Tahukah anda bahwa membersihkan gigi dengan cara yang benar tidak hanya mencegah penyakit gigi maupun gusi? Kebiasaan itu juga menurunkan risiko penyakit radang paru-paru.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Yale University School of Medicine menemukan perubahan risiko penyakit radang paru-paru pada penderita setelah menangani bakteri yang terdapat dalam mulut mereka.
Kesimpulan tersebut diperkuat pula oleh Dr. Samit Joshi ELS Global Medical News, yang mengatakan bahwa temuan tersebut dapat mengurangi risiko radang paru-paru dengan membersihkan bakteri yang hidup dalam mulut kita.
Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, British Dental Health Foundation mengatakan studi tersebut bukan yang pertama untuk mengasosiasikan kesehatan mulut yang buruk dengan penyakit pernapasan.
Bagi Nigel Carter, seorang kepala eksekutif British Dental Health Foundation, penelitian ini menunjukkan bagaimana pentingnya merawat gigi dan mulut.
Perawatan gigi dan mulut tidaklah sulit. Hanya perlu menyikatnya secara benar dengan minimal dua kali sehari termasuk sebelum tidur. Diperlukan juga kesadaran untuk memeriksa gigi secara rutin setiap enam bulan. Sehingga gigi dan mulut terjaga, tubuh pun terhindar dari beragam penyakit.
Tampilkan postingan dengan label PARU-PARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PARU-PARU. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Oktober 2012
Senin, 10 September 2012
Kini Kanker Paru Banyak Menyerang Perokok Pasif
Jumlah penderita kanker paru-paru setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan tajam. Sebagian besar penderitanya adalah perokok aktif. Dimana risiko menderita kanker paru-paru pada perokok aktif 13.6 kali lebih besar dibandingkan dengan non perokok.
Namun kanker ini juga menyerang mereka yang perokok pasif lewat asap rokok yang dihembuskan oleh si perokok aktif saat membuang napas. Napas yang dihembuskan tersebut mengandung zat iritan, adiktif dan karsinogen yang menjadi penyebab kanker.
Sementara menurut data yang dilakukan tim dari French College of General Hospital Respiratory Physicians, pada kelompok wanita yang pernah merokok, angka kejadian kanker paru dalam 10 tahun terakhir diperkirakan mencapai 65%.
Yang menarik, jumlah kasus kanker paru pada pria perokok menurun meskipun jumlah pada bukan perokok meningkat.
Selain peningkatan kasus pada wanita dan bukan perokok, penelitian juga mengungkapkan bahawa kasus kanker paru makin sering ditemukan pada stadium lanjut. Tipe kanker paru yang ditemukan juga berubah.
Menurut Dr.Chrystele Locher, peneliti, peningkatan kasus kanker paru pada bukan perokok mungkin dipicu oleh memburuknya lingkungan,misalnya akibat asap buangan dari mesin disel industri. Sebelumnya WHO menggolongkan asap diesel sebagai karsinogen.
Penelitian sebelumnya yang dipresentasikan dalam konferensi American Association for Cancer Research menyebutkan, kanker paru pada perokok dan bukan perokok berbeda. Pada bukan perokok ditemukan perubahan DNA dua kali lebih banyak dari perokok.
Dilansir Medicinenet, Jay W Marks MD menjelaskan tumor paru yang berubah menjadi ganas disebut kanker saat mulai menyerang jaringan lain sel maupun organ tubuh, memungkinkan masuknya sel-sel tumor ke dalam aliran darah atau sistim limfatik dan kemudian ke situs lain dalam tubuh.
"Prosesnya disebut metastatis sejak awal terbentuk. Sehingga menjadi salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati dan cepat menyebar ke bagian tubuh lain terutama kelenjar adrenal, hati, otak, dan tulang, " kata Marks.
Penyebab utama kanker paru adalah rokok. Dalam sebatang rokok mengandung zat iritan dan juga zat karsinogen yang secara langsung dapat mengubah karakteristik sel menjadi ganas dan menimbulkan kanker paru-paru.
Sel kanker mudah menyebar ke tempat lain, karena dalam paru-paru banyak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfe (getah bening). Selain rokok, faktor genetik dan keturunan serta polusi udara juga berisiko menyebabkan kanker paru.
Kenali tanda awal kanker
Kanker paru-paru membutuhkan waktu lama untuk memunculkan gejala-gejala kronis dan parah. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mengetahui gejala awal kanker paru yang berbeda-beda untuk mengenali pengobatan dini dan tepat terhadap penyakit ini.
Semua tanda dan gejala yang muncul pada kasus kanker stadium awal harus diperhatikan dalam waktu singkat sehingga pengobatan dapat diberikan sekaligus. Setelah adanya tanda-tanda dan gejala, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis atau dokter Anda.
Saat sel-sel kanker menjadi ganas, maka disebut sebagai kanker paru-paru dalam tahap primer. Jika seseorang terserang kanker paru-paru dan ia bukan perokok dan juga tidak terkena bahan kimia dalam jangka panjang serta iritasi paru-paru, maka kanker itu mungkin berasal dari beberapa tempat lain di dalam tubuh.
Ini berarti bahwa selain lokasi lain yang terkena, kanker juga mencapai paru-paru yang dikenal sebagai metastasis. Penyebaran kanker itu di paru-paru umumnya berasal dari tulang, perut, kelenjar getah bening, payudara, ginjal, kulit, usus besar, leher rahim dan bahkan testis.
Beberapa tanda umum dan gejala kanker adalah: batuk rejan yang tidak hilang dalam waktu beberapa minggu atau bulan, sakit dada, bronkitis atau pneumonia yang berulang, hemoptysis atau dahak bernoda darah, mudah lelah, penurunan berat badan yang disebabkan oleh anoreksia atau kehilangan nafsu makan, dan manifestasi paru-paru seperti dyspnea, suara serak dan mengi.
Kanker bisa sangat sulit terdiagnosis karena gejala-gejala awal seringkali ditoleransi karena dikira ini batuk biasa atau nyeri dada yang normal. Setelah tanda-tanda dan gejala awal muncul, seringkali kanker didiagnosis sudah berat atau telah menjalar ke bagian tubuh terdekat seperti kelenjar getah bening.
Setelah diagnosis metastasis ini terjadi, sudah terlambat karena perkembangan penyakit telah terjadi.
Selain peningkatan kasus pada wanita dan bukan perokok, penelitian juga mengungkapkan bahawa kasus kanker paru makin sering ditemukan pada stadium lanjut. Tipe kanker paru yang ditemukan juga berubah.
Menurut Dr.Chrystele Locher, peneliti, peningkatan kasus kanker paru pada bukan perokok mungkin dipicu oleh memburuknya lingkungan,misalnya akibat asap buangan dari mesin disel industri. Sebelumnya WHO menggolongkan asap diesel sebagai karsinogen.
Penelitian sebelumnya yang dipresentasikan dalam konferensi American Association for Cancer Research menyebutkan, kanker paru pada perokok dan bukan perokok berbeda. Pada bukan perokok ditemukan perubahan DNA dua kali lebih banyak dari perokok.
Dilansir Medicinenet, Jay W Marks MD menjelaskan tumor paru yang berubah menjadi ganas disebut kanker saat mulai menyerang jaringan lain sel maupun organ tubuh, memungkinkan masuknya sel-sel tumor ke dalam aliran darah atau sistim limfatik dan kemudian ke situs lain dalam tubuh.
"Prosesnya disebut metastatis sejak awal terbentuk. Sehingga menjadi salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati dan cepat menyebar ke bagian tubuh lain terutama kelenjar adrenal, hati, otak, dan tulang, " kata Marks.
Penyebab utama kanker paru adalah rokok. Dalam sebatang rokok mengandung zat iritan dan juga zat karsinogen yang secara langsung dapat mengubah karakteristik sel menjadi ganas dan menimbulkan kanker paru-paru.
Sel kanker mudah menyebar ke tempat lain, karena dalam paru-paru banyak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfe (getah bening). Selain rokok, faktor genetik dan keturunan serta polusi udara juga berisiko menyebabkan kanker paru.
Kenali tanda awal kanker
Kanker paru-paru membutuhkan waktu lama untuk memunculkan gejala-gejala kronis dan parah. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mengetahui gejala awal kanker paru yang berbeda-beda untuk mengenali pengobatan dini dan tepat terhadap penyakit ini.
Semua tanda dan gejala yang muncul pada kasus kanker stadium awal harus diperhatikan dalam waktu singkat sehingga pengobatan dapat diberikan sekaligus. Setelah adanya tanda-tanda dan gejala, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis atau dokter Anda.
Saat sel-sel kanker menjadi ganas, maka disebut sebagai kanker paru-paru dalam tahap primer. Jika seseorang terserang kanker paru-paru dan ia bukan perokok dan juga tidak terkena bahan kimia dalam jangka panjang serta iritasi paru-paru, maka kanker itu mungkin berasal dari beberapa tempat lain di dalam tubuh.
Ini berarti bahwa selain lokasi lain yang terkena, kanker juga mencapai paru-paru yang dikenal sebagai metastasis. Penyebaran kanker itu di paru-paru umumnya berasal dari tulang, perut, kelenjar getah bening, payudara, ginjal, kulit, usus besar, leher rahim dan bahkan testis.
Beberapa tanda umum dan gejala kanker adalah: batuk rejan yang tidak hilang dalam waktu beberapa minggu atau bulan, sakit dada, bronkitis atau pneumonia yang berulang, hemoptysis atau dahak bernoda darah, mudah lelah, penurunan berat badan yang disebabkan oleh anoreksia atau kehilangan nafsu makan, dan manifestasi paru-paru seperti dyspnea, suara serak dan mengi.
Kanker bisa sangat sulit terdiagnosis karena gejala-gejala awal seringkali ditoleransi karena dikira ini batuk biasa atau nyeri dada yang normal. Setelah tanda-tanda dan gejala awal muncul, seringkali kanker didiagnosis sudah berat atau telah menjalar ke bagian tubuh terdekat seperti kelenjar getah bening.
Setelah diagnosis metastasis ini terjadi, sudah terlambat karena perkembangan penyakit telah terjadi.
(inilah.com)
Label:
GENETIK,
GINJAL,
KANKER,
KELENJAR GETAH BENING,
KULIT,
PARU-PARU,
PASIF,
PAYUDARA,
PEMBULUH DARAH,
PERUT,
POLUSI UDARA,
RAHIM,
ROKOK,
TESTIS,
TULANG,
USUS BESAR
Ini 50 Makanan Paling Bergizi di Dunia(1)
Banyak ragam jenis bahan makanan dengan rasa juga beraneka ragam, ada yang sampai membuat ketagihan ada juga yang menimbulkan alergi. Tapi apakah Anda tahu kandungan gizi di balik sejumlah makanan itu?
Media Inggris Huffpost melakukan penyaringan terhadap makanan-makanan apa saja ,yang dianggap bergizi tinggi dan baik untuk kesehatan tubuh.
Mereka mengumpulkan pendapat para ahli gizi, ahli kesehatan hingga yang setiap hari berkecimpung di dunia makanan dan menemukan setidaknya 50 jenis makanan di dunia yang dianggap bergizi.
Mereka lalu memberikan rangking-rangking terhadap makanan itu . Inilah makanan yang dianggap paling menyehatkan.
Ranking 1, Stroberi
Buah merah manis ini rendah kalori dan kaya serat, serta banyak mengandung vitamin C ketimbang buah jeruk. Stroberi juga telah dikaitkan dengan penurunan daya pikir lebih lambat pada orang dewasa dan mengobati sakit maag.
Ranking 2, Blackberry dan Raspberry
Berries yang rendah kalori dan merupakan sumber yang sangat baik dari serat, vitamin C, antioksidan dan fitokimia, dan,menurut beberapa penelitian menunjukkan mereka membantu dengan tantangan kesehatan divergen sebagai yang berkaitan dengan penurunan usia mental, penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan saluran kemih infeksi.
Ranking 3, kentang
Dalam bentuk murni, yaitu tidak digoreng, kentang benar-benar dapat membantu dalam diet sehat. Kaya akan karbohidrat kompleks, relatif rendah kalori, dan bebas dari lemak, kolesterol dan sodium, kaya akan vitamin C, B.
Studi awal 2011 studi menemukan bahwa kentang ungu dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah, bahkan mungkin sebanyak oatmeal.
Ranking 4, Ceri
Buah-buahan manis ini dikemas dengan vitamin A dan C, zat besi dan kalsium, dan merupakan makanan rendah kalori untuk boot.Sumber serat yang baik, dan memiliki hampir tidak ada natrium atau lemak.
Dikemas dengan antioksidan, studi menunjukkan makan ceri atau minum jus ceri dapat meningkatkan kesehatan jantung, berperan dalam manajemen nyeri, mendukung pemulihan dari latihan, dan bahkan membantu Anda tertidur lebih cepat.
Dikemas dengan antioksidan, studi menunjukkan makan ceri atau minum jus ceri dapat meningkatkan kesehatan jantung, berperan dalam manajemen nyeri, mendukung pemulihan dari latihan, dan bahkan membantu Anda tertidur lebih cepat.
Juga membantu "melindungi tubuh dari efek berbahaya dari produk yang dikenal sebagai radikal bebas, membuat tubuh biasanya ketika perubahan oksigen dan makanan menjadi energi.
Ranking 5, cairan/Air
Menkonsumsinya setidaknya 91 ons untuk perempuan atau 125 ons untuk pria setiap hari membuat kulit halus dan memori yang tajam, melindungi sendi dan membantu menurunkan berat badan.
"Air membantu tubuh mencerna makanan, menyerap nutrisi dari makanan dan kemudian menyingkirkan sampah yang tidak terpakai," menurut para ahli dari Penn instutute on Aging.
Tidak harus berbentuk air minum, cairan bisa juga dari makanan yang banyak mengandung air seperti semangka dan mentimun.
Ranking 6, Jeruk
Jeruk merupakan sumber yang serat, folat, antioksidan, photochemicals dan, tentu saja, vitamin C, Dan, pada gilirannya, vitamin C sangat penting untuk fungsi kekebalan tubuh, penyembuhan luka dan sebagai bantuan dalam penyerapan zat besi.
Ranking 7. Telur
Telur memberikan protein yang sempurna dan kaya nutrisi, rendah kalori paket, rendah lemak.
Itu karena mereka penuh choline - yang baik untuk memori - serta visi pelindung lutein dan zeaxanthin, Telur memang mengandung kolesterol - sekitar 212 miligram per telur besar .
Memiliki empat kuning telur seminggu tampaknya tidak berpengaruh dalam risiko penyakit jantung .
Ranking 8, Kacang almond
Almond merupakan sumber yang kaya serat, protein lemak, jantung sehat, antioksidan dan vitamin dan mineral, membuat mereka makanan one-stop.
Sementara lemak tak jenuh tunggal bekerja untuk menurunkan kolesterol LDL, dosis yang signifikan vitamin E memberikan kekuatan antioksidan. Terlebih lagi, seperempat cangkir almond memiliki sekitar 100 miligram magnesium (sekitar 25 persen dari uang saku harian), yang mempromosikan kesehatan pembuluh darah dan jantung, dan 257 miligram potasium, yang membantu mencegah tekanan darah tinggi.
Ranking 9, tomat
Penuh vitamin C dan rendah kalori, tomat dapat membantu melawan kanker. Nutrisi yang mudah larut dalam lemak, telah ditunjukkan membantu memerangi prostat, paru-paru dan kanker perut pada khususnya.
Ranking 10, apel
Merupakan "sumber yang sangat baik dari pektin, serat larut yang dapat menurunkan kolesterol darah. Buah ini juga tinggi serat dan kulitnya mengandung sesuatu yang disebut asam ursolat, yang telah ditunjukkan dalam studi terbaru untuk menurunkan angka kejadian obesitas.
Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang makan apel sehari-hari mereka cenderungkecil kemungkinan melahirkan anak dengan asma.
Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang makan apel sehari-hari mereka cenderungkecil kemungkinan melahirkan anak dengan asma.
Bersambung.......
(inilah.com)
Label:
AIR,
APEL,
BLACKBERRY,
CERI,
GIZI,
JANTUNG,
JERUK,
KACANG-KACANGAN,
KANKER,
KENTANG,
OBESITAS,
PARU-PARU,
PROSTAT,
RSPBERY,
STROBERI,
TEKANAN DARAH,
TELUR,
TOMAT
Menikahlah, Ini Obati Kanker Paru-paru!
Selain mengambil obat, terapi atau bahkan operasi untuk penyembuhan, menikah disebut-sebut juga menjadi obat yang mujarab bagi mereka yang menderita kanker paru-paru.
Bahkan bisa membuat mereka hidup lebih lama daripada mereka yang lajang. Penelitian mengungkapkan seperti dikutip dari mid-day.com.
Tak hanya kanker paru-paru, pernikahan juga menjadi obat mujarab bagi penyakit kanker lainnya,termasuk kanker prostat, atau penyakit kepala dan leher.
Studi yang melibatkan168 pasien dengan kanker paru-paru lanjut yang sudah menjalani pengobatan kemoterapi dan radiasi lebih dari satu dekade 2000-2010 menemukan sepertiga dari mereka masih hidup setelah tiga tahun. Mereka adalah yang menikah, dibandingkan 10% dengan penyakit yang sama tapi masih lajang.
Hal ini karena pasien kanker membutuhkan dukungan lebih banyak dalam berkegiatan sehari-hari, dengan tepat tindak lanjut perawatan dan membantu bepergian ke dan dari rumah sakit untuk pengobatan.
Para peneliti dari University of Maryland mengatakan ini adalah penjelasan kemungkinan mengapa pasien menikah mampu menghadapi penyakit dengan lebih baik.
Hal ini karena pasien kanker membutuhkan dukungan lebih banyak dalam berkegiatan sehari-hari, dengan tepat tindak lanjut perawatan dan membantu bepergian ke dan dari rumah sakit untuk pengobatan.
Para peneliti dari University of Maryland mengatakan ini adalah penjelasan kemungkinan mengapa pasien menikah mampu menghadapi penyakit dengan lebih baik.
"Status pernikahan tampaknya menjadi prediktor independen penting dari kelangsungan hidup pada pasien dengan stadium lanjut non-kecil sel kanker paru-paru. Alasan untuk ini adalah jelas, tapi temuan kami menunjukkan pentingnya dukungan sosial dalam mengelola dan mengobati pasien kanker paru-paru kita, " kata Elizabeth Nichols, seorang onkologi radiasi yang memimpin penelitian.
"Kami percaya bahwa perawatan yang lebih baik dan mendukung mekanisme dukungan untuk pasien kanker dapat memiliki dampak yang lebih besar terhadap kelangsungan hidup meningkat daripada banyak teknik terapi kanker baru.
"Kita tidak hanya perlu untuk terus fokus pada menemukan obat baru dan terapi kanker, tetapi juga pada cara-cara untuk lebih mendukung pasien kanker," tambahnya.
Para peneliti mempresentasikan temuan mereka pada Simposium 2012 pada Thoracic Oncology di Chicago.
"Kami percaya bahwa perawatan yang lebih baik dan mendukung mekanisme dukungan untuk pasien kanker dapat memiliki dampak yang lebih besar terhadap kelangsungan hidup meningkat daripada banyak teknik terapi kanker baru.
"Kita tidak hanya perlu untuk terus fokus pada menemukan obat baru dan terapi kanker, tetapi juga pada cara-cara untuk lebih mendukung pasien kanker," tambahnya.
Para peneliti mempresentasikan temuan mereka pada Simposium 2012 pada Thoracic Oncology di Chicago.
(inilah.com)
Label:
KANKER,
LEHER,
LIFE STYLE,
MENIKAH,
PARU-PARU,
PROSTAT,
SAKIT KEPALA
Minggu, 02 September 2012
Warna Kulit Menunjukkan Kadar Kesehatan
Peneliti dari Universities of Bristol and St. Andrews di Inggris, melakukan penelitian untuk menentukan seberapa sehat seseorang berdasarkan warna kulitnya. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Springer's International Journal of Primatology.
"Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya terfokuskan pada bentuk wajah dan tekstur kulit, tapi salah satu variabel yang paling karakteristik dari wajah adalah warna kulitnya," ujar Dr Ian Stephen dari University of Bristol, seperti dikutip dari Medicalnewstoday.
Dari hasil penelitian terhadap ras kaukasia (orang berkulit putih) didapatkan bahwa:
1. Kulit yang berwarna sedikit merah berarti tubuh penuh darah dan oksigen yang mengisyaratkan jantung dan paru-paru yang sehat. Ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan warna kulit sedikit memerah berarti sehat.
2. Warna kulit kurang cerah kemungkinan bermasalah dengan diabetes atau jantung akibat adanya penyumbatan pembuluh darah dalam kulit.
3. Warna kulit kuning sehat menunjukkan orang tersebut sering mengonsumsi buah-buahan dan sayur karena warnanya dihasilkan oleh pigmen karotenoid. Pigmen ini adalah antioksidan kuat untuk menyerap senyawa berbahaya yang dihasilkan tubuh ketika memerangi suatu penyakit. Dan ini juga penting untuk kekebalan tubuh serta bisa mencegah kanker.
"Di beberapa negara barat, masyarakat sering berpikir bahwa sinar matahari adalah cara terbaik untuk meningkatkan warna kulit. Tapi penelitian kami menunjukkan gaya hidup sehat dengan diet yang benar merupakan cara mendapatkan kulit sehat yang lebih baik," ungkap Stephen.
"Penelitian ini sangat menarik dan dapat memberikan seseorang isyarat mengenai kesehatannya," ujar Professor David Perrett, kepala Perception Lab di University of St. Andrews.(bs)
(cybermed.cbn.net.id)
Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain.
Tinggalkan saran dan komentar anda di kotak komentar, Please!
Label:
ANTIOKSIDAN,
BUAH-SAYURAN,
DIABETES,
DIET,
JANTUNG,
KANKER,
KAROTENOID,
LIFE STYLE,
PARU-PARU,
PIGMEN,
WARNA KULIT
ROKOK DAPAT MENYEBABKAN TULANG KEROPOS
Merokok tidak hanya merusak patu-paru dan jantung melainkan juga bisamempercepat keroposnya tulang.Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa seseorang yang menjalani gaya hidup seperti merokok disebut-sebut pada akhirnya akan cepat memiliki tulang yang keropos atau menderita osteoporosis dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.
Dilansir Zeenews, penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan mereka yang merokoktanpa sadar akan memproduksi jumlah yang berlebihan dari dua protein yang mendorong pertumbuhan osteoklas, yakni sel-sel penghilang tulang yang pada akhirnya akan melarutkan danmengikis tulang.
Bagi peneliti, kondisi tersebut bukan tidak mungkin akan membuat tulang lebih rentan mengalamiosteoporosis atau pengeroposan tulang. Osteoporosis dapat meningkatkan risiko patah tulang danmenjadi penyebab utama kecacatan pada orang tua.
Dalam penelitiannya, ilmuwan dari American Chemical Society menganalisis perbedaan aktivitas genetik dalam sel sumsum tulang dari perokok dan bukan perokok.
Penelitian yang dipimpin oleh Gary Guishan Xiao menyebutkan bahwa racun dalam asap rokokmelemahkan tulang dengan cara mempengaruhi aktivitas osteoblas, yakni sel-sel yang membanguntulang baru, dan osteoklas, yang mengisap atau merusak tulang yang sudah tua.
Selain itu, disebutkan pula bahwa tubuh perokok kelak akan memproduksi dua protein yangmendorong produksi pemecah tulang osteoklas dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.
"Yang melemahkan tulang bukanlah racun dalam asap rokok, tetapi jumlah luar biasa besar dari duaprotein yang diproduksi oleh tubuh akibat banyak terpapar banyak asap rokok," ungkap Guishan Xiao.(*)
(beritaonline.web.id)
Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain.
Minggu, 15 Juli 2012
Kenapa Orang Bisa Kena Kanker?
Mendengar kata kanker, orang akan langsung bergidik. Penyakit ganas ini menyerang tanpa pandang usia dan jenis kelamin. Yang mengkhawatirkan, penyakit ini sulit atau bahkan hampir mustahil disembuhkan. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, apa yang bisa membuat seseorang terkena kanker?
Kanker pada dasarnya terjadi karena mutasi sel-sel normal secara berulang sehingga membentuk sel ganas yang berkembang secara tak terkendali dan mengganggu kelangsungan hidup sel-sel normal.
Yang unik dari sel kanker adalah kemampuannya untuk membuat sendiri pembuluh darah agar sel-sel kanker yang tumbuh dapat memasok makanannya sendiri.
Seluruh sel-sel di bagian tubuh yang bisa membelah bisa berubah menjadi sel kanker, kecuali kuku dan rambut. Oleh karena itu, kanker ada berbagai macam jenis sesuai tempat tumbuhnya, mulai dari kanker kulit, payudara, prostat, paru, hingga kanker darah. Penyebabnya pun juga beraneka ragam.
"Faktor penyebab kanker adalah keturunan dan lingkungan. Orang belum tentu kena kanker jika belum ada kesesuaian antara faktor keturunan dan lingkungan. Contohnya pada pasien kanker paru, ada banyak pasien yang terserang kanker paru karena kebiasaan merokok. Namun ada juga perokok yang tidak terkena kanker paru. Padahal rokok diketahui sangat berisiko memicu kanker," kata Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais seperti dituturkan kepada detikHealth, Rabu (27/6/2012).
Secara umum, dr Andhika menjelaskan bahwa penyebab kanker bisa digolongkan karena acquired dan congenital. Dikatakanacquired jika proses terjadinya kanker karena berbagai faktor yang didapatkan setelah kelahiran. Sedangkan congenital jika kanker terjadi karena proses patologis atau individu sudah berpotensi kanker sejak sebelum dilahirkan.
Faktor-faktor yang didapat setelah kelahiran dari lingkungan (acquired) jauh lebih besar pengaruhnya dalam perkembangan kanker. Perbandingan kasarnya adalah sekitar 80% kejadian kanker bersifat acquired dan 20% sisanya karena congenital.
Penyebab dari faktor lingkungan pun ada bermacam-macam, salah satu contohnya adalah makanan. Makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, makanan yang diasapi, daging merah, makanan fermentasi, makanan gosong hingga bahan kimia dalam makanan seperti formalin terbukti bisa memicu kanker.
Mutasi sel bisa juga disebabkan oleh radiasi nuklir. Contoh kasusnya, beberapa tahun setelah bom atom meluluhlantakkan kota Hiroshima pada Perang Dunia II, warga di sekitar kota yang masih selamat banyak mengalami kanker kulit. Tak hanya itu, paparan medan listrik di luar kapasitas yang mampu diterima oleh sel juga bisa memicu kanker.
"Pada kanker hati, penyebabnya kebanyakan dipicu oleh penyakit hepatitits B dan C. Kanker lambung bisa dipicu oleh infeksi Helicobacter pylori karena maag yang terjadi secara berulang sehingga merusak lapisan lambung. Kanker esofagus bisa ditimbulkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Seringnya asam lambung yang naik ini akan menciptakan baret esofagus dan akhirnya memicu kanker," kata dr Andhika.
Dr Andhika sangat menganjurkan pentingnya deteksi dini. Semakin cepat kanker dideteksi, kemungkinan sembuhya juga makin besar. Kanker yang masih berada dalam stadium bawah masih memiliki kemungkinan besar untuk disembuhkan. Semakin lanjut stadiumnya, maka kanker akan makin sulit disembuhkan.
Beberapa tingkat keparahan kanker beserta kemungkinan sembuhnya adalah sebagai berikut:
Pada stadium I, kemungkinan sembuhnya sebesar 90%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menurun jadi 70%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menjadi 40%, dan
pada stadium IV, pasien hanya memiliki 20% kemungkinan bertahan hidup
(detik.com)
Kanker pada dasarnya terjadi karena mutasi sel-sel normal secara berulang sehingga membentuk sel ganas yang berkembang secara tak terkendali dan mengganggu kelangsungan hidup sel-sel normal.
Yang unik dari sel kanker adalah kemampuannya untuk membuat sendiri pembuluh darah agar sel-sel kanker yang tumbuh dapat memasok makanannya sendiri.
Seluruh sel-sel di bagian tubuh yang bisa membelah bisa berubah menjadi sel kanker, kecuali kuku dan rambut. Oleh karena itu, kanker ada berbagai macam jenis sesuai tempat tumbuhnya, mulai dari kanker kulit, payudara, prostat, paru, hingga kanker darah. Penyebabnya pun juga beraneka ragam.
"Faktor penyebab kanker adalah keturunan dan lingkungan. Orang belum tentu kena kanker jika belum ada kesesuaian antara faktor keturunan dan lingkungan. Contohnya pada pasien kanker paru, ada banyak pasien yang terserang kanker paru karena kebiasaan merokok. Namun ada juga perokok yang tidak terkena kanker paru. Padahal rokok diketahui sangat berisiko memicu kanker," kata Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais seperti dituturkan kepada detikHealth, Rabu (27/6/2012).
Secara umum, dr Andhika menjelaskan bahwa penyebab kanker bisa digolongkan karena acquired dan congenital. Dikatakanacquired jika proses terjadinya kanker karena berbagai faktor yang didapatkan setelah kelahiran. Sedangkan congenital jika kanker terjadi karena proses patologis atau individu sudah berpotensi kanker sejak sebelum dilahirkan.
Penyebab dari faktor lingkungan pun ada bermacam-macam, salah satu contohnya adalah makanan. Makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, makanan yang diasapi, daging merah, makanan fermentasi, makanan gosong hingga bahan kimia dalam makanan seperti formalin terbukti bisa memicu kanker.
Mutasi sel bisa juga disebabkan oleh radiasi nuklir. Contoh kasusnya, beberapa tahun setelah bom atom meluluhlantakkan kota Hiroshima pada Perang Dunia II, warga di sekitar kota yang masih selamat banyak mengalami kanker kulit. Tak hanya itu, paparan medan listrik di luar kapasitas yang mampu diterima oleh sel juga bisa memicu kanker.
"Pada kanker hati, penyebabnya kebanyakan dipicu oleh penyakit hepatitits B dan C. Kanker lambung bisa dipicu oleh infeksi Helicobacter pylori karena maag yang terjadi secara berulang sehingga merusak lapisan lambung. Kanker esofagus bisa ditimbulkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Seringnya asam lambung yang naik ini akan menciptakan baret esofagus dan akhirnya memicu kanker," kata dr Andhika.
Dr Andhika sangat menganjurkan pentingnya deteksi dini. Semakin cepat kanker dideteksi, kemungkinan sembuhya juga makin besar. Kanker yang masih berada dalam stadium bawah masih memiliki kemungkinan besar untuk disembuhkan. Semakin lanjut stadiumnya, maka kanker akan makin sulit disembuhkan.
Beberapa tingkat keparahan kanker beserta kemungkinan sembuhnya adalah sebagai berikut:
Pada stadium I, kemungkinan sembuhnya sebesar 90%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menurun jadi 70%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menjadi 40%, dan
pada stadium IV, pasien hanya memiliki 20% kemungkinan bertahan hidup
(detik.com)
Langganan:
Postingan (Atom)