host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label STROKE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STROKE. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2012

8 Penyakit ini bisa dicegah dengan gosok gigi!


Menggosok gigi adalah kebiasaan wajar yang kita lakukan setiap hari. Alasan orang menggosok gigi, pastilah untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi mereka. Padahal, menggosok gigi juga bisa menjauhkan Anda dari banyak penyakit lain lho. Ini dia penyakit-penyakit yang bisa dihindari dengan menggosok gigi, seperti dilansir oleh Huffington Post (13/09).
1. Penyakit jantung
Orang dewasa yang melakukan pemeriksaan gigi dan membersihkan gigi dengan benar secara teratur memiliki risiko terkena penyakit jantung yang lebih rendah, berdasarkan penelitian di American Journal of Medicine tahun 2012.
2. Stroke
Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa memeriksakan gigi secara teratur mengurangi risiko stroke.
3. Penyakit gusi
Rajin menggosok gigi juga bisa mencegah penyakit gusi. Peneliti di The National Institute of Dental and Craniofacial menyarankan agar Anda menggosok gigi dua kali sehari untuk mengurangi risiko sakit gusi.
4. Pneumonia
Sebuah penelitian tahun 2011 di Journal of Periodontology menunjukkan bahwa infeksi oral mampu meningkatkan penyakit pernapasan termasuk pneumonia dan COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease). Untuk itu, rajin-rajinlah menjaga kesehatan gigi.
5. Kelahiran prematur
Percaya atau tidak, memiliki mulut dan gigi sehat juga bagus untuk kehamilan. Sebuah penelitian tahun 2007 menunjukkan bahwa penyakit mulut bisa menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan yang kecil pada bayi.
6. Makan berlebihan
Dengan menggosok gigi secara teratur, Anda akan terhindar dari makan yang berlebihan dan sembarangan. Selain itu menggosok gigi akan membuat Anda malas makan lagi, setelah mulut Anda terasa berbeda setelah menggosok gigi.
7. Alzheimer
Sebuah penelitian di NYU College of Dentistry menunjukkan bahwa penyakit gusi bisa meningkatkan risiko Alzheimer. Tentu saja, dengan menjaga kesehatan gigi dan gusi akan mengurangi risiko terkena Alzheimer, sekaligus menjaga kesehatan otak.
8. Disfungsi ereksi
Selain mulut yang segar juga bisa membuat pasangan nyaman, ternyata kesehatan mulut juga berdampak besar pada kehidupan seksual. Menjaga kebersihan gigi dan mulut ditengarai mampu mencegah kelainan disfungsi ereksi pada pria. Pria yang memiliki penyakit gusi atau kesehatan mulut buruk diketahui memiliki risiko disfungsi ereksi yang tinggi.
Itulah delapan penyakit yang bisa dijauhkan hanya dengan kebiasaan menggosok gigi dan menjaga kesehatan mulut. Sekarang, tak ada lagi alasan untuk meremehkan kesehatan gigi kan?  (MERDEKA.com)
Bookmark and Share

Penyakit Yang Mengincar Anak Muda

Jangan terlalu mengira usia Anda yang masih muda menandakan Anda sehat. Terkadang, fisik yang sehat justru mengelabui kesehatan secara keseluruhan. 

Akibat pergaulan, para anak muda justru berisiko mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, beberapa penyakit yang umumnya menyerang orang tua, justru kini telah banyak diidap anak-anak muda.

Diabetes tipe 2
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa terjadi peningkatan drastis pada orang-orang yang mengidap diabetes tipe 2. Kini, pengidap diabetes sudah banyak dialami anak-anak.

Para ahli percaya, makanan dan gaya hidup tidak sehat memicu peningkatan risiko diabetes tipe 2 dikalangan anak muda. Obesitas juga menaikkan risiko penyakit ini. Selain itu, diabetes merupakan penyakit turunan. Untuk menghindarinya, cukup jalani hidup sehat.

Kanker kulit (melanoma)
Salah satu jenis kanker mematikan ini, kini bnayak dijumpai pada usia remaja atau pada awal usia 20 tahun. Penelitian dari peneliti Mayo Clinic menunjukkan tingkat melanoma pada wanita naik delapan kali lipat dan empat kali lipat pada pria.

Pasalnya, paparan sinar mataharilah yang menyebabkan terjadinya melanoma. Jangan lupa untuk menggunakan tabir surya saat harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, penggunaan program tanning indoor meningkatkan risiko hingga 74 persen.

Stroke
Stroke sering kali dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal kini, anak muda sudah banyak menderita stroke.

Kesemua faktor risiko ini tidak lepas dari gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi narkoba, malas berolahraga, makanan junk food dan sifat tempramen. Untuk meminimalisir risikonya, coba ubah pola hidup, hindari makanan berlemak, perbanyak makan sayur dan buah, serta rutin berolahraga.

Kanker payudara
Kanker payudara memang menjadi momok para wanita. Kini, usia penderita kanker payudara kian bergeser ke usia perempuan muda atau remaja. 

Faktor genetik, gaya hidup tak sehat, merokok, obesitas dan telat menikah menjadi pemicunya. Usahakan rutin berolahraga, menjaga berat badan dan membatasi gaya hidup tak sehat, bisa menjadi cara untuk membantu mengurangi risiko. (ghiboo.com)
Bookmark and Share

Kamis, 06 September 2012

Makan Buah Anggur Bikin Jantung Pria Lebih Sehat

Makan Buah Anggur Bikin Jantung Pria Lebih SehatBuah yang banyak digemari orang ini, selain kaya akan antioksidan ternyata mempunyai manfaat lain bagi kesehatan jantung pria. Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa mengkonsumsi buah anggur dapat membantu melindungi kesehatan jantung dengan sindrom metabolik.

Peneliti mengamati pengurangan faktor risiko utama penyakit jantung pada pria dengan sindrom metabolik. Caranya, dengan mengurangi tekanan darah, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi peradangan. Komponen alami yang ditemukan dalam anggur, yang dikenal sebagai polifenol, dianggap bertanggung jawab atas efek yang menguntungkan ini.

Penelitian tersebut dipimpin oleh peneliti utama, yaitu Dr. Maria Luz Fernandez dan Jacqueline Barona, seorang mahasiswa PhD di laboratorium Dr. Fernandez di Department of Nutritional Sciences dari University of Connecticut.

Penelitian yang dipimpin Dr. Maria Luz Fernandez tersebut, melibatkan pria berusia 30 dan 70 tahun dengan sindrom metabolik yang dipilih secara acak. Diyakini bahwa penelitian tersebut adalah penelitian yang pertama yang melihat dampak dari buah anggur pada sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah kondisi dimana seseorang mengalami tekanan darah meningkat, tingkat gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang atau HDL (kolestrerol baik) rendah, dan trigliserida darah meningkat. Hal tersebut terjadi secara bersama-sama dan secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sindrom metabolik merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama dan meningkat, terutama di Amerika Serikat. Dalam penelitian tersebut, secara acak para peserta disuruh untuk mengonsumsi anggur dalam bentuk bubuk anggur kering yang dibekukan atau bubuk plasebo, dalam waktu empat minggu

Setelah minggu ke-3 yaitu periode “pembersihan”, para peserta diminta untuk tidak lagi mengonsumsi anggur atau plasebo, kemudian mereka diarahkan untuk pengobatan alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengonsumsi anggur memiliki penurunan yang signifikan pada tekanan darah dan senyawa yang terkait dengan peradangan, serta meningkatkan aliran darah.

“Hasil ini menunjukkan bahwa mengonsumsi anggur dapat memperbaiki faktor risiko penting yang terkait dengan penyakit jantung pada orang yang sudah berisiko tinggi.” kata Fernandez. Penelitian tersebut telah dipublikasiklan dalam Journal of Nutrition.
(detik.com)
Bookmark and Share

Kamis, 30 Agustus 2012

Cokelat Lindungi Otak dari Ancaman Stroke

Cokelat memang dikenal sebagai makanan yang tak hanya lezat, tetapi juga memberi banyak manfaat. Ada saja alasan untuk mengonsumsi makanan yang satu ini,  termasuk salah satu kajian terbaru yang mengindikasikan bahwa cokelat dapat memberi perlindungan pada otak dari ancaman stroke.

Penelitian yang mengikuti perkembangan kesehatan lebih dari 37.000 pria Swedia menunjukkan, mereka yang sering mengonsumsi cokelat cenderung lebih rendah risikonya terkena stroke. Penelitian lain juga pernah mengungkapkan cokelat menyehatkan jantung. Kendati begitu, tetap tidak disarankan untuk makan cokelat secara berlebihan. 

Responden yang terlibat dalam penelitian ini diwawancara seputar pola makan. Kesehatan mereka juga dimonitor selama satu dekade. Para responden dibagi dalam empat kelompok berdasarkan jumlah cokelat yang mereka konsumsi, yakni yang jarang makan cokelat, makan secara rata-rata, tidak pernah makan, dan yang mengonsumsi 63 gram. 

Dibandingkan dengan orang yang paling banyak mengasup cokelat, mereka dalam kelompok paling rendah berisiko 17 persen terkena stroke selama durasi penelitian. 

Prof Susana Larsson, salah seorang peneliti dari Karolinska Institute mengatakan, efek perlindungan cokelat berasal dari flavonoid dalam cokelat.  "Flavonoid mencegah penyakit kardiovaskular karena mengandung antioksidan, antipenyumbatan, dan antiinflamasi," katanya. 

Selain itu, flavonoid dalam cokelat juga mengurangi konsentrasi kolesterol darah dan menurunkan tekanan darah. 

Walau selama ini penelitian terdahulu lebih menyarankan konsumsi cokelat hitam, tetapi dalam penelitian yang dilakukan Larsson tersebut para responden kebanyakan mengonsumsi cokelat susu. 

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi cokelat mengurangi risiko stroke bila diasup dalam jumlah sedang," kata Dr Clare Walton dari Asosiasi Stroke Inggris.

Para dokter juga menegaskan bahwa mengonsumsi cokelat tidak bisa menggantikan manfaat olahraga dan menjalankan pola makan yang sehat. (kompas.com)
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG