota Hiroshima pada Perang Dunia II, warga di sekitar kota yang masih selamat banyak mengalami kanker kulit. Tak hanya itu, paparan medan listrik di luar kapasitas yang mampu diterima oleh sel juga bisa memicu kanker.

"Pada kanker hati, penyebabnya kebanyakan dipicu oleh penyakit hepatitits B dan C. Kanker lambung bisa dipicu oleh infeksi Helicobacter pylori karena maag yang terjadi secara berulang sehingga merusak lapisan lambung. Kanker esofagus bisa ditimbulkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Seringnya asam lambung yang naik ini akan menciptakan baret esofagus dan akhirnya memicu kanker," kata dr Andhika.

Dr Andhika sangat menganjurkan pentingnya deteksi dini. Semakin cepat kanker dideteksi, kemungkinan sembuhya juga makin besar. Kanker yang masih berada dalam stadium bawah masih memiliki kemungkinan besar untuk disembuhkan. Semakin lanjut stadiumnya, maka kanker akan makin sulit disembuhkan.

Beberapa tingkat keparahan kanker beserta kemungkinan sembuhnya adalah sebagai berikut:

Pada stadium I, kemungkinan sembuhnya sebesar 90%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menurun jadi 70%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menjadi 40%, dan
pada stadium IV, pasien hanya memiliki 20% kemungkinan bertahan hidup
(detik.com)
Bookmark and Share

LIKE FOR BLOG