host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label PLANET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLANET. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Satu Lagi Planet Layak Huni Ditemukan

Astronom berhasil menemukan satu lagi planet yang mirip Bumi dan kemungkinan layak dihuni makhluk hidup. Planet tersebut bernama HD85512b dan merupakan planet yang mengorbit bintang katai oranye dan ada pada jarak 36 tahun cahaya dari tata surya di konstelasi Vela.
HD85512b ditemukan lewat penelitian menggunakan High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher (HARPS) European Southern Observatory di Cile. Radial velocity adalah teknik memburu planet dengan cara melihat perubahan cahaya bintang yang diorbit.
Data HARPS menunjukkan bahwa HD85512b memiliki massa 3,6 kali Bumi. Selain itu, planet yang baru saja ditemukan ini juga punya jarak pas dengan bintang induknya sehingga memungkinkan keberadaan air dalam wujud cair di permukaannya.
"Jaraknya adalah tepat pada batasan yang memungkinkan Anda untuk memiliki air dalam wujud cair," kata Lisa Kaltenegger dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics dan Max Planck Institute for Astronomy. "Jika Anda membandingkan dengan tata surya kita, planet ini sedikit lebih jauh dari jarak Matahari-Venus," kata Kaltenegger seperti dikutip National Geographic, Selasa (30/8/2011). Ini berarti planet tersebut lebih banyak menerima energi dari bintangnya dibandingkan dengan Bumi.
Kaltenegger mengatakan, planet ini juga memiliki tutupan awan sedikitnya 50 persen untuk merefleksikan panas dari bintangnya, mencegah pemanasan yang berlebihan. Tutupan awan ini mendekati tutupan awan Bumi, yang rata-rata sekitar 60 persen.
Tutupan awan mengindikasikan adanya atmosfer yang mirip Bumi. Penelaahan terhadap atmosfer masih belum memungkinkan karena jarak yang cukup jauh. Namun, dipercaya bahwa planet bermassa kurang dari 10 kali massa Bumi itu memiliki atmosfer yang mirip Bumi, didominasi nitrogen dan oksigen.
HD85512b merupakan planet batuan kedua yang memiliki kemiripan dengan Bumi. Berdasarkan jarak dengan bintangnya, planet ini bisa dikatakan layak huni sebab ada pada zona yang tak terlalu panas ataupun tak terlalu dingin. Planet sebelumnya yang dikatakan layak huni adalah Gliese 581d, yang sebelumnya juga ditemukan dengan instrumen HARPS. Sebenarnya terdapat juga Gliese 581g yang juga diklaim layak huni. Namun, klaim planet terakhir ini masih menjadi kontroversi.
Manfred Cuntz, direktur program astronomi University of Texas di Austin, mengatakan, selain soal ukuran dan jarak, ada faktor lain yang membuat HD85512b bisa dikatakan sebagai planet layak huni dan bukan hanya klaim belaka. Salah satu faktor lain itu adalah orbit planet yang mendekati lingkaran sehingga memungkinkan iklim yang stabil. Faktor lain, bintang induk yang bernama HD85512 memiliki usia lebih tua dari Matahari sehingga kurang aktif dan mengurangi risiko akibat badai elektromagnetik.
Cuntz menambahkan, usia dari tata surya tempat HD85512b bernaung adalah 5,6 miliar tahun sehingga bisa mendukung kehidupan. Sebagai perbandingan, tata surya tempat Bumi bernaung diperkirakan berumur 1 miliar tahun lebih muda, alias 4,6 miliar tahun.
Sayangnya, dengan segala potensi mendukung kehidupan, masih belum mungkin bagi manusia untuk menuju planet itu. Jikapun bisa, maka manusia pasti merasa asing karena kondisi planet yang panas, lembab, dan gravitasi yang 1,4 kali lebih besar daripada Bumi. "Hot yoga mungkin adalah hal yang Anda bisa nikmati dengan gratis di sana," canda Kaltenegger.
(kompas.com)
Bookmark and Share

Selasa, 03 Juli 2012

Planet "Panas" Terekam Sedang Menguap


Studi yang dipimpin oleh Alain Lecavelier dari Institute of Astrophysics di paris berhasil mengungkap adanya planet yang tengah menguap.

Lecavelier menggunakan teleskop antariksa Hubble untuk mengetahui hal tersebut. Ia mengobservasi atmosfer planet HD 189733b, planet seukuran Jupiter berjarak 60 tahun cahaya dari Bumi yang mengorbit pada jarak 1/30 jarak Bumi-Matahari dekat. Planet itu tergolong jenis "gas panas Jupiter".
Observasi dilakukan dengan metode transit, saat planet melewati muka bintang. Koleksi data dilakukan dua kali, pada awal 2010 dan akhir 2011.

Pada observasi tahun 2010, ilmuwan tak menyaksikan adanya atmosfer yang menguap. Tapi dalam penelitian tahun 2011, ilmuwan berhasil menyaksikan bahwa atmosfer planet HD 189733b menguap, gasnya terlihat membumbung menjauhi permukaan planet tersebut.

Tak seperti pada planet yang menguap lainnya, ilmuwan kali ini mengetahui penyebab penguapan pada planet HD 189733b.

Sebelum terjadi penguapan, satelit Swift milik NASA mengetahui adanya sinar-X yang berasal dari bintang induk HD 189733b, diduga menyebabkan badai bintang yang sangat kuat, sama seperti fenomena badai Matahari yang juga terjadi di Tata Surya.

Karena planet berjarak sangat dekat dengan bintang, sinar-X yang sampai ke planet memanaskan atmosfernya hingga puluhan ribu derajat Celsius. Panas menyebabkan gerak molekul gas lebih cepat sehingga bisa bebas dari pengaruh gravitasi dan menguap.

"Penemuan ini mengatakan pada kita bahwa penguapan atmosfer adalah fenomena yang benar-benar terjadi pada planet yang dekat dengan bintangnya," kata Lecavelier seperti dikutip situs National Geographic, Kamis (28/6/2012).

Belum diketahui berapa volume gas yang hilang selama penguapan terjadi. Diperkirakan, kecepatan penguapan adalah ribuan ton gas dalam semenit. Meski demikian, gas uyang ada pada HD 189733b sangat banyak. Jadi, penguapan tidak akan menyebabkan planet kehilangan massanya secara berarti.

Hasil penelitian ini akan segera dipublikasikan di jurnal Astronomy and Astrophysics.
kompas.com
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG