host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label KESUBURAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESUBURAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Oktober 2012

Remaja Obesitas Terancam Mandul


Remaja gemuk berisiko mengalami ketidaksuburan dan impoten.
Hasil penelitian oleh ilmuwan University at Buffalo di Amerika Serikat menunjukkan remaja laki-laki gemuk berusia 14-20 tahun hanya memiliki setengah dari jumlah testosteron total dibandingkan remaja dengan berat badan normal atau ramping.
"Tentu saja temuan kami ini mengungkapkan remaja obesitas berpotensi menderita impoten dan mandul," jelas Dr. Paresh Dandona, dilansir melalui Dailymail (19/10).
Temuan dalam journal of Clinical Endocrinology sebelumnya sudah melakukan pengamatan terhadap 25 remaja obesitas dan 25 remaja berbadan ramping, yang dikontrol usia dan tingkat kematangan seksualnya.
Peneliti mengambil sampel darah relawan pada pagi hari setelah diminta puasa sebelumnya, untuk mengetahui tingkat testosteron bebas dan total serta estradiol, sebuah hormon estrogen.
Selain masalah ketidaksuburan, hasil penelitian ini juga menyoroti adanya peningkatan jumlah lemak dan berkurangnya otot perut yang bisa menyebabkan resistensi insulin, pemicu diabetes.
"Temuan ini menunjukkan bahwa efek dari obesitas sangat kuat, bahkan pada anak muda. Asupan nutrisi dan gaya hidup sejak masa kanak-kanak memberikan dampak besar di semua tahap kehidupan anak," tambahnya.
Bookmark and Share

Agar Pria Kembali Subur


Ngebet ingin miliki momongan namun tak juga hamil. Lebih dari 40 persen pasangan yang tidak mampu untuk hamil, memiliki masalah pada sperma suaminya.

Untuk membantu pembuahan, pria harus memiliki 40 juta sperma per ejakulasi. Sayangnya, berbagai faktor justru menyusutkan jumlah dan kualitas sperma. Healthmeup (25/7) memberikan beberapa tips untuk meningkatkan kesuburan pria.
Makanan sehat

Salah satu usaha meningkatkan kesuburan, kaum pria membutuhkan makan yang banyak mengandung vitamin A, E dan C, serta selenium dan seng. Seng banyak terkandung dalam tiram, yang amat penting dalam produksi testosteron. Serta, membantu dalam mempertahankan volume air mani dan menjaga kualitas sperma.
Sehat

Menghitung indeks massa tubuh (BMI) dapat memberikan petunjuk yang cukup akurat mengenai status berat badan yang sehat. BMI yang kurang dari 20 dapat menyebabkan ketidaksuburan pria, sedangkan BMI di atas 25 dapat mengurangi jumlah sperma pria sebanyak 22 persen. Mulailah untuk mengonsumsi makanan sehat dikombinasikan dengan olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari yang membantu mencapai target berat badan yang sehat.
Hentikan kebiasaan buruk

Alkohol dan narkoba memberikan dampak langsung pengurangan sperma. Selain itu, merokok juga menyebabkan DNA sperma rusak, yang berakibat anak lahir dengan cacat. Menurut para ahli, ganja menurunkan jumlah sperma pria dan cairan mani, sehingga jumlah sperma tidak normal.
Hindari celana ketat

Rasa panas menjadi salah satu musuh terbesar sperma sehat. Hindari pemakaian celana atau jeans ketat. Meskipun tubuh memiliki 'perangkat pendingin' yang disebut skrotum untuk memberikan efek dingin bagi testis, namun celana dan pakaian dalam ketat membuat kinerja skrotum terbatas. Suhu yang tidak normal pada skrotum karena celana ketat berisiko pada kualitas dan jumlah sperma.
Konsumsi suplemen

Tak ada salahnya mengonsumsi suplemen demi meningkatkan kesuburan. Sebelumnya, konsultasikan masalah ini dengan dokter.
Bookmark and Share

Rabu, 19 September 2012

7 Penyakit Ini Butuh Bantuan Antioksidan dalam Penyembuhannya


Anggur merah juga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular karena selain kaya akan antioksidan, juga mengandung resveratrol.
Pengobatan yang tepat sangat penting untuk menyembuhkan penyakit. Selain melalui pengobatan medis, penyembuhan penyakit tertentu akan lebih efektif jika didukung dengan meningkatkan asupan antioksidan melalui perubahan diet.

Seperti dilansir Besthealthmag (15/9), ini adalah tujuh penyakit yang penyembuhannya dapat dibantu dengan asupan antioksidan:

1. Penyakit kardiovaskular
Makanan yang mengandung antioksidan sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung. Antioksidan dapat diperoleh dari buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan teh.

Anggur merah juga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular karena selain kaya akan antioksidan, juga mengandung resveratrol yang baik untuk jantung. Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa coklat hitam baik untuk jantung, tapi pastikan untuk memperhatikan kandungan lemak dan kalorinya.

2. Kesuburan
Sebuah penelitian baru menemukan bahwa pria yang mengonsumsi suplemen lycopene, vitamin E dan C, zinc, selenium, folat dan bawang putih memiliki tingkat kesuburan hingga dua kali lipat dibanding pria lain yang tidak memiliki asupan antioksidan.

Antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang diketahui dapat menurunkan kualitas sperma dan menyebabkan ketidaksuburan.

3. Degenerasi makula
Studi menunjukkan bahwa antioksidan lutein dan zeaxanthin dapat melindungi terhadap degenerasi makula mata. Zat-zat antioksidan tersebut dapat diperoleh dari sayuran berwarna cerah seperti wortel, tomat, brokoli dan buncis.

4. Cystic fibrosis
Cystic fibrosis adalah penyakit gangguan pada kelenjar, termasuk kelenjar yang membuat lendir dan keringat.

Orang yang menderita Cystic fibrosis juga dapat mengalami kesulitan dalam mencerna makanan, sehingga kadang memerlukan terapi antioksidan melalui inhaler ketika mendapat perawatan. Terapi antioksidan tersebut dilakukan dengan menggunakan vitamin A, D, E dan K dan glutathione.

5. Alergi dan asma
Anak-anak yang makan lebih banyak tomat, terong, dan kacang hijau memiliki risiko yang lebih kecil terhadap asma dan alergi. Antioksidan seperti alpha kareoten, beta karoten, vitamin C dan lycopene juga dapat melindungi jaringan paru-paru.

6. Kanker
Asupan tinggi buah dan sayuran melindungi seseorang terhadap risiko kanker. Tetapi bagi orang yang sedang menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker, asupan tinggi antioksidan mungkin dapat menghambat pengobatan karena proses kemoterapi dilakukan dengan menggunakan radikal bebas untuk menghancurkan sel kanker.

7. Penyakit tulang
Penelitian terbaru telah menemukan bahwa antioksidan dalam teh hijau dapat membuat tulang lebih kuat seiring pertambahan usia. Teh hijau juga dapat mengurangi peradangan dan nyeri pada rheumatoid arthritis. (jaringnews.com)
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG