host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label VITAMIN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VITAMIN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 September 2012

Buah Sukun Sangat Baik Sebagai Menu Diet


Breadfruit (buah roti) atau Sukun (Foto - jlarrygolferphotography)Ternyata di Amerika dan sebagian Eropa sudah lama digunakan sebagai makanan diet

Di Amerika buah Sukun disebut dengan nama breadfruit (buah roti). Masyarakat Amerika ternyata juga menyukai buah sukun sebagai cemilan pengganti roti.

Kata 'sukun' dalam bahasa Jawa berarti 'tanpa biji' dan dipakai untuk kultivar tanpa biji pada jenis buah lainnya, seperti jambu klutuk dan durian. 'Moyangnya' yang berbiji (dan karenanya dianggap setengah liar) dikenal sebagai timbul, kulur (bahasa Sunda), atau kluwih (bahasa Jawa). Di daerah Pasifik, kulur dan sukun menjadi sumber karbohidrat penting. Di sana dikenal dengan berbagai nama, seperti kuru, ulu, atau uru. Nama ilmiahnya adalah Artocarpus altilis , seperti dikutip dari wikipedia.

Buah ini ternyata di Amerika dan sebagian Eropa digunakan sebagai makanan diet, karena mempunyai banyak kelebihan dibandingakn dengan ubi jalar, ubi kayu, maupun kentang.

Buah sukun (Artocarpus altilis) termasuk dalam famili Moraceae alias keluarga Mulberry, memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang lebih tinggi. Cocok dijadikan makanan diet karena kandungan karbohidrat sukun terbilang setara dengan beras, kalori sukun sangat rendah, sehingga pas sebagai menu diet yang sehat. Kandungan mineral maupun kandungan vitaminnya juga tinggi.

Fitokimia adalah zat yang sangat penting bagi tubuh, terkandung dalam sukun, terutama dari beberapa jenis asam amino esensial, seperti isoleusin, methionin, lysine, histidine, tryptophan, serta valin. Manfaat buah sukun juga telah banyak dikenal, diantaranya untuk melancarkan pencernaan, menguatkan tulang dan gigi. Buah sukun juga baik bagi penderita jantung, ginjal , diabetes, serta orang yang mengidap penyakit liver.
(jaringnews.com)
Bookmark and Share

Tauge Dapat Memperbaiki Kualitas Sperma

Setiap 100gr tauge mengandung energi 50 kkal, kalsium 32 mg, potasium 235 mg, besi 897 mg, fosfor 75 mg, seng 960 mg asam folat 160 mg, vitamin C 20 mg dan vitamin B2 163 mg. Vitamin C mulai terbentuk pada hari pertama berkecambah hingga mencapai 15mg per 100 gram setelah 48 jam

JAKARTA, Jaringnews.com - Tauge atau toge sering digunakan sebagi campuran makanan sehari seperti ketoprak, bakso, tahu isi.

Sayuran tunas kacang hijau (phaseolus aureus; latin) ini memang telah diakui secara tradisi turun temurun menjadi ikon lambang kesuburan (fertilitas) pria. Apakah lambang ikon kesuburan pria ini hanya mitos?. Ternyata tidak.

Ini terbukti kandungan vitamin selama proses berkecambah dipercaya sangat berpengaruh terhadap fertilitas:

Vitamin B
Kadar vitamin B akan meningkat 2,5 sampai 3 kali lipat, yang dapat membantu proses pencernaan glukosa ketika glukosa telah dihasilkan maka dia akan memberi masukan pada sel-sel syaraf termasuk sel syaraf pada organ-organ kesuburan pria.

Vitamin C
Mulai terbentuk pada hari pertama berkecambah hingga mencapai 15mg per 100 gram setelah 48 jam. Vitamin C ini berfungsi untuk kesuburan (fertilitas) pria jika kekurangan dalam mengonsumsi vitamin C ini dapat mengakibatkan sel sperma menjadi lengket yang akan menggangu pembuahan sel telur karena sel sperma akan sulit mencapai sel telur.

Vitamin E
Vitamin E akan mengalami peningkatan selama berkecambah dari dari 24-230 mg per 100 gram biji kering menjadi 117-662 mg per 100 gram kecambah. Vitamin ini dikenal untuk kesuburan karena berfungsi dalam pembentukan testoteron yang diperlukan kejantanan pria.

Antioksidan yang terdapat dalam vitamin E ini dapat melindungi sel-sel telur (spermatozoa) dari berbagai kerusakan akibat serangan radikal bebas.

Sehingga kandungan tersebut menganjurkan pasangan yang infertil untuk mengonsumsi tauge, dengan kandungan gizi yang terdeteksi adalah setiap 100gr tauge mengandung energi 50 kkal, kalsium 32 mg, potasium 235 mg, besi 897 mg, fosfor 75 mg, seng 960 mg asam folat 160 mg, vitamin C 20 mg dan vitamin B2 163 mg.

Selama proses berkecambah juga terjadi hidrolisis protein yang menyebabakan kenaikan kadar asam amino (unsur- unsur yang membentuk protein) di dalam kecambah. Dalam penelitian mengatakan bahwa tauge merupakan sumber asam amino esensial yang sangat potensial dengan komposisi yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai, seperti dikutip dari info bank of science  
Namun, harus diingat, jangan memasak tauge sampai terlalu matang, sebab memasak terlalu lama akan menghilangkan zat-zat baik pada kandungan sayur penyubur pria ini.
(JARINGNEWS.COM)
Bookmark and Share

Manfaat Ketumbar Membunuh Bakteri

Banyak yang sering berpikir bahwa tanaman herbal dan rempah hanya berperan sebagai bumbu untuk masak. Padahal beberapa jenis herbal mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi.

Contohnya daun kemangi, peterseli yang memiliki kandungan vitamin A dan C. Peneliti bahkan sudah membuktikan berbagai manfaat kesehatan dari beberapa herba bagi manusia. Sebagaiman dilansir  My Health News Daily (31/08), terdapat beberapa jenis herba yang sebaiknya lebih sering Anda konsumsi karena memiliki banyak manfaat kesehatan.

 Minyak Oregano.
Sebuah penelitian di Journal of Essential Oil Research pada tahun 1998, menunjukkan minyak pada herbal oregano ampuh membunuh bakteri dan jamur tertentu. Sebelumnya, penelitian tahun 1997 oleh para ahli dari Cornell University juga menemukan fakta serupa.
Peneliti menemukan bahwa oregano bisa membunuh bakteri dalam jumlah lebih banyak dalam tubuh.

Daun Ketumbar.
Daunnya ampuh mematikan bakteri Listeria monocytogenes. Demikian menurut penelitian dalamInternational Journal of Food Microbiology tahun 2002.

Bakteri tersebut tergolong berbahaya dan biasa ditemukan dalam makanan. Misalnya susu mentah, susu yang pasteurisasinya kurang benar, keju, es krim, sayuran mentah, sosis fermentasi, daging merah, unggas dan ikan mentah, daging unggas yang sudah dimasak, dan ikan asap.

Curcumin.
Curcumin adalah senyawa yang ditemukan dalam kunyit. Beberapa manfaat kesehatan curcumin adalah mencegah diabetes, demikian menurut penelitian dalam jurnal Diabetes Care pada tahun 2012. Mengonsumsi curcumin alami dari masakan dengan bumbu kunyit lebih disarankan daripada minum suplemen atau multivitamin.
( http://jaringnews.com )

Bookmark and Share

Rabu, 05 September 2012

Makanan Organik Tak Lebih Sehat Dari Non-Organik?

 Sayur-sayuran dan daging organik ternyata tidak lebih baik dari sayuran dan daging biasa dari segi vitamin dan gizi. Hal ini adalah hasil uji dari bukti-bukti yang terkumpul.

Meski begitu, makanan organik masih terbukti dalam menurunkan risiko paparan terhadap residu pestisida dan bakteri kebal antibiotik, kata para peneliti dari Stanford University dan Veterans Affairs Palo Alto Health Care System.

"Orang memilih makanan organik untuk alasan berbeda-beda. Salah satunya adalah keuntungan kesehatan," kata Dr Crystal Smith-Spangler yang memimpin penelitian tersebut.

"Pasien dan keluarga kami bertanya, 'Apakah ada alasan-alasan kesehatan untuk memilih makanan organik dari segi gizi jika dibandingkan dengan dampaknya untuk kesehatan manusia?'"

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ia dan para koleganya menguji lebih dari 200 hasil penelitian untuk membandingkan kesehatan antara orang-orang yang makan makanan organik atau biasa serta kandungan gizi dan pencemaran dalam makanan tersebut.

Mereka pun memeriksa buah-buahan organik dan non-organik, sayur-sayuran, gandum, daging, ayam dan burung, telur, serta susu.

Banyak penelitian tersebut yang tidak merinci standar apa yang bisa disebut makanan organik --harganya bisa mencapai dua kali lipat dari makanan biasa--kata para peneliti tersebut lewat Annals of Internal Medicine edisi Senin.

Menurut standar Kementerian Pertanian AS, pertanian dan peternakan organik harus menghindari penggunaan pestisida dan pupuk sintetik, hormon dan antibiotik. Hewan ternak juga harus mendapat akses ke padang rumput pada musim merumput.

Banyak pertanian konvensional di AS menggunakan pestisida untuk menghilangkan serangga dan mengumpulkan hewan dalam kondisi tertutup yang sesak sambil memberi antibiotik dalam pakan untuk membesarkan badan dan mengusir penyakit. Food and Drug Administration atau BPOM-nya Amerika Serikat sudah memeriksa tipe antibiotik yang digunakan dalam pakan dan bagaimana itu bisa berpengaruh pada efek resisten obat di manusia.



Vitamin Sama

Smith-Spangler dan para koleganya menemukan tidak ada perbedaan dari sisi vitamin dalam sayur atau produk hewan yang dihasilkan secara organik maupun konvensional. Yang berbeda hanyalah terdapat lebih banyak fosfor dalam produk organik.

Susu dan ayam organik mungkin mengandung asam lemak omega-3 yang lebih banyak, namun itu hanya berdasar pada beberapa studi.

Ada lebih banyak perbedaan signifikan dalam jumlah pestisida dan bakteri makanan yang resisten terhadap antibiotik.

Lebih dari sepertiga sayuran konvensional memiliki residu pestisida yang bisa terdeteksi, jika dibandingkan dengan hanya 7 persen pada sayuran organik. Ada kemungkinan ayam dan babi organik 33 persen lebih kecil membawa bakteri yang resisten pada tiga atau lebih antibiotik daripada daging yang diproduksi dengan cara biasa. 

Smith-Spangler mengatakan pada Reuters Health bahwa baik makanan organik maupun konvensional tidak boleh melewati batas tertentu dalam penggunaan pestisida, sehingga belum diketahui apakah perbedaan residu itu dapat berdampak pada kesehatan.

Namun Chensheng Lu yang mempelajari kesehatan lingkungan di Harvard School of Public Health in Boston mengatakan bahwa, meski belum ada hasil pasti soal efek pestisida di tubuh manusia, orang tetap harus mempertimbangkan paparan pestisida dalam keputusan belanja mereka.

"Jika saya seorang konsumen yang cerdas, saya akan memilih makanan tanpa pestisida," kata Lu yang tidak terlibat dalam studi baru tersebut pada Reuters Health. "Saya rasa itu adalah cara terbaik untuk melindungi kesehatan Anda."

Menurut dia, butuh lebih banyak penelitian untuk mendalami kemungkinan perbedaan keamanan dan kesehatan antara makanan biasa dan organik, dan masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa daging dan sayuran organik tidak lebih sehat dari non-organik. "Saya rasa saat ini semuanya masih berdasar pada bukti yang belum kuat," kata dia.
(http://id.berita.yahoo.com)
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG