host

Hosting Gratis

Minggu, 02 September 2012

Efek Negatif Televisi, Menjauh Saat Anda Mendekat

Hampir mustahil memisahkan anak dari televisi hanya demi menghindarkan mereka dari efek negatifnya. Kehadiran televisi di lingkungan anak-anak sudah tidak dapat dihindarkan lagi. Bahkan, ketika Anda membatasi, anak tetap memiliki kesempatan untuk mengakses televisi

Namun, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (FISIP UI), Nina Mutmainnah Armando, kembali menegaskan bahwa efek negatif televisi bisa dijauhkan hanya dengan kehadiran orangtua bersama anak-anak. Dengan demikian, orangtua tidak sekadar memagari anak dari televisi dengan membabi buta tetapi menjembatani mereka secara aktif melalui pendampingan.

"Pendekatannya adalah mendampingi aktif. Menjadi aktif itu dengan adanya penunjukkan mana yang baik, dan mana yang buruk. Informasi mengenai itu, menjadikan anak-anak untuk tidak menerima secara bulat-bulat, kita yang mendorong anak-anak untuk sadar, kemudian kritis," ungkapnya dalam workshop Literasi Media bertajuk "Menciptakan Masyarakat Melek Media", Kamis (30/8/2012) di gedung IASTH lantai 6 Pascasarjana Ilkom UI, Salemba, Jakarta.

Anak-anak, lanjutnya, termasuk golongan omnivision. Mereka menonton segala acara. 

Televisi memiliki manfaat positif seperti mendekatkan hubungan keluarga, memberikan perasaan santai, merangsang percakapan antar keluarga, menjadi hiburan sehat, sumber informasi, memperluas cakrawala pandangan dan berpikir seorang anak. Namun, kini, anak-anak pun berpotensi besar terimbas efek negatifnya, bahkan sejak bayi. Pasalnya, televisi disebutkan memiliki daya tarik yang luar biasa bagi seorang bayi sekali pun.

Oleh karena itu, orangtua harus menciptakan imunitas anak-anak terhadap dampak negatif televisi sehingga nantinya bijak merespon setiap hal yang disaksikan dari televisi.

"Seringkali si anak menonton acara dengan tidak ada seleksi, di rumah juga tidak ada aturan atau pembatasan untuk menonton. Dampaknya, anak menjadi konsumtif, hedonis, menempatkan tv sebagai pelarian, menghambat kreativitas, agresif, dan tidak realistis, sulit berkonsentrasi, malas membaca, menunda waktu, dan masih banyak lagi," tambah Nina.

Pendampingan saat anak menonton menjadi langkah imunisasi yang mujarab untuk melindungi anak. Selain itu, lanjutnya, orangtua juga harus mengetahui klasifikasi program siaran televisi, mulai dari kategori SU (2+ atau cocok untuk semua umur), P (2-6 tahun), A (7-12 tahun), R (13-17 tahun), dan D (18+). Program siaran televisi saat ini sudah diwajibkan mencantumkan klasifikasi ini di layar televisi.
(kompas.com)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

Matematika Bukan Satu-satunya Parameter Kecerdasan

Kecerdasan anak tak bisa disamaratakan. Pada dasarnya, anak-anak memiliki kecerdasan yang unik sebagai cerminan dari minat dan bakatnya.

Pemerhati pendidikan anak Seto Mulyadi mengatakan, seringkali orangtua mengukur kecerdasan anak melalui mata pelajaran tertentu, misalnya anak yang kuat di mata pelajaran matematika dianggap cerdas, dan sebaliknya, stigma kurang cerdas kerap disematkan pada anak-anak yang rendah nilai matematikanya.

"Seolah-olah cerdas matematika di atas segalanya, padahal anak-anak memiliki kecerdasan di sisi lain. Sebagai musisi, pelukis, orator, atau apapun yang menjadi minat dan bakatnya," kata pria yang akrab disapa Kak Seto dalam sebuah seminar bertajuk "Menyikapi Kekerasan Pada Anak Usia Dini" yang digelar Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di Ciputat, Jakarta Selatan, Sabtu (1/9/2012).

Cara belajar setiap anak, kata dia, juga berbeda-beda. Hal itu dipengaruhi oleh kemampuan setiap anak menyerap materi ajar yang disampaikan. Beberapa anak bisa belajar dengan "anteng", sedangkan lainnya bukan tak mungkin memerlukan suasana yang berbeda.

"Ada juga yang karena bergerak anak itu menjadi cerdas. Itulah kenapa banyak lahir sekolah alam," ujarnya.

Kak Seto menegaskan, memaksa anak untuk menguasai satu mata pelajaran atau bidang tertentu merupakan bentuk lain dalam kekerasan kepada anak. Sayangnya, masih banyak guru atau orangtua yang tidak menyadari hal tersebut.

"Memaksa anak yang cerdas bernyanyi untuk cerdas Matematika adalah kekerasan yang tidak kita sadari. Semua anak pada dasarnya cerdas. Menjadi sayang saat tak dihargai dan tak akan bisa cemerlang," tandasnya.
(kompas.com)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

Ini yang Dilakukan Anak-anak Cerdas di Luar Kelas

Kebanyakan anak-anak yang cerdas hidup dengan otak yang bekerja cerdas dan memikirkan untuk tidak bertindak bodoh. Ini bukan sekadar soal kemampuan intelegensia, melainkan keterampilan.

Penting bagi Anda untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama mereka dan melihat dunia tempat mereka hidup. Mereka berupaya tinggal dalam lingkungan yang tepat dan menghindarkan mereka dari berbagai jenis gangguan.

Berikut adalah lima perilaku penting yang dilakukan oleh anak-anak yang cerdas di luar kelas formal.

1) Mereka tidak bersekolah sebagai wisatawan. Anak-anak pintar mengambil bagian dalam kegiatan sekolah di luar kelas. Mereka menghadiri acara kampus dan mengikuti klub kampus. 

Sebagian besar dari kesuksesan di perguruan tinggi adalah menciptakan jaringan baru dari teman-teman, termasuk dari aktivitas acara dan klub kampus. Ini tidak berarti bahwa Anda memutus hubungan dengan teman-teman lama Anda, tetapi ini berarti memperluas jaringan Anda. Cobalah beberapa aktivitas, mulai dari pertunjukkan teater, konser, ceramah, dan acara-acara lain yang menjadi bagian dari masyarakat.

2) Anak-anak pintar tidak hanya duduk di kelas. Mereka berinteraksi di kelas, bahkan pada saat kuliah. Jika tidak dapat berinteraksi dengan guru, mereka berinteraksi dengan rekan-rekan atau bahkan dengan diri mereka sendiri, menebak apa yang guru mungkin katakan selanjutnya, mencoba menyimpulkan poin bersama-sama, mencoba membuat asosiasi dengan hal-hal lain yang mereka tahu dan pengalaman lain yang mereka miliki. Kadang-kadang itu adalah perjuangan untuk membayar perhatian di kelas, tetapi perjuangan yang juga sering mendatangkan manfaat. 

3) Ketika mereka belajar, di sebagian besar waktu, mereka hanya belajar. Anak-anak cerdas ini belajar dengan tidak melakukan hal-hal lain. Katakanlah Anda memiliki lima mata pelajaran dan masing-masing membutuhkan 2 jam belajar dalam satu minggu di rumah. Mereka akan melakukannya dengan baik. Itu artinya, hanya 10 jam mereka belajar dalam seminggu dan itu efektif.

Anak-anak lain sering menghabiskan waktu di antara waktu belajar, misalnya, bergosip dengan teman-teman dan menonton televisi. Anak-anak ini hanya memiliki sedikit usaha untuk konsentrasi.

4) Mereka berbicara dengan teman-teman dan keluarga tentang apa yang mereka pelajari di sekolah. Jika Anda tidak ingin menghabiskan beberapa waktu luang Anda berbicara tentang sekolah, Anda melakukan sesuatu yang salah. 

Akan tetapi, banyak dari kita hanya memiliki teman-teman yang tidak suka bicara tentang sekolah. Padahal, di perguruan tinggi, Anda akan menemui kebebasan untuk berbicara tentang mata kuliah dengan klub ataupun dengan profesor setelah jam kuliah usai.

5) Mereka memahami bahwa jurusan atau mata kuliah yang berbeda memerlukan cara belajar yang berbeda pula. Anak cerdas tahu setiap hal tentu saja tidak sama. Di perguruan tinggi, Anda akan perlu untuk menyesuaikan diri dengan dosen yang berbeda yang memiliki cara yang berbeda untuk menjalankan kelas mereka dan cara yang berbeda untuk mengevaluasi prestasi Anda. 

Hal ini juga terjadi dalam kehidupan nyata, yaitu dunia karier nantinya. Anda harus mencoba untuk menentukan bagaimana kelas dijalankan serta bagaimana Anda akan dinilai dan merencanakan Anda belajar sesuai mata kuliah yang Anda ikuti. Ada kelas ketika saya hanya harus membaca buku di kelas dan kelas saat saya harus selalu membaca sebelum mengikuti suatu kelas. 

Itu juga terjadi saat menghadapi guru atau dosen yang gemar memberikan tes dalam bentuk pilihan ganda atau esai. Mungkin, saat akan menjalani tes dari pengajar yang suka pilihan ganda, rajin membaca saja cukup. Namun, saat berada di kelas yang dinilai dengan esai, jangan berharap melakukannya dengan baik jika tidak rajin berdiskusi.
(kompas.com)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

Pasta Gigi dari Cangkang Kerang


Cangkang kerang menjadi pasta gigi? Itulah adanya. Melalui pengolahan sederhana dengan biaya yang sangat murah, Farah Adrienne (16) dan Amalia Nur Alifah (17), ketika duduk di bangku kelas XII SMA Negeri 3 Semarang, menciptakannya.

Pasta gigi dari cangkang kerang itu meraih medali perunggu pada ajang International Environmental Project Olympiad 2012 di Istanbul, Turki, 19-22 Mei lalu. Karya berjudul ”Clamshell as Environment Friendly Toothpaste” itu bersaing dengan 125 karya dari 55 negara.
Sebelum dikirim ke Turki, keduanya juga meraih medali perak pada ajang 4th Indonesian Science Project Olympiad 2012, 22-24 Februari lalu, di Balairung Universitas Indonesia.

Selain memanfaatkan limbah, pasta gigi dari cangkang kerang itu juga ramah lingkungan, tanpa unsur sodium lauryl sulfate (SLS) yang dipakai pada pasta gigi umumnya. Dari penelitian dan uji coba beberapa kali, mereka menemukan pasta gigi tak harus menggunakan unsur SLS.

”Umumnya yang kita pakai berbusa karena menggunakan SLS yang berfungsi sebagai detergen. Kami membuat pasta gigi ini tanpa SLS untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang mengira busa pasta gigi bikin bersih. Padahal, belum tentu benar karena SLS mencemari lingkungan,” papar Farah dan Amalia di Semarang, Jawa Tengah, Kamis lalu.
Hasil pengujian di laboratorium, pasta gigi yang dihasilkan Farah dan Amalia mengandung kalsium sebesar 20.255 part per million, sesuai kandungan kalsium pada pasta gigi umumnya.

Keduanya juga mencoba pasta gigi dari cangkang kerang tersebut dengan uji organoleptik (uji indra) melalui teman-teman siswa dan keluarga. ”Pasta gigi buatan kami kami uji coba kepada 50 orang,” kata Farah.

Terbukti kekesatannya sampai 80 persen dan 100 persen terasa lebih bersih setelah pakai pasta gigi itu. ”Rasa segar yang dihasilkan sekitar 60 persen,” ujar Amalia yang lolos seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) di Fakultas MIPA Institut Teknologi Bandung.
Berawal dari limbah

Pembuatan pasta gigi dari limbah cangkang itu berawal dari ketertarikan Farah dan Amalia terhadap limbah cangkang kerang saat sekolah mereka menggelar kegiatan science camp akhir tahun 2011. Kegiatan itu bertujuan mendorong siswa peka terhadap lingkungan.

Saat itu, siswa dilepas di Pantai Morosari, Demak. Guru meminta mereka mencari sebuah masalah yang diteliti dan diselesaikan. Melihat limbah cangkang kerang, pikiran kedua siswa peserta program akselerasi itu langsung tertuju pada pasta gigi.

”Kami belajar biologi, kerang itu mengandung kalsium. Nah, kami berpikir kalau kerang mengandung kalsium, berarti bisa dibuat pasta gigi agar bikin gigi kuat,” tutur Amalia.

Berbekal informasi dari berbagai referensi, termasuk di internet, keduanya mulai mengumpulkan limbah cangkang kerang di Pantai Maron, Semarang. Dari sanalah proses penelitian hingga pembuatan pasta gigi berawal.

Cara manual

Untuk membuat pasta gigi dari cangkang kerang, mereka mencuci cangkang hingga bersih, kemudian cangkang ditumbuk manual menggunakan lumpang kecil dari batu. Setelah benar-benar halus, cangkang disaring (diayak), kemudian dicampur magnesium karbonat (MgCO3), selanjutnya dicampur lagi dengan gliserin untuk membentuk gel.

Tahap berikutnya, menambah minyak pepermin yang berfungsi sebagai penyegar setelah orang menggunakan pasta gigi tersebut, termasuk menambahkan ekstrak daun sirih sebagai antikuman.

”Supaya warnanya agak menarik, kami menggunakan pewarna bahan makanan yang warna hijau,” kata Farah yang lolos SNMPTN pada Fakultas Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pasta yang sudah jadi tersebut kemudian dimasukkan ke wadah khusus pasta gigi yang dibeli di toko kimia. Saat memasukkan pasta ke tube, mereka kesulitan sebelum ada guru pembimbing yang mengajarkan cara membuat alat seperti suntikan untuk memasukkan pasta ke tube.

Untuk menghasilkan pasta gigi sebanyak 380 gram, keduanya membutuhkan 100 gram bubuk cangkang kerang (sekitar 200-300 gram cangkang kerang), 100 gram MgCO3, 250 cc gliserin, dan 5 cc pepermin. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan pasta gigi sebanyak itu sekitar 1,5 jam.

Mengenai biaya pembuatan pasta gigi dari cangkang kerang, Farah dan Amalia menegaskan, jika dikonversikan dengan pembelian pasta gigi umumnya seberat 380 gram, pasta gigi karya mereka lebih murah. ”Pembuatan pasta gigi sebanyak 380 gram hanya menghabiskan biaya Rp 10.000-Rp 12.000. Sementara kalau beli pasta gigi lain seberat itu lebih dari Rp 20.000,” ujar Farah.
Kini, mereka sedang mengurus paten produk. Produksi massal? Mereka menanti ada investor yang berminat.
(kompas.com)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

9 Khasiat Mentimun yang Bikin Badan Bugar

Mentimun merupakan salah satu makanan yang terbaik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bahkan karena manfaatnya yang begitu banyak tersebut, mentimun sering disebut sebagai makanan super.

Berikut adalah 9 manfaat mentimun bagi kesehatan, seperti dilansir naturalnews, Selasa (14/8/12) antara lain:

1. Menghidrasi tubuh dan mengisi ulang vitamin harian

Mentimun mengandung air hingga sebanyak 95 persen yang dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi sambil membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Mentimun juga mengandung sebagian besar vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari.

Cucilah mentimun sampai bersih dan jangan mengupas kulitnya karena kulit mentimun mengandung sekitar 10 persen vitamin C dari yang dibutuhkan tubuh dalam sehari.

2. Perawatan kulit dan rambut

Orang yang tidak suka makan mentimun masih dapat memperoleh manfaat dari mentimun untuk perawatan kulit dan rambut. Mentimun dapat digunakan untuk mengatasi iritasi kulit atau menenangkan kulit yang terbakar matahari.

Sifat anti-inflamasi mentimun juga dapat mengurangi mata bengkak dengan cara meletakkan irisan mentimun pada mata. Silikon dan belerang dalam mentimun juga dapat membantu untuk merangsang pertumbuhan rambut.

3. Melawan kanker

Mentimun diketahui mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol yang telah dikaitkan terhadap penurunan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim dan kanker prostat.

4. Perawatan rumah

Menggosok cermin atau kaca jendela dengan mentimun dapat mengatasi cermin berkabut sehingga Anda dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan untuk membersihkan rumah.

5. Meredakan bau mulut

Ambillah seiris mentimun dan tekan ke langit-langit mulut dengan lidah selama 30 detik. Phytochemcials dalam mentimun dapat membunuh bakteri dalam mulut yang menyebabkan bau mulut.

6. Mengurangi nyeri ketika sakit kepala

Makan beberapa iris mentimun sebelum tidur untuk meredakan sakit kepala. Mentimun mengandung gula alami, vitamin gula B dan elektrolit untuk menambah nutrisi penting dan mengurangi intensitas sakit kepala.

7. Membantu penurunan berat badan dan memperlancar pencernaan

Karena kalori yang rendah dan kandungan air yang tinggi, mentimun adalah makanan yang ideal untuk orang yang menjalani program penurunan berat badan. Kandungan air yang tinggi dan serat makanan dalam mentimun sangat efektif untuk membersihkan sistem pencernaan dari racun. Konsumsi harian mentimun dianggap dapat mengobati sembelit kronis.

8. Mengobati diabetes, mengurangi kolesterol dan mengontrol tekanan darah

Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin dan sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Para peneliti menemukan bahwa senyawa yang disebut sterol di dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol.

Mentimun juga mengandung banyak potasium, magnesium dan serat yang bekerja efektif mengatur tekanan darah. Hal ini membuat mentimun baik untuk merawat tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi.

9. Meningkatkan kesehatan sendi, meredakan encok dan radang sendi

Mentimun adalah sumber silika, yang dikenal dapat memperkuat jaringan ikat. Selain itu mentimun juga kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium. Ketika dicampur dengan jus wortel, mentimun juga dapat meringankan asam urat dan nyeri artritis dengan menurunkan kadar asam urat.
(cybermed.cbn.net.id)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Tinggalkan saran dan komentar anda di kotak komentar, Please!
Bookmark and Share

permen antioksidan dari alpukat bisa turunkan kolesterol?

Dua mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, Fransiscus Iwan Susilo, dan Niken Istikhari Muslihah mengolah alpukat (Persea Americana Mill) menjadi permen antioksidan.

"Alpukat mengandung zat-zat yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Alpukat yang masuk dalam keluarga Lauraceae itu, fungsinya tidak sekadar sebagai pengenyang perut karena kandungan lemak tak jenuhnya, tetapi juga sebagai antioksidan yang baik," kata Niken Istikhari Muslihah di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, buah berbentuk oval ini mengandung vitamin E dan A dalam jumlah besar. Selain itu, alpukat juga dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol darah dengan kandungan flavonoid dan tanin, serta dapat diandalkan sebagai penetral radikal bebas dan mengurangi kerusakan sel dalam tubuh.

"Pada umumnya buah alpukat hanya dikonsumsi sebagai campuran dari minuman atau diolah menjadi kosmetik, padahal ada nilai lebih jika diolah lagi menjadi suatu produk makanan yang bisa dikonsumsi orang di mana pun mereka berada. Salah satunya adalah dengan memanfaatkannya menjadi permen," katanya.

Ia mengatakan proses pembuatan permen antioksidan dilakukan dengan cara 200 mililiter ekstrak etanol alpukat dimasak hingga mendidih, kemudian ditambah dengan 50 mililiter air untuk menghilangkan etanol yang masih tertinggal di dalam ekstrak tersebut.

"Selanjutnya ditambahkan 100 gram gula dan 0,75 gram glukosa. Dalam proses ini dilakukan pengadukan hingga mengental, setelah mengental adonan permen ditambah dengan lima tetes essen kemudian dicetak," katanya.

Fransiscus Iwan Susilo mengatakan untuk pembuatan ekstrak etanol dilakukan dengan cara alpukat sebanyak 500 gram diblender hingga lembut, kemudian ditambah dengan satu liter etanol dan mengaduk hingga homogen.

Menurut dia, campuran tersebut didiamkan selama empat hari dan mengambil filtratnya. Filtrat diendapkan selama satu hari, dan menguapkan pelarut dengan menggunakan vacuum rotary evaporator.

"Ekstrak yang diperoleh dibuat variasi konsentrasi dengan pelarut akuades, yakni sebesar 25%, 50%, 75%, dan 100%. Variasi konsentrasi tersebut diuji kadar antioksidannya," katanya.

Ia mengatakan kandungan antioksidan pada ekstrak etanol alpukat adalah pada sampel A (konsentrasi 25 persen) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 8,6%. Pada sampel B (konsentrasi 50 persen) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 10,9%.

"Pada sampel C (konsentrasi 75%) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 12,9% dan pada sampel D (konsentrasi 100%) diperoleh kadar antioksidan rata-rata sebesar 14,1%," katanya.
(cybermed.cbn.net.id)


Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Tinggalkan saran dan komentar anda di kotak komentar, Please!
Bookmark and Share

Warna Kulit Menunjukkan Kadar Kesehatan

Menentukan seseorang sehat atau tidak ternyata bisa dilihat dari warna kulitnya. Gaya hidup sehat dengan diet yang benar merupakan cara mendapatkan kulit sehat yang lebih baik.

Peneliti dari Universities of Bristol and St. Andrews di Inggris, melakukan penelitian untuk menentukan seberapa sehat seseorang berdasarkan warna kulitnya. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Springer's International Journal of Primatology.

"Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya terfokuskan pada bentuk wajah dan tekstur kulit, tapi salah satu variabel yang paling karakteristik dari wajah adalah warna kulitnya," ujar Dr Ian Stephen dari University of Bristol, seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

Dari hasil penelitian terhadap ras kaukasia (orang berkulit putih) didapatkan bahwa:

1. Kulit yang berwarna sedikit merah berarti tubuh penuh darah dan oksigen yang mengisyaratkan jantung dan paru-paru yang sehat. Ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan warna kulit sedikit memerah berarti sehat.
2. Warna kulit kurang cerah kemungkinan bermasalah dengan diabetes atau jantung akibat adanya penyumbatan pembuluh darah dalam kulit.
3. Warna kulit kuning sehat menunjukkan orang tersebut sering mengonsumsi buah-buahan dan sayur karena warnanya dihasilkan oleh pigmen karotenoid. Pigmen ini adalah antioksidan kuat untuk menyerap senyawa berbahaya yang dihasilkan tubuh ketika memerangi suatu penyakit. Dan ini juga penting untuk kekebalan tubuh serta bisa mencegah kanker.

"Di beberapa negara barat, masyarakat sering berpikir bahwa sinar matahari adalah cara terbaik untuk meningkatkan warna kulit. Tapi penelitian kami menunjukkan gaya hidup sehat dengan diet yang benar merupakan cara mendapatkan kulit sehat yang lebih baik," ungkap Stephen.

"Penelitian ini sangat menarik dan dapat memberikan seseorang isyarat mengenai kesehatannya," ujar Professor David Perrett, kepala Perception Lab di University of St. Andrews.(bs)
(cybermed.cbn.net.id)


Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Tinggalkan saran dan komentar anda di kotak komentar, Please!
Bookmark and Share

Kopi Mampu Kurangi Penyakit Kanker

Minum beberapa cangkir kopi dalam sehari ternyata bisa mengurangi risiko terkena kanker usus. Dalam sebuah penelitian, peserta uji coba yang menenggak 4 gelas kopi sehari ternyata punya 15 persen risiko lebih kecil kena tumor usus.

Mereka yang minum enam gelas atau lebih, maka risiko terserang kanker usus berkurang hingga 40 persen. Pengurangan risiko kanker usus ini tidak terdapat pada para penggemar teh.

Diketahui lebih dari 40 ribu orang/tahun di Inggris terkena kanker usus. Sekitar 16.000 orang/tahun meninggal karena menderita penyakit ini. Kebanyakan penderita mengabaikan gejala dini dan hanya mencari pengobatan sekali begitu penyakit mereka bertambah parah.

Makan makanan banyak lemak dan daging merah disertai kurang olahraga diduga menjadi beberapa faktor penyebab penyakit ini.

Beberapa penelitian sebelumnya memang pernah menyebutkan kalau kopi bisa melindungi tubuh meskipun penelitian tersebut tidak diyakini kebenarannya.

Dalam penelitian terakhir, peneliti dari Institute Kanker di Rockbille Maryland mengambil sampel 490.000 orang yang ikut diet sehat.

Beberapa dari mereka merupakan penggemar kopi dan tidak suka kopi. Hasilnya, seperti dikutip dalam "American Journal of Clinical Nutrition", beberapa tumor sedikit mengecil pada orang yang minum 4 gelas kopi sehari. Tumor makin mengecil pada orang yang minum kopi 6 gelas sehari untuk beberapa jenis kanker.

Direktur Eksekutif Asosiasi Kopi Inggris Dr Euan Paul mengatakan "Penelitian ini jelas membangkitkan semangat kalau kopi juga bisa mengurangi risiko kanker usus karena 40.000 orang terkena kanker ini di Inggris, membuat kanker usus menjadi penyakit ketiga terbesar disana."

Namun ia menekankan untuk wanita hamil agar mengikuti saran Badan Kesehatan untuk mengkonsumsi maksimal 200 kg kafein dalam sehari karena dapat meningkatkan risiko keguguran pada dosis tinggi.

Kafein dalam kopi juga bisa meningkatkan kecemasan pada beberapa orang dan dapat menganggu pola tidur Anda sehingga tidak bisa sepenuhnya beristirahat.
(cybermed.cbn.net.id)


Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Tinggalkan saran dan komentar anda di kotak komentar, Please!
Bookmark and Share

10 Kebiasan Buruk Pria dalam Kesehatan

obesitas (ilustrasi)
Pria dibalik sifat cekatan, kelelakian dan maskulinitas ternyata menyimpan kebiasan-kebiasan yang sangat buruk bagi kesehatan. Pria secara umum dikenal cuek dan tak menaruh perhatian terhadap hal-hal yang mengancam kesehatan mereka di masa depan.
Berikut ini 10 daftar kebiasan buruk pria bagi kesehatan
1. Minum Minuman Keras.
Meskipun haram secara hukum Islam, namun masih banyak yang melakukan. Bahkan pada tahap tertentu seseorang akan sangat tergantung pada minuman keras. Di negara-negara yang membolehkan minuman keras beredar, kebiasan mabuk seolah menjadi tradisi dan sering melupakan dampak jangka panjang terhadap kesehatan. Alkohol berhubungan dekat dengan kematian dalam banyak kasus selain bisa menyebabkan obesitas dalam waktu cepat.
2. Menghindari Dokter
Penelitian Charity Men’s Health Forum menunjukkan pria 20 persen lebih sedikit daripada wanita dalam hal mengunjungi dokter jika mereka sakit. Mengunjungi dokter bagi para pria adalah pengalaman yang tidak menyenangkan.
3. Malas melakukan Check Up
Sama seperti mengunjungi dokter, melakukan check up terhadap gejala penyakit adalah hal yang menyebalkan. Para Pria takut, tak mau mengetahui penyakit dan bingung apa yang harus dilakukan jika melakukan cek medis.
4. Menyimpan masalah
Secara umum, pria sangat jarang berbicara tentang perasaan mereka dibanding para wanita. Mereka sulit mengekspresikan emosi atau sekedar meminta dukungan dalam sebuah masalah. Karena faktor ini para pria lebih rentah terserang depresi dibanding wanita, dan sekitar 77 persen dari yang depresi ingin mengakhiri hidupnya. Memendam kemarahan sama dengan merugikan kesehatan pria itu sendiri
5. Stres dalam bekerja
Sama sama memiliki tekanan dalam bekerja, namun menurut survei oleh Medicash terhadap 3.000 pekerja, Pria empat kali lebih banyak izin sakit karena stress dibanding pekerja perempuan. Stres dalam pekerjaan bisa berakibat buruk ke jantung dan stroke. Sangat penting untuk mencari cara mengurangi stres para pria dalam pekerjaan
6. Mandi Air Panas
Banyak pria ingin bersantai dengan sering berendam air panas. Peneliti dari University of California menemukan bahwa air panas dapat dengan signifikan menurunkan kesuburan pada pria. Sperma berkembang baik di lingkungan yang dingin, sehingga harus dihindari panas di daerah ini termasuk mandi air panas di jacuzzi atau menggunakan laptop di atas paha.
7. Tidak pernah memakai tabir surya.
Kanker kulit adalah jenis kanker yang sering ditemui di Inggris dan pria dalam studi adalah pasien terbanyak. Dalam penelitian 52 persen wanita rajin menggunakan tabir surya dibandingkan pria yang hanya 37 persen. padahal pria melakukan aktivitas luar lebih banyak dibandingkan para wanita
8. Kamar mandi yang tidak higienis
Apakah para pria mencuci tangan setelah dari kamar mandi? menurut sebuah studi dari assosiasi sabun dan deterjen di Amerika, satu dari tiga pria tidak melakukannya. Lebih jauh, sebuah study di Inggris menyebutkan hanya satu dari tiga pria yang mencuci tangan menggunakan sabun. Tidak mencuci tangan adalah permulaan dari infeksi, jamur dan penyakit lainnya.
9.Tidak gosok gigi!
Dalam sebuah studi oleh asosiasi dokter gigi Amerika, hanya 66 persen dari para pria yang sikat gigi dua kali atau lebih dalam sehari. Bandingkan dengan wanita yang mencapi 86 persen. Selain itu dalam penelitian yang sama, wanita dua kali lebih rajin rutin memeriksakan giginya dibanding para pria.
10. Sering makan 'fast food'
Fast food menjadi budaya di beberapa negara. banyak diantara kita yang bertambah berat badan secara drastis akibat konsumsi fast food berlebihan, sebagian besarnya adalah pria. Dalam survei oleh Pew Research Center, 47 persen pria setidaknya makan fast food sepekan sekali sedang wanita hanya 35 persen diantaranya.
(http://id.berita.yahoo.com)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Tinggalkan saran dan komentar anda di kotak komentar, Please!
Bookmark and Share

Obat AIDS Sudah di Depan Mata


Washington (AFP/ANTARA) – Peraih Nobel yang membantu menemukan HIV mengatakan bahwa obat untuk AIDS sudah ada di depan mata, menyusul sejumlah penemuan baru-baru ini, dalam sebuah wawancara dengan AFP menjelang konferensi global mengenai penyakit tersebut.

Francoise Barre-Sinoussi, yang memenangkan Nobel dalam dunia kedokteran pada 2008 sebagai bagian dari sebuah tim yang menemukan human immunodeficiency virus (HIV), yang menyebabkan AIDS, mengatakan bahwa penelitian ilmiah sudah semakin dekat menemukan obat dari penyakit tersebut. 

Dia menyebutkan seorang pasien di Berlin yang tampaknya berhasil disembuhkan melalui transplantasi sumsum tulang, "yang membuktikan bahwa menemukan cara untuk menghilangkan virus tersebut dari tubuh adalah sesuatu yang realistis." 

"Ada harapan ... namun jangan minta saya untuk menyebutkan pastinya, karena kami tidak tahu.”

Dia juga mengatakan bahwa “secara prinsip” akan ada kemungkinan untuk menghilangkan pandemi AIDS pada 2050 mendatang, tentu saja jika tidak ada hambatan dalam menemukan obatnya.

Hambatan-hambatan utama justru bukanlah dari sisi ilmiah namun datang dari politik, ekonomi dan sosial. Menurutnya, masalah muncul dalam bentuk kurangnya akses untuk melakukan pengujian dan kurangnya akses obat-obatan di daerah-daerah miskin dan pedesaan, serta stigma seputar virus tersebut, yang menyebabkan gagalnya deteksi dini dan upaya pengobatan.

Sekitar 25.000 orang, termasuk selebriti, ilmuwan dan penderita HIV, diperkirakan akan berada di ibu kota Amerika Serikat pada Minggu untuk menyerukan aksi global yang lebih giat untuk mengatasi epidemi AIDS, yang telah berlangsung selama tiga dekade.
(id.berita.yahoo.com)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

RESIKO GANGGUAN KESEHATAN AKIBAT BRA TIDAK SESUAI UKURAN

Bra tidak hanya berfungsi sebagai pakaian dalam saja, tapi ia juga berperan terhadap kondisi tubuh dan kesehatan. Ini yang bisa timbul jika seseorang menggunakan bra yang tidak sesuai dengan ukuran.

"Perempuan harus melakukan tindakan penyeimbang dengan gaya gravitasi, karenanya ukuran bra yang digunakan harus tepat," ujar osteopath Jon Morton-Bell, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Kamis (23/8/2012).

Diketahui mengenakan bra yang tidak tepat atau kurang pas bisa menyebabkan masalah kesehatan termasuk:

1. Sakit kepala
2. Gangguan perut
3. Masalah pada punggung dan bahu
4. Kerusakan permanen pada ligamen payudara
5. Membuat payudara kendur karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup
6. Membatasi pernapasan
7. Menyebabkan lecet di kulit sekitar tali bra
8. Postur tubuh yang buruk

Tempat terbaik untuk mendukung payudara adalah melalui lumbal punggung bawah. Jika perempuan membungkuk ke depan, maka daerah punggung bagian atas akan meregang dan memicu sakit kepala. Sedangkan gangguan di perut dan kelelahan merupakan efek samping dari kesehatan punggung yang buruk.

British Chiropractic Association memperingatkan bahwa masalah bisa menjadi lebih parah jika perempuan memiliki ukuran payudara yang besar. Bra yang tidak sesuai akan mempengaruhi bahu dan dada sehingga memicu berbagai risiko kesehatan.

Sedangkan bra yang benar akan mendukung dan mengangkat payudara, memperbaiki postur tubuh serta membuat seseorang terlihat lebih ramping karena pinggang akan terlihat lebih kecil.

Untuk menghindari masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat ukuran payudara yang kurang pas, sebaiknya cek kembali setiap 6 bulan karena ukuran payudara mengalami perubahan terus menerus.

Jika menggunakan bra dengan kawat, maka cobalah membungkuk ke depan dan pastikan kawat berada di bawah payudara serta tidak berubah ketika berdiri atau payudara bergerak. Hal lainnya adalah pastikan pusat bra berada diantara payudara.

Jika saat melepas bra ada tanda merah ada kemungkinan perlu ukuran cup yang lebih besar, dan jika bahu sakit maka pilihlah bra dengan tali empuk atau lebar serta belilah bra yang bisa meregang karena kondisi tertentu bisa mempengaruhi ukuran bra.(*)
(beritaonline.web.id)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

LEPAS BRA SAAT TIDUR BISA CEGAH KANKER?

Banyak dari kita yang masih mempertanyakan manfaat menggunakan bra saat tidur. Bra memang diciptakan untuk mempertahankan keindahan payudara wanita. Sebagian wanita mengklaim, jika menggunakan bra saat tidur akan mengganggu kenyamanan. Sebagian lain tetap memilih mengunakan demi bentuk payudara yang sempurna.

Penelitian sempat mengungkap, jika penggunaan pakaian dalam ini justru berpotensi menyebabkan kanker payudara. Dr Amber Gurt, Breast Cancer Surgery Multidisciplinary Fellowship di NYU Langone Medical Centre mengungkapkan jika perubahan bentuk payudara tidak dipengaruhi oleh penggunaan bra pada saat tidur. Perubahan bentuk hanya disebabkan oleh faktor kehamilan, menyusui, dan gravitasi.

Semakin besar ukuran payudara, semakin besar juga kebutuhan akan penggunaan bra. Demikian juga saat tidur. Ada baiknya, para wanita meninggalkan bra berkawat penyangga saat tidur, dan menggantinya dengan soft bra.

Lebih dari ini, kesesuaian ukuran bra menjadi hal yang sangat penting untuk kesehatan payudara. Dikatakan Gurt, tidak ada alasan bahwa wanita memilih ukuran cup yang lebih kecil untuk menciptakan bentuk yang lebih seksi.

Bra yang terlalu ketat akan menyempitkan sirkulasi yang akan berkontribusi pada penyumbatan limfatik. Anda juga harus memperhatikan tanda-tanda lain yang muncul. Edema atau akumulasi cairan payudara, dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak yang dapat menandakan gejala awal kanker.(*)
(beritaonline.web.id)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

BAHAYA KUNING TELUR SETARA DENGAN ROKOK?

Bertambah lagi alasan para penderita jantung untuk mencoret kuning telur dari daftar makanan. Hal ini dikarenakan dampak negatif yang ditimbulkan. Bahaya konsumsi kuning telur sama bahayanya dengan merokok.

Menurut penelitian, kuning telur dapat meningkatkan resiko pembentukan plak dalam dinding arteri, yang bisa berujung pada pengerasan arteri atau aterosklerosis. "Konsumsi kuning telur memiliki dua per tiga bahaya pembentukan plak yang diakibatkan merokok," ujar Dr. David Spence, neurolog dari University of Western Ontario, Kanada.

Dilansir Daily Mail, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Atherosclerosis ini juga mengungkap bahwa orang yang mengonsumsi setidaknya tiga kuning telur per minggu memiliki plak lebih banyak dari yang hanya mengonsumsinya dua kali seminggu.

"Konsumsi makanan berkolesterol tinggi meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler, dan kuning telur termasuk salah satunya. Studi ini menunjukkan, plak terbentuk dalam arteri seiring berjalannya waktu, dan kuning telur mempercepat proses itu," urai Spence.

Akibat dari timbulnya plak adalah gangguan seks, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, dan kenaikan indeks massa tubuh. Oleh sebab itu, Spence memperingatkan orang-orang dengan resiko penyakit kardiovaskuler untuk menjauhi kuning telur
(beritaonline.web.id)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

ALASAN KENAPA RAMBUT WANITA LEBIH CEPAT BERUBAN

Sama seperti serangan jantung dan kanker, Rambut putih atau yang sering disebut uban bisa menjadi hal menakutkan bagi sebagian wanita. Pasalnya, uban identik dengan usia tua dan merusak penampilan.

Rambut uban tubuh karena sel-sel di folikel rambut yang di sebut sebagai “Melanosit” berhenti memproduksi pigmen paling utama dikenal sebagai melanin. Folikel yang kehilangan semua pigmen semua seiring waktu berlalu dan akhirnya akan membuat rambut benar-benar putih.

Namun menurut sebuah studi hampir sepertiga perempuan Inggris mulai beruban di bawah usia 30 tahun. Dua pertiga dari mereka mengatakan bahwa stres adalah penyebabnya. Padahal 20 tahun lalu, proporsi perempuan yang mulai beruban di bawah usia 30 tahun sangat sedikit.

Lantas, mengapa uban kerap sering menimpa perempuan daripada laki-laki?

Sekelompok ilmuwan dari Inggris menemukan jawabannya bahwa penelitian skala besar menemukan bahwa gen dan gaya hidup wanita lebih berpotensi menyebabkan rambut memutih atau beruban.

Perbedaan ini berasal dari teori yang lebih awal bahwa tingkatan rambut memutih itu dalam diri seseorang disadari karena faktor negatif seperti tingkat kesehatan, stres atau diet.

Seperti dikutip fit sugar para periset meneliti lebih dari 200 orang kembar identik dan tidak identik antara usia 59-81 di Inggris. Kembar identik, yang berbagi gen yang sama memiliki kondisi rambut putih yang identik juga.

Di sisi lain, orang yang tidak kembar identik yang memiliki gen berbeda meiliki tingkatan yang berbeda atas rambut putihnya.

Temuan itu didanai oleh sebuah perusahaan perawatan rambut dan menegaskan kembali kesimpulannya bahwa wanita beruban disebabkan karena kealamian gen.

Menurut para pakar, anda tak dapat mengubah genetik dan pengaruhnya pada rambut. Meski begitu, beragam jenis perawatan rambut yang tepat dengan kondisi tubuh dan rambut yang sehat akan memperlambat proses rambut berubah menjadi putih
(beritaonline.web.id)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

ROKOK DAPAT MENYEBABKAN TULANG KEROPOS

Merokok tidak hanya merusak patu-paru dan jantung melainkan juga bisamempercepat keroposnya tulang.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa seseorang yang menjalani gaya hidup seperti merokok disebut-sebut pada akhirnya akan cepat memiliki tulang yang keropos atau menderita osteoporosis dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Dilansir Zeenews, penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan mereka yang merokoktanpa sadar akan memproduksi jumlah yang berlebihan dari dua protein yang mendorong pertumbuhan osteoklas, yakni sel-sel penghilang tulang yang pada akhirnya akan melarutkan danmengikis tulang.

Bagi peneliti, kondisi tersebut bukan tidak mungkin akan membuat tulang lebih rentan mengalamiosteoporosis atau pengeroposan tulang. Osteoporosis dapat meningkatkan risiko patah tulang danmenjadi penyebab utama kecacatan pada orang tua.

Dalam penelitiannya, ilmuwan dari American Chemical Society menganalisis perbedaan aktivitas genetik dalam sel sumsum tulang dari perokok dan bukan perokok.

Penelitian yang dipimpin oleh Gary Guishan Xiao menyebutkan bahwa racun dalam asap rokokmelemahkan tulang dengan cara mempengaruhi aktivitas osteoblas, yakni sel-sel yang membanguntulang baru, dan osteoklas, yang mengisap atau merusak tulang yang sudah tua.

Selain itu, disebutkan pula bahwa tubuh perokok kelak akan memproduksi dua protein yangmendorong produksi pemecah tulang osteoklas dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.
"Yang melemahkan tulang bukanlah racun dalam asap rokok, tetapi jumlah luar biasa besar dari duaprotein yang diproduksi oleh tubuh akibat banyak terpapar banyak asap rokok," ungkap Guishan Xiao.(*)
(beritaonline.web.id)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

LIKE FOR BLOG