host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label BALITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BALITA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2012

Anak 5 Tahun Anda Masih Mengompol?

Headline
Anak Anda yang berumur lima tahun masih suka mengompol? Ini salah satu yang juga membuat ibu rumah tangga menjadi stres dan bingung menghadapinya.
Masalah mengompol terkadang membuat para ibu malu, meskipun sebenarnya fakta itu sangat umum. American Academy of Pediatrics menemukan masih umum anak yang hingga usia lima tahun masih mengompol.
Untuk membantu Anda memahami mengapa, berikut adalah jawaban atas beberapa pertanyaan orang tua tentang mengapa anak-anak mereka masih suka mengompol.
Mengapa anak saya masih mengompol?
Yang harus dipastikan terlebih dahulu, apakah anak Anda secara konsisten basah atau hampir tidak pernah kering, atau mengompol lalu kering dan mengompol lagi? Karena itu adalah dua hal sangat berbeda.
Jika terus-menerus basah atau mengompol, masalah yang dikenal sebagai ngompol primer (istilah medis, enuresis primer). Tapi jika masih ada jeda kering, itu disebut "sekunder" mengompol atau enuresis.
Pemicunya bisa karena stres psikologis atau trauma. Itu ditemukan dalam 10% kasus.
Apa yang menyebabkan anak menjadi pengompol?
Mengompol dengan tipe primer biasanya lebih umum terjadi. Ada kemungkinan bahwa anak-anak yang mengompol karena faktor keturunan atau genetik. Ada juga kemungkinan satu atau kedua orang tua mereka mengompol ketika kecil.
Teori yang paling populer adalah karena memiliki sedikit keterlambatan dalam pematangan sistem saraf mereka. Bila kandung kemih penuh, otak tidur harus mengirim pesan ke kandung kemih untuk tidak buang air kecil. Jika sistem saraf anak Anda adalah sedikit terbelakang, pesan tidak mungkin melewati.
Teori lain adalah bahwa anak-anak yang bedwetters adalah tidur sangat nyenyak. Sehingga otak mereka tidak memberi tahu ketika kandung kemih penuh dan harus dikeluarkan dengan sadar.
Para ahli juga menemukan, bahwa urin memang jauh lebih banyak ketika malam hari ketimbang siang hari. Sehingga kandung kemih mereka tidak bisa menahan semuanya atau lainnya adalah bahwa kandung kemih mereka memiliki kapasitas lebih kecil ketimbang tidak pernah mengompol yang memiliki ukuran lebih besar.
Lalu apa yang harus dilakukan?
Langkah pertama adalah membicarakannya dengan dokter anak Anda. Ini yang sering tidak dilakukan dengan alasan malu.
Tapi itu penting untuk dilakukan untuk menentukan langkah pertama secara medis atau psikologis.(inilah.com)
Bookmark and Share

Gawat! Bedak Tabur Bayi Ternyata Berbahaya


HeadlineBedak bayi tidak hanya membuat badan si kecil menjadi berbau wangi melainkan juga akan mendatangkan petaka jika digunakan berlebihan.


Sebuah penelitian menyebutkan bahwa penggunaan bedak tabur secara berlebihan akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bayi. Benarkah?

Bedak merupakan bubuk higroskopis yang berbentuk sangat halus dan berguna khususnya untuk mengurangi gesekan pada kulit. Sifatnya yang higroskopis, membuat bedak mudah menyerap dan mengeringkan kulit. Bedak juga bersifat sebagai penutup, pelindung, dan pendingin.

Oleh sebab itu bedak cocok digunakan di daerah intertriginosa yang relatif lebih lembab dibanding dengan kulit bagian tubuh lainnya, dan cenderung lebih mudah mengalami iritasi akibat gesekan antara dua permukaan kulit.

Belakangan timbul suatu perbedaan pendapat tentang aman tidaknya penggunaan bedak pada bayi. Kebanyakan produk bedak bayi menonjolkan talc sebagai bahan dasarnya. Talcadalah semacam batuan mineral yang telah melalui proses penambangan dan penggilingan hingga menjadi butiran-butiran halus.

Melalui proses tersebut, beberapa partikel mineral memang berhasil disingkirkan, namun beberapa partikel mineral yang serupa dengan asbes tetap tertinggal. Partikel-partikel inilah yang membuat talc menjadi berbahaya.

Jika seseorang (apalagi bayi) sering menghirupnya, maka partikel-partikel yang sangat kecil ini bisa tertinggal di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan, pneumonia, bahkan bisa saja kematian. Namun korelasi antara talc dan kanker paru-paru hingga kini masih belum dapat dipastikan.

Nah, berikut beberapa alasan mengapa bedak talc dianggap berbahaya bagi bayi:

1. Bedak talc terbuat dari berbagai kombinasi bahan seperti zinc stearate, magnesium silicates, dan sebagainya. Meski tergolong aman bagi kulit, namun bahan-bahan tersebut berukuran sangat kecil sehingga mudah terbawa udara seperti debu yang bisa masuk ke dalam paru-paru anak Anda yang nantinya bisa berakibat fatal bagi paru-paru mereka serta bisa menyebabkan bayi anda terserang pneumonia atau bahkan kanker paru-paru.

2. Beberapa kasus menyebutkan bahaya menghirup bedak talc bagi bayi Anda, bahkan beberapa diantaranya menyebabkan kematian. Meski demikian Anda tak perlu terlalu khawatir jika anak anda kerap menumpahkan bedak talc selama bedak tersebut tidak terhirup olehnya.

Para ahli kulit membuktikan bahwa jika dibandingkan pemakaian bedak talc dengan krim ataulotion kulit untuk bayi, maka krim atau lotion kulit lebih ampuh untuk mencegah dan mengobati ruam popok dibanding bedak.

Berdasarkan sejumlah akibat negatif itulah, American Academy of Pediatrics melarang penggunaan bedak berbahan dasar talc pada bayi. Ditambah lagi, belakangan ini muncul isu baru yang menyebut-nyebut penggunaan bedak berbahan dasar talc pada daerah kemaluan bayi perempuan dapat menyebabkan kanker ovarium.
Hingga saat ini, isu tersebut masih dalam proses penelitian untuk dibuktikan kebenarannya. (inilah.com)
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG