host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label LEMAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEMAK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2012

Kopi Mampu Kurangi Penyakit Kanker

Minum beberapa cangkir kopi dalam sehari ternyata bisa mengurangi risiko terkena kanker usus. Dalam sebuah penelitian, peserta uji coba yang menenggak 4 gelas kopi sehari ternyata punya 15 persen risiko lebih kecil kena tumor usus.

Mereka yang minum enam gelas atau lebih, maka risiko terserang kanker usus berkurang hingga 40 persen. Pengurangan risiko kanker usus ini tidak terdapat pada para penggemar teh.

Diketahui lebih dari 40 ribu orang/tahun di Inggris terkena kanker usus. Sekitar 16.000 orang/tahun meninggal karena menderita penyakit ini. Kebanyakan penderita mengabaikan gejala dini dan hanya mencari pengobatan sekali begitu penyakit mereka bertambah parah.

Makan makanan banyak lemak dan daging merah disertai kurang olahraga diduga menjadi beberapa faktor penyebab penyakit ini.

Beberapa penelitian sebelumnya memang pernah menyebutkan kalau kopi bisa melindungi tubuh meskipun penelitian tersebut tidak diyakini kebenarannya.

Dalam penelitian terakhir, peneliti dari Institute Kanker di Rockbille Maryland mengambil sampel 490.000 orang yang ikut diet sehat.

Beberapa dari mereka merupakan penggemar kopi dan tidak suka kopi. Hasilnya, seperti dikutip dalam "American Journal of Clinical Nutrition", beberapa tumor sedikit mengecil pada orang yang minum 4 gelas kopi sehari. Tumor makin mengecil pada orang yang minum kopi 6 gelas sehari untuk beberapa jenis kanker.

Direktur Eksekutif Asosiasi Kopi Inggris Dr Euan Paul mengatakan "Penelitian ini jelas membangkitkan semangat kalau kopi juga bisa mengurangi risiko kanker usus karena 40.000 orang terkena kanker ini di Inggris, membuat kanker usus menjadi penyakit ketiga terbesar disana."

Namun ia menekankan untuk wanita hamil agar mengikuti saran Badan Kesehatan untuk mengkonsumsi maksimal 200 kg kafein dalam sehari karena dapat meningkatkan risiko keguguran pada dosis tinggi.

Kafein dalam kopi juga bisa meningkatkan kecemasan pada beberapa orang dan dapat menganggu pola tidur Anda sehingga tidak bisa sepenuhnya beristirahat.
(cybermed.cbn.net.id)


Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Tinggalkan saran dan komentar anda di kotak komentar, Please!
Bookmark and Share

Kamis, 30 Agustus 2012

4 Aplikasi Smartphone Ini Bantu Diet Anda

Bisa memberikan informasi makanan apa saja yang bisa Anda konsumsi, bahkan mengetahui zat tambahan yang terkandung dalam makanan kemasan.

Ada kabar baik bagi Anda yang ingin melakukan diet demi memiliki berat badan ideal. Kini, Anda dapat mengunduh beberapa aplikasi ponsel pintar (smartphone) yang dapat melakukan tugas layaknya dokter pribadi atau konsultan diet Anda. 

Lantas, aplikasi apa saja yang dapat membantu program diet Anda?

Eatery
Aplikasi pintar ini akan menunjukkan kepada Anda tentang apa yang harus dimakan. Dan yang lebih penting, memberitahu apakah Anda sedang membutuhkan diet atau tidak. Dapat dikatakan, ini seperti sebuah direktori untuk menilai apakah Anda makan menu sehat atau tidak.

My Fitness Pal
Kalori adalah kunci keberhasilan diet. Nah, jika Anda tidak terlalu pandai menghitung kalori, serahkan pada aplikasi ini. Cukup dengan memasukkan data yang diminta, Anda dapat melacak kalori dan lemak dalam makanan.

Aplikasi yang kuat ini bahkan dapat dibaca hanya dengan memindai barcode yang ada pada kemasan makanan.

Fooducate
Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda dijamin tidak akan pernah merasa bersalah dengan apa yang Anda makan. Seperti namanya, program ini akan memberikan informasi penting yang menjelaskan makanan yang sehat dan tidak untuk tubuh Anda. Selain itu, aplikasi ini akan memberikan solusi atau alternatif untuk diet sehat yang perlu Anda jalani.

Hampir sama dengan aplikasi My Fitness Pal, aplikasi ini juga dapat membaca barcode untuk diolah menjadi data tentang gula, lemak, pewarna, pengawet dan masih banyak lagi yang terkandung dalam makanan kemasan.

Whole Foods Market
Ingin mencari inspirasi makanan lezat dan sehat? Cukup dengan membuka aplikasi ini yang menyajikan berbagai resep sehat. Caranya, masukkan data pribadi Anda, apakah Anda seorang vegetarian, atau harus menghindari bahan atau zat tertentu. Setelah itu, program ini akan menampilkan pilihan resep yang layak Anda konsumsi.   

Meski keempat aplikasi tersebut dapat membantu keberhasilan diet, Anda tetap disarankan untuk terlebih dahulu konsultasi ke dokter spesialis gizi atau ahli nutrisi untuk hasil yang optimal. Selamat mencoba! (beritasatu.com)
Bookmark and Share

Minggu, 15 Juli 2012

Kebiasaan Hidup yang Bisa Memicu Kanker

imgJumlah orang Indonesia yang terkena kanker semakin meningkat. Kondisi ini diketahui dipengaruhi oleh berbagai faktor, tapi sebenarnya kebiasaan hidup orang Indonesia seperti apa yang bisa memicu kanker?

Dokter yang sering menangani masalah kanker yakni dr Sonar Sony Panigoro, SpB(K)Onk dan DR Dr Aru Sudoyo, SppD, K-HOM, FINASIM, FACP mencatat ada beberapa kebiasaan orang Indonesia yang bisa memicu kanker.

Kebiasaan orang Indonesia yang bisa memicu kanker itu antara lain:

1. Merokok

Kandungan nikotin, tar dan zat beracun rokok lainnya bisa memicu berbagai jenis kanker diantaranya kanker paru, kanker mulut terutama pada orang yang mengunyah tembakau, kanker larynx, nasofaring, esophagus dan colon (usus besar).

2. Suka makan yang serba digoreng

Makanan yang digoreng pada suhu tinggi seperti kentang goreng atau gorengan bisa memicu terbentuknya senyawa akrilamid yang efeknya menyebabkan kerusakan pada inti sel. Serta beberapa senyawa seperti formalin atau boraks yang diketahui bisa bertindak seperti karsinogen.

3. Suka makanan berlemak dan berkabohidrat tinggi

Makanan tinggi lemak membuat kotoran lambat keluar, jaringan tumbuh yang tidak terkontrol dan memicu kanker usus besar.

4. Tidak suka makan sayuran

Serat mampu mengatur kadar gula darah dan menurunkan kadar kolesterol darah. Makanan yang mengandung serat akan membantu memperlancar keluarnya kotoran dari dalam usus.

Tapi jika hanya sedikit atau tidak tersedia serat sama sekali maka sisa-sisa makanan ini akan menumpuk di usus besar yang lama-kelamaan bisa menimbulkan masalah serius salah satunya adalah usus besar.

5. Kurang banyak bergerak

Tubuh manusia didesain untuk selalu bergerak sehingga sangat dianjurkan untuk rajin bergerak atau olahraga.

Orang yang jarang bergerak akan membuat tubuhnya gemuk dan bergelambir karena kelebihan lemak. Kurang olahraga juga menyebabkan wajah seseorang cenderung tampak lesu, letih sepanjang hari dan kurang bergairah.

Risiko kanker pada pria meningkat 45 persen akibat tidak pernah berolahraga, sementara pada wanita peningkatannya lebih kecil yakni 28 pesen.

6. Malas melakukan pemeriksaan berkala meski badan sudah ada gejala

Untuk itu pemeriksaan untuk kanker yang mudah dideteksi seperti payudara dan juga serviks perlu lebih digalakkan lagi sebagai bentuk deteksi dini

Meski beberapa orang beranggapan kanker adalah penyakit yang diturunkan oleh gen dalam keluarganya dan faktor keturunan tetap mempengaruhi, namun ada banyak faktor lain yang bisa turut menyumbang terutama dari kebiasaan atau perilaku orang tersebut.

"Beberapa faktor risiko antara lain merokok, diet tinggi lemak dan karbohidrat, kurang serat, kurang beraktivitas serta kurang rajin melakukan pemeriksaan berkala," ujar dr Sonar Sony Panigoro, SpB(K)Onk, saat dihubungi detikHealth, Rabu (27/6/2012).

dr Sonar menuturkan kanker dianggap penyakit akibat kerusakan gen, sedangkan tubuh manusia terdiri dari puluhan ribu gen sehingga setiap hal yang dapat menyebabkan kerusakan gen secara teori dapat memicu kanker.

Sementara itu DR Dr Aru Sudoyo, SppD, K-HOM, FINASIM, FACP menuturkan untuk rokok bisa memicu berbagai jenis kanker diantaranya kanker paru, kanker mulut terutama pada orang yang mengunyah tembakau, kanker larynx, nasofaring, esophagus dan colon (usus besar).

Sedangkan untuk makanan bisa dipengaruhi oleh jenis makanan itu sendiri, kandungan senyawa dalam makanan serta cara pengolahan atau memasaknya. Untuk makanan tinggi lemak membuat kotoran lambat keluar, jaringan tumbuh yang tidak terkontrol dan memicu kanker usus besar.

Makanan yang digoreng pada suhu tinggi seperti kentang goreng atau gorengan bisa memicu terbentuknya senyawa akrilamid yang efeknya menyebabkan kerusakan pada inti sel. Serta beberapa senyawa seperti formalin atau boraks yang diketahui bisa bertindak seperti karsinogen.

Meski begitu dr Sonar mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjauhkan diri dari kanker antara lain mengurangi makanan tinggi lemak, cukup serat, beraktivitas fisik, cukup istirahat, mendapatkan minum atau cairan serta melakukan pemeriksaan berkala.

"Untuk itu pemeriksaan untuk kanker yang mudah dideteksi seperti payudara dan juga serviks perlu lebih digalakkan lagi sebagai bentuk deteksi dini," ujar dr Sonar yang merupakan staf pengajar di Departemen Ilmu Bedah FKUI/RSCM.

dr Sonar mengungkapkan jika sudah terkena kanker maka dibutuhkan dukungan yang baik dari orang-orang sekitar dan juga lingkungan karena umumnya paket pengobatan untuk kanker cukup panjang, melelahkan, mahal dan kadang hasil pengobatannya kurang memuaskan sehingga bisa memicu depresi.


(detik.com)
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG