host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label COKELAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label COKELAT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Lima Makanan yang Membuat Anda Lebih Pintar

Minyak ikan
Jika Anda kesulitFish Oil Improves Women’s Heart Healthan untuk mengingat hari ini hari apa, atau apa yang Anda makan untuk makan malam, pertimbangkan untuk memakan makanan terbaik bagi otak: minyak ikan. Asam lemak Omega-3 yang ditemukan pada minyak ikan seperti salmon, makarel, dan sarden amat bermanfaat untuk seluruh tubuh, termasuk otak. Peneliti dari University of Kuopio di Finlandia mengatakan, konsumsi minyak ikan tiga kali dalam sepekan dapat mengurangi masalah otak sampai 26 persen dan mencegah hilang ingatan.

Dedaunan hijau 
Dedaunan hijau seperti bayam, kale, dan brokoli penuh dengan antioksidan, termasuk vitamin C dan betakaroten, yang membantu menjaga kesehatan tubuh dan otak. Mereka juga mengandung asam folat, yang membantu mempercepat proses informasi dan daya ingat. Hasil riset yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition juga mengindikasikan bahwa folat yang ditemukan dalam sayur hijau membantu mencegah penurunan daya pikir pada usia tua.

Telur
<div class="caption-credit"> Photo by: mcfields</div><div class="caption-title"></div><b>Deviled …Kuning telur adalah sumber nutrisi yang penuh vitamin dan mineral yang penting untuk fungsi otak. Makanan murah dan serbaguna tersebut kaya dengan zat besi, yang penting untuk darah merah untuk membawa oksigen ke dalam otak, yang membantu pikiran Anda tetap tajam dan fokus. Telur adalah sumber vitamin B12 dan iodine, yang meningkatkan kemampuan memecahkan masalah pada anak.

Teh hijau
Otak terdiri dari 80 persen air, sehingga pasokan air amatlah penting agar otak tetap berfungsi secara optimal. Namun jika Anda bukan penggemar air, menukarnya dengan secangkir teh hijau bisa membawa manfaat bagi otak Anda. Sebuah studi di Korea menemukan bahwa teh hijau membantu menambah kesiapan mental dan memperbaiki ingatan. Peneliti menemukan bahwa antioksidan dalam teh hijua bisa membantu melindungi otak dan mengurangi risiko penurunan kemampuan berpikir.

Cokelat
Bukan, itu bukan maunya Anda — cokelat memang baik bagi otak! Sebatang cokelat susu mampu meningkatkan nilai IQ Anda, cokelat hitam kaya dengan bahan bernama flavonoid, yang akan menambah kemampuan berpikir. Peneliti menemukan bahwa flavonoid memicu pembentukan sel saraf baru pada otak yang menambah kemampuan menyimpan ingatan. Studi menemukan, flavonoid meningkatkan aliran darah ke otak. Studi lain menemukan bahwa wanita dewasa yang diberikan minuman cokelat yang kaya dengan flavonoid, aliran darah ke otaknya meningkat dalam dua jam dan mereka bisa melakukan pekerjaan mental yang lebih rumit.


Bookmark and Share

Kamis, 30 Agustus 2012

Cokelat Lindungi Otak dari Ancaman Stroke

Cokelat memang dikenal sebagai makanan yang tak hanya lezat, tetapi juga memberi banyak manfaat. Ada saja alasan untuk mengonsumsi makanan yang satu ini,  termasuk salah satu kajian terbaru yang mengindikasikan bahwa cokelat dapat memberi perlindungan pada otak dari ancaman stroke.

Penelitian yang mengikuti perkembangan kesehatan lebih dari 37.000 pria Swedia menunjukkan, mereka yang sering mengonsumsi cokelat cenderung lebih rendah risikonya terkena stroke. Penelitian lain juga pernah mengungkapkan cokelat menyehatkan jantung. Kendati begitu, tetap tidak disarankan untuk makan cokelat secara berlebihan. 

Responden yang terlibat dalam penelitian ini diwawancara seputar pola makan. Kesehatan mereka juga dimonitor selama satu dekade. Para responden dibagi dalam empat kelompok berdasarkan jumlah cokelat yang mereka konsumsi, yakni yang jarang makan cokelat, makan secara rata-rata, tidak pernah makan, dan yang mengonsumsi 63 gram. 

Dibandingkan dengan orang yang paling banyak mengasup cokelat, mereka dalam kelompok paling rendah berisiko 17 persen terkena stroke selama durasi penelitian. 

Prof Susana Larsson, salah seorang peneliti dari Karolinska Institute mengatakan, efek perlindungan cokelat berasal dari flavonoid dalam cokelat.  "Flavonoid mencegah penyakit kardiovaskular karena mengandung antioksidan, antipenyumbatan, dan antiinflamasi," katanya. 

Selain itu, flavonoid dalam cokelat juga mengurangi konsentrasi kolesterol darah dan menurunkan tekanan darah. 

Walau selama ini penelitian terdahulu lebih menyarankan konsumsi cokelat hitam, tetapi dalam penelitian yang dilakukan Larsson tersebut para responden kebanyakan mengonsumsi cokelat susu. 

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi cokelat mengurangi risiko stroke bila diasup dalam jumlah sedang," kata Dr Clare Walton dari Asosiasi Stroke Inggris.

Para dokter juga menegaskan bahwa mengonsumsi cokelat tidak bisa menggantikan manfaat olahraga dan menjalankan pola makan yang sehat. (kompas.com)
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG