host

Hosting Gratis

Senin, 23 Juli 2012

'Hormon Cinta’: Membantu Mengarahkan Perkembangan Satu Area Penting di Otak


Studi ini mengungkapkan fungsi baru yang mengejutkan pada hormon oksitosin.

Begitu banyak kimia tubuh yang dikendalikan oleh otak – dari tekanan darah, nafsu makan hingga metabolisme makanan. Dalam penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini dalam Developmental Cell, sebuah tim ilmuwan yang dipimpin Dr. Gil Levkowitz dari Institut Weizmann, telah mengungkapkan struktur yang tepat pada satu area otak yang penting, di mana perintah-perintah biokimia dihantarkan dari sel-sel otak ke aliran darah, lalu dari situ ke tubuh. Dalam prosesnya, mereka menemukan peran baru yang mengejutkan pada “hormon cinta”, menunjukkan bahwa hormon ini membantu mengarahkan perkembangan struktur otak tersebut.
Area yang bersangkutan, yaitu neurohypophysis, merupakan sebuah antarmuka antara serat saraf dan pembuluh darah yang terletak di dasar otak. Berikut ini, beberapa interaksi tubuh-otak besar yang terjadi: Hormon yang dilepaskan dari saraf ke dalam pembuluh darah mengatur serangkaian proses tubuh yang vital, termasuk keseimbangan cairan dan kontraksi uterus saat melahirkan.
Meskipun neurohypophysis telah dipelajari selama lebih dari satu abad, para ilmuwan dalam penelitian ini mengembangkan alat genetik baru yang memungkinkan mereka dapat memeriksa susunan tiga-dimensi struktur otak yang tepat dan memperjelas proses seluler dan molekuler yang mengarah pada pembentukannya.
Karena neurohypophysis manusia begitu kompleks, para ilmuwan melakukan penelitian pada embrio ikan zebra yang hidup. Embrio ini sepenuhnya transparan, menawarkan model yang unik untuk mempelajari otak vertebrata, memanfaatkan ikan ini untuk memanipulasi genetik dengan relatif mudah dan memungkinkan para peneliti mengamati pembentukan neurohypophysis yang sebenarnya di bawah mikroskop.
Studi ini mengungkapkan fungsi baru yang mengejutkan pada hormon oksitosin. Hormon “pembawa pesan” ini dijuluki “hormon cinta” karena, di samping mengontrol nafsu makan dan perilaku reproduksi wanita seperti pemberian ASI, hormon ini juga terlibat dalam ikatan ibu-anak dan pasangan. Para ilmuwan menunjukkan bahwa oksitosin, salah satu dari dua hormon utama yang disekresi dalam neurohypophysisdewasa, terlibat dalam pengembangan area otak ini pada embrio. Pada tahap ini, oksitosin mengatur pembentukan pembuluh darah baru.
“Hormon pembawa pesan itu membantu membangun jalan bagi transmisi pesannya sendiri di masa depan,” kata Levkowitz. Developmental Cell menyoroti temuan penelitian ini dalam preview berjudul, “The Hormone of Love Attracts a Partner for Life.”
Temuan ini merupakan kemajuan penting dalam penelitian dasar karena memberi titik terang tentang proses otak yang mendasar, tapi di masa depan mungkin juga relevan untuk pengobatan penyakit. Karena neurohypophysis merupakan salah satu dari beberapa bagian otak yang mampu beregenerasi setelah cedera, pemahaman tentang bagaimana area ini terbentuk mungkin suatu saat membantu mencapai regenerasi di bagian-bagian sistem saraf pusat lainnya.
Kredit: Weizmann Institute of Science
Jurnal: Amos Gutnick, Janna Blechman, Jan Kaslin, Lukas Herwig, Heinz-Georg Belting, Markus Affolter, Joshua L. Bonkowsky, Gil Levkowitz. The Hypothalamic Neuropeptide Oxytocin Is Required for Formation of the Neurovascular Interface of the PituitaryDevelopmental Cell, 2011; 21 (4): 642 DOI: 10.1016/j.devcel.2011.09.004
Bookmark and Share

0 komentar:

Poskan Komentar

LIKE FOR BLOG