host

Hosting Gratis

Minggu, 09 September 2012

Manfaat Besar Olahraga Terhadap Pengidap Kanker

Ilustrasi gen kankerOlahraga mengurangi kemungkinan kembalinya sel-sel kanker hingga 50 persen. 

Pasien-pasien kanker bisa memotong risiko kembali terbentuknya sel-sel kanker hingga 50 persen dengan berolahraga secara rutin. Begitu kesimpulan studi yang dilangsungkan oleh Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, AS. 

Dr Andrea Cheville, pemimpin penelitian ini mengatakan, sebagai dokter, pihaknya sering menganjurkan para pasien yang sudah berhasil mengalahkan kanker untuk mulai berolahraga agar tetap bugar. Namun, belum ada yang benar-benar meneliti pengetahuan pasien kanker tersebut tentang olahraga dan yang menghambat mereka dari berolahraga. 

Hasil studi membuktikan, untuk pasien yang sudah melewati perawatan untuk menghadapi kanker payudara maupun kanker kolon, olahraga rutin terbukti mampu menurunkan kembalinya sel-sel kanker yang sudah tak terdeteksi usai pengobatan hingga 50 persen. 

Studi ini menemukan, kebanyakan pasien yang sebelum didiagnosis memang sudah rutin berolahraga kemungkinan terbesar akan kembali melanjutkan kebiasaan sehatnya itu. 

Sayangnya, menurut dr Cheville, kebanyakan pasien tidak sadar, gaya hidup tak aktif alias malas berolahraga bisa menciptakan kerentanan untuk kembalinya sel-sel kanker, menghambat penyembuhan. 

Kebanyakan orang yang terlibat sebagai responden dalam penelitian ini mengira, kegiatan harian, seperti berkebun merupakan bagian dari olahraga, padahal, kegiatan semacam itu hanya butuh upaya sangat sedikit. 

Secara umum, menurut dr Cheville, seperti dikutip dari Daily Mail, pasien tidak diberikan saran konkret mengenai olahraga yang terbaik untuk mereka menjaga fungsionalitas dan mendorong hasil terbaiknya.

Selain membantu memperbaiki mobilitas dan daya tahan, olahraga membantu pasien yang sel-sel kankernya tak lagi terdeteksi untuk membangun kembali jaringan dan komunikasi dengan orang lain, agar jangan terisolasi sendiri di rumah. Olahraga juga membantu pasien mengoptimalisasi hilangnya gejala dan penyembuhan. 

Riset ini dikeluarkan beberapa hari setelah hasil studi tentang hubungan penumpukan lemak tubuh pada perempuan pengidap kanker payudara. 

Diketahui, perempuan dengan kanker payudara yang memiliki berat badan berlebih namun sel kankernya tak lagi terdeteksi berisiko mengalami tumbuh kembalinya sel kanker akibat hormon terkait lemak tubuh. 

Lemak tubuh berlebih bisa mengakibatkan perubahan hormonal dan peradangan yang menyebabkan sel-sel kanker menyebar dan menyerang kembali meski sudah dilakukan pengobatan.   
(beritasatu.com)
Bookmark and Share

0 komentar:

Posting Komentar

LIKE FOR BLOG