host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label WANITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WANITA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2012

ALASAN KENAPA RAMBUT WANITA LEBIH CEPAT BERUBAN

Sama seperti serangan jantung dan kanker, Rambut putih atau yang sering disebut uban bisa menjadi hal menakutkan bagi sebagian wanita. Pasalnya, uban identik dengan usia tua dan merusak penampilan.

Rambut uban tubuh karena sel-sel di folikel rambut yang di sebut sebagai “Melanosit” berhenti memproduksi pigmen paling utama dikenal sebagai melanin. Folikel yang kehilangan semua pigmen semua seiring waktu berlalu dan akhirnya akan membuat rambut benar-benar putih.

Namun menurut sebuah studi hampir sepertiga perempuan Inggris mulai beruban di bawah usia 30 tahun. Dua pertiga dari mereka mengatakan bahwa stres adalah penyebabnya. Padahal 20 tahun lalu, proporsi perempuan yang mulai beruban di bawah usia 30 tahun sangat sedikit.

Lantas, mengapa uban kerap sering menimpa perempuan daripada laki-laki?

Sekelompok ilmuwan dari Inggris menemukan jawabannya bahwa penelitian skala besar menemukan bahwa gen dan gaya hidup wanita lebih berpotensi menyebabkan rambut memutih atau beruban.

Perbedaan ini berasal dari teori yang lebih awal bahwa tingkatan rambut memutih itu dalam diri seseorang disadari karena faktor negatif seperti tingkat kesehatan, stres atau diet.

Seperti dikutip fit sugar para periset meneliti lebih dari 200 orang kembar identik dan tidak identik antara usia 59-81 di Inggris. Kembar identik, yang berbagi gen yang sama memiliki kondisi rambut putih yang identik juga.

Di sisi lain, orang yang tidak kembar identik yang memiliki gen berbeda meiliki tingkatan yang berbeda atas rambut putihnya.

Temuan itu didanai oleh sebuah perusahaan perawatan rambut dan menegaskan kembali kesimpulannya bahwa wanita beruban disebabkan karena kealamian gen.

Menurut para pakar, anda tak dapat mengubah genetik dan pengaruhnya pada rambut. Meski begitu, beragam jenis perawatan rambut yang tepat dengan kondisi tubuh dan rambut yang sehat akan memperlambat proses rambut berubah menjadi putih
(beritaonline.web.id)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel hasil penelitian ilmiah dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Bookmark and Share

Rabu, 01 Agustus 2012

TIPS KECANTIKAN: Meremajakan Kulit Tanpa Operasi


Compact_kulitDokter kecantikan Olivia Ong, diploma AAAM, mengenalkan prosedur  terbaru mid-face lift non bedah pada pusat wajah untuk  mengembalikan keremajaan kulit masa muda yang dapat dikerjakan dalam waktu singkat kira-kira selama setengah jam. 
 
“Metode mid-face lift terbaru ini membantu mengoreksi tanda-tanda penuaan dini dengan memulihkan volume wajah, khususnya di area pipi dan pengencangan pada pusat wajah,“ kata dokter yang praktek di kawasan Terusan Hang Lekir dan Tomang itu Kamis (26/7/2012).
 
Area pusat wajah merupakan bagian antara sudut luar mata hingga sudut bibir bagian atas, tepat di bawah hidung.  Area tersebut, katanya, membentuk segitiga imajiner pada wajah yang meliputi lipatan mata, pipi, dan garis nasobial (garis senyum yang muncul di kedua sisi mulut). 
 
Prosedur mid-face lift non bedah di pusat wajah dilakukan menggunakan filler suntik pada kulit untuk mengisi volume kantung mata dan pipi agar tampak muda kembali.  
 
Olivia bisa melakukan prosedur tanpa bedah mid-face lift itu dalam waktu sekitar setengah jam.  Pasien dapat langsung bekerja dan kembali beraktivitas di hari yang sama.
 
“Prosedur ini juga mengurangi keriput di bawa mata dan area bibir, yang ada hanya penampilan lebih segar dan diremajakan,” kata Olivia yang baru  menghadiri Restylane® Asia pacific Aesthetic Master Class di Hong Kong, pada  16 Juni 2012.
 
Proses penuaan dimulai secara perlahan dengan kemunculan keriput di area bawah mata dan sudut bibir.  Pipi juga mulai kehilangan elastisitas dan mengendur sehingga membentuk kesan bibir turun. 
 
Menurut rilisnya, proses penuaan bisa terjadi pada awal usia 30 tahun, namun pada awal  usia 40, pipi tak lagi tampak berisi.  Mengendurnya kulit disertai turunnya pipi berdampak pada terbentuknya kantung mata. Gaya  gravitasi juga membuat sudut mulut tampak terkulai sehingga menyebabkan seseorang tampak lebih tua atau galak.
 
Olivia mengatakan permintaan peremajaan wajah dan perawatan kecantikan meningkat drastis, disebabkan penerimaan masyarakat luas yang semakin terbuka terhadap prosedur kosmetik. (bisnis.com)
Bookmark and Share

Minggu, 15 Juli 2012

Nutrisi yang Diperlukan Agar Vagina Tetap Sehat

Menjaga kesehatan vagina tidak selalu harus dari luar, karena beberapa makanan yang dikonsumsi juga bisa membantu vagina tetap sehat. Makanan apa saja yang baik untuk vagina?

Vagina merupakan salah satu organ penting yang harus dijaga kesersihan dan kesehatanya, karena bisa mempengaruhi kesehatan menyeluruh khususnya bagian reproduksi.
Beberapa pola makan sederhana bisa membantu menjaga vagina tetap sehat sehingga mencegah infeksi ragi atau infeksi kandung kemih serta menjaga keseimbangan pHnya.

Berikut ini makanan yang baik untuk kesehatan vagina, seperti dikutip dari Livestrong, Jumat (7/10/2011) yaitu:

1. Probiotik
Tubuh bisa menjadi sarang dari berbagai macam bakteri yang baik dan buruk. Probiotik yang dikonsumsi dapat membantu mencegah mikroorganisme buruk seperti jamur dan bakteri Gardnerella yang bisa menyebabkan infeksi vagina.

Probiotik yang mudah ditemukan adalah dalam yogurt atau produk fermentasi susu lainnya, disarankan mengonsumsi secangkir yogurt sehari untuk kesehatan vagina yang optimal.

2. Jus cranberry
Jus ini umumnya digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi salurah kemih (UTI) akibat urine yang asam. Tapi jus ini juga bisa membantu menyeimbangkan kadar pH di seluruh daerah vagina. Mengonsumsi segelas jus cranberry tawar setiap hari adalah cara paling sederhana dalam menjaga pH vagina agar seimbang.

3. Vitamin E dan C
Vitamin E diketahui bisa membantu menjaga kondisi kulit secara umum, tapi ternyata juga mencegah kekeringan vagina. Makanan yang kaya vitamin E seperti gandum, biji bunga matahari, almond, walnut dna hazelnut.

Sedangkan vitamin C baik untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh sehingga mencegah infeksi, sumbernya dari jeruk, stroberi, kiwi, paprika hijau dan merah serta brokoli.

(detik.com)
Bookmark and Share

Agar Miss V Tak Dihinggapi Jamur

Salah satu keluhan yang banyak dialami oleh perempuan adalah mengalami infeksi jamur di kemaluannya seperti keputihan contohnya. Masalah jamur ini tentu saja bikin repot perempuan. Apa yang perlu dilakukan agar infeksi jamur tersebut tak hinggap di Miss V?

"Infeksi jamur di vagina adalah keluhan kedua yang umum terjadi pada perempuan, biasanya disebabkan oleh jamur Candida albicans," ujar Lisa M Krikorian dari klinik gikologi di Lahey Clinic, Burlington, seperti dikutip dari Everydayhealth, Sabtu (17/12/2011).

Mikroorganisme ini bisa hidup di dalam atau sekitar vagina serta masuk ke dalam saluran pencernaan dan kulit. Ketika keseimbangan flora normal terganggu, maka satu mikroorganisme bisa berkembang biak tidak terkontrol dan menyebabkan infeksi.

Penyebab infeksi jamur di vagina akibat kebersihan yang tidak terjaga serta adanya kelembaban yang berlebih di daerah vagina sehingga menciptakan lingkungan yang sangat disukai oleh jamur untuk berkembang biak.

Untuk mencegah infeksi ini dimulai dengan merawat diri sendiri, mendapatkan waktu isttirahat yang cukup, menghindari stres serta mengonsumsi makanan yang sehat. Jika memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, maka usahakan agar tetap terkontrol atau terkendali.

Selain itu ada pula beberapa hal yang bisa dilakukan agar vagina terhindar dari infeksi jamur yaitu:

1. Menjaga vagina tetap bersih dan kering
Hindari membersihkan area kelamin dengan sabun, tapi cukup membilas dengan air bersih lalu keringkan menggunakan handuk yang lembut. Jika ingin menggunakan sabun, pilihlah yang ringan dan menghindari bahan kandungan yang bisa memicu iritasi.

2. Mengurangi kelembaban
Sebaiknya kenakan pakaian yang longgar dan celana yang tidak terlalu ketat sehingga memberikan beberapa ruang untuk aliran udara. Gunakan pakaian dari bahan katun yang menyerap keringat dan hindari sutra atau nilon, serta segera mengganti baju yang basa akibat keringat setelah berolahraga atau berenang.

3. Menghindari penggunaan produk kewanitaan yang mengganggu keseimbangan bakteri alami
Usahakan untuk menghindari douching (cairan penyemprot vagina), serta jangan menggunakan semprotan kebersihan untuk daerah intim, bubuk atau wewangian tertentu.

4. Jangan pelit dalam menggunakan pembalut
Ketika menstruasi, jagalan vagina agar tetap bersih salah satunya dengan sering mengganti pembalut. Penggunaan pembalut dalam jangka waktu lama (lebih dari 4-5 jam) bisa memicu bakteri dan jamur, serta hindari embalut dengan wewangian.

5. Mandilah dengan cerdas
Usahakan untuk membatasi waktu berendan dengan air panas serta membilas tubuh dengan segera setelah mandi menggunakan produk yang mengandung garam mandi (bath salt).

6. Melakukan hubungan seks yang aman
Infeksi jamur bisa ditularkan melalui hubungan seks yang berisiko, untuk itu tanyakan pada pasangan engenai riwayat infeksi menular seksualnya dan gunakan kondom sebagai pelindung.
(detik.com)
Bookmark and Share

Kondisi-kondisi Medis yang Sebabkan Miss V Bau

Bau vagina yang tidak sedap kerapkali menjadi kekhawatiran sebagian wanita. Pada wanita sehat, cairan vagina dapat bervariasi dalam konsistensi, warna dan bau sepanjang siklus menstruasi bulanan.

Bau vagina yang kuat, tidak biasa atau buruk dapat terjadi karena sejumlah alasan kondisi medis. Wanita yang melihat perubahan dalam penampilan atau bau dari cairan vagina sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut dan perawatan.

Berikut 4 kondisi medis yang dapat menyebabkan bau yang tidak sedap pada vagina seperti dikutip dari Livestrong, Senin (5/3/2012) antara lain:

1. Penyakit Menular Seksual

Beberapa jenis penyakit menular seksual, seperti trikomoniasis, dapat menyebabkan bau pada vagina yang luar biasa kuat atau buruk.

Gejala tersebut dapat berkembang dalam waktu seminggu setelah terekspos terhadap penyakit menular seksual dan semakin dapat memburuk hingga menerima pengobatan.

Bau vagina yang tidak biasa disebabkan oleh penyakit menular seksual sering disertai dengan gejala lain, termasuk gejala mirip flu, sekret vagina abnormal, iritasi vagina, nyeri saat buang air kecil atau lesi kulit vagina.

Wanita yang mengembangkan gejala-gejala tersebut dalam hubungannya dengan bau vagina yang buruk harus segera mencari perawatan medis dengan segera.

2. Infeksi Vagina

Infeksi vagina disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur atau bakteri dari yang seharusnya terjadi secara alamiah. Pertumbuhan berlebihan dari jamur dan bakteri dapat menyebabkan bau vagina yang buruk.

Infeksi jamur vagina dapat menyebabkan keputihan yang dapat memancarkan bau yang buruk. Wanita yang mengembangkan vaginosis bakteri dapat mengembangkan keputihan berlimpah yang cukup tebal atau perubahan warna dari cairan vagina, kuat seperti bau ikan.

Gejala bau vagina yang disebabkan oleh infeksi vagina biasanya bertahan hingga wanita yang terkena menerima pengobatan antibiotik atau antijamur yang sesuai.

3. Kanker Serviks

Bau vagina yang buruk dapat disebabkan oleh adanya sel kanker dalam leher rahim. Cairan yang encer dan memancarkan bau busuk dapat merupakan gejala dari kanker serviks pada wanita tertentu.

Wanita yang mengembangkan bau vagina yang buruk dan juga mengalami nyeri panggul atau perdarahan vagina yang tidak teratur harus mencari perawatan medis dengan segera.

4. Kebersihan vagina kurang

Kebersihan yang buruk dapat menjadi penyebab bau vagina buruk pada wanita tertentu. Daerah yang hangat dan lembab, seperti vagina, adalah tempat yang biasa untuk pertumbuhan berlebihan dari patogen.

Membersihkan wilayah luar vagina dengan air atau sabun dapat membatasi gejala buruk bau vagina pada wanita tertentu. Bau vagina yang buruk juga dapat terjadi jika seorang wanita lupa untuk mengambil tampon dari vaginanya. 


(detik.com)
Bookmark and Share

Jamur Betah di Kemaluan Wanita Karena Ini

Jamur bisa tumbuh secara alami di seluruh tubuh, terutama jika lembab dan gelap seperti di vagina. Berikut ini 5 penyebab tersembunyi munculnya infeksi jamur di area wanita tersebut.

Umumnya bakteri baik atau probacteria terutama acidophilus berusaha menciptakan lingkungan yang asam agar jamur tidak berkembang biak. Tapi jika acidophilus sedikit dan kadar gula tinggi, maka jamur akan mulai berkembang biak.

"3 dari 4 perempuan setidaknya mengalami 1 kali infeksi jamur dalam hidupnya. Ketika hal ini terus datang lagi, berarti ada yang salah dengan sistem pertahanan tubuh," ujar Rebecca Booth, MD, ginekologis di Louisville, Kentucky, seperti dikutip dari Youbeuty,Selasa (12/6/2012).

Biasanya infeksi jamur banyak ditemukan pada bagian tubuh yang memiliki lipatan lemak seperti di ketiak dan tentu saja vagina. Selain akibat sistem kekebalan tubuh lemah atau pakaian ketat, ada penyebab tersembunyi lain dari infeksi jamur di vagina ini, yaitu:

1. Kadar estrogen rendah
Estrogen memberi makan bakteri acidophilus sehingga jamur tidak mudah muncul, tapi jika kadar estrogen rendah maka jamur akan mudah tumbuh. Karena itu menjelang haid kadang orang bisa terkena infeksi jamur akibat menurunnya kadar estrogen.

Jika memang mengalami infeksi jamur yang hormonal, maka seminggu sebelum haid Booth menyarankan untuk konsumsi probiotik, menghindari makanan manis serta makan yoghurt tawar.

2. Makan terlalu banyak gula
Booth menuturkan dimana ada gula maka disitu ada jamur. Lonjakan kadar gula darah menunjukkan banyak glukosa di dalam sistem tubuh yang seperti mengundang jamur, karena jamur menyukai glikogen (cadangan glukosa).

3. Menggunakan pantyliners
Jika menggunakan pantyliners agar celana dalam bersih, maka pemikiran yang salah karena pantyliners menyebabkan iritasi ringan yang dapat menurunkan kekebalan kulit dan jamur sangat menyukai lingkungan yang lembab atau udara sedikit. Hal ini karena serat sintetis dari pantyliners menghalangi aliran udara yang membuat jamur nyaman untuk berkembang biak.

4. Memiliki eksim vagina
Eksim memicu ruam yang bisa muncul pada jaringan vulva dan vagina. Kondisi ini menyebabkan peradangan kronis dan iritasi sehingga beberapa orang mengembangkan infeksi jamur. Untuk itu perlu mengobati eksim vagina dan membersihkan jamur.

5. Menggunakan kondom spermisida
Bahan aktif yang terkandung di dalam spermisida bisa mengganggu kekebalan vagina dan memungkinkan bagi jamur untuk mengambil keuntungan. Jika menduga spermisida sebagai penyebabnya, maka pilihlah kondom yang bebas spermisida.


(detik.com)
Bookmark and Share

Rabu, 11 Juli 2012

Obat Pereda Nyeri Tingkatkan Risiko Keguguran



SATU DARI ENAM IBU HAMIL MASIH MENGASUP OBAT PEREDA SAKIT MENJELANG DAN DI AWAL KEHAMILAN.


ibu hamil (corbis
Hati-hati mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang mengandung ibuprofren saat merencanakan kehamilan hingga usia kandungan 20 minggu. Sebuah penelitian menemukan, wanita yang mengasup ibuprofen sesaat sebelum hamil hingga usia 20 minggu berisiko dua kali lipat mengalami keguguran.

Para ilmuwan memperingatkan, puluhan ribu ibu hamil mengasup ibuprofen saat kehamilan tanpa menyadari bahayanya. Meskipun ada peringatan jelas mengenai bahaya obat selama kehamilan, satu dari enam ibu hamil masih meminum obat pereda rasa sakit ibuprofen.

Penelitian melibatkan kelompok obat penghilang rasa sakit yang dikenal sebagai non-steroid atau obat anti inflamasi (OAINS) meliputi ibuprofen dan naproxen. Aspirin merupakan salah satu kategori ini meski tak dimasukkan dalam studi. Sementara parasetamol dianggap aman selama kehamilan.

Para peneliti percaya, asupan obat-obatan menyebabkan embrio tidak melekat dalam rahim dengan sempurna sehingga wanita lebih mungkin menderita keguguran atau aborsi spontan.

Sekitar satu dari delapan kehamilan berakhir dengan keguguran, dan mayoritas terjadi dalam 12 minggu pertama. Seringkali, penyebab keguguran belum jelas, namun wanita yang berusia lebih tua, minum minuman beralkohol atau menderita obesitas memiliki risiko jauh lebih tinggi.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Medical Association Kanada melibatkan 47.050 wanita berusia 15-45 tahun. Mereka ditanya apakah mengasup obat penghilang rasa sakit selama dua minggu sebelum hamil hingga 20 minggu pertama kehamilan. Dan, satu dari enam wanita hamil mengaku minum obat penghilang rasa sakit.

Dr Anick Berard dari Universitas Montreal mengatakan, "Kami secara konsisten melihat bahwa risiko aborsi spontan dikaitkan dengan penggunaan diklofenak, naproxen, celecoxib, ibuprofen dan rofecoxib secara sendiri atau dalam kombinasi selama kehamilan. Wanita yang mengasup jenis dan dosis OAINS non-aspirin selama awal kehamilan lebih mungkin untuk memiliki aborsi spontan, " ujarnya seperti dimuat Daily Mail.

Namun, keguguran akibat obat penghilang rasa sakit terbilang kecil. Studi juga tak memperhitungkan penyebab lain seperti merokok dan obesitas. Dr Virginia Beckett, juru bicara untuk Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists, mengatakan, "Penting agar setiap wanita mengurangi risiko saat merencanakan dan selama kehamilan untuk mengurangi komplikasi dengan gaya hidup sehat." (eh)

http://penelitianilmiahterbaru.blogspot.com/
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG