host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label KULIT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KULIT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 September 2012

Penyakit Yang Mengincar Anak Muda

Jangan terlalu mengira usia Anda yang masih muda menandakan Anda sehat. Terkadang, fisik yang sehat justru mengelabui kesehatan secara keseluruhan. 

Akibat pergaulan, para anak muda justru berisiko mengalami gangguan kesehatan. Bahkan, beberapa penyakit yang umumnya menyerang orang tua, justru kini telah banyak diidap anak-anak muda.

Diabetes tipe 2
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa terjadi peningkatan drastis pada orang-orang yang mengidap diabetes tipe 2. Kini, pengidap diabetes sudah banyak dialami anak-anak.

Para ahli percaya, makanan dan gaya hidup tidak sehat memicu peningkatan risiko diabetes tipe 2 dikalangan anak muda. Obesitas juga menaikkan risiko penyakit ini. Selain itu, diabetes merupakan penyakit turunan. Untuk menghindarinya, cukup jalani hidup sehat.

Kanker kulit (melanoma)
Salah satu jenis kanker mematikan ini, kini bnayak dijumpai pada usia remaja atau pada awal usia 20 tahun. Penelitian dari peneliti Mayo Clinic menunjukkan tingkat melanoma pada wanita naik delapan kali lipat dan empat kali lipat pada pria.

Pasalnya, paparan sinar mataharilah yang menyebabkan terjadinya melanoma. Jangan lupa untuk menggunakan tabir surya saat harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, penggunaan program tanning indoor meningkatkan risiko hingga 74 persen.

Stroke
Stroke sering kali dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal kini, anak muda sudah banyak menderita stroke.

Kesemua faktor risiko ini tidak lepas dari gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi narkoba, malas berolahraga, makanan junk food dan sifat tempramen. Untuk meminimalisir risikonya, coba ubah pola hidup, hindari makanan berlemak, perbanyak makan sayur dan buah, serta rutin berolahraga.

Kanker payudara
Kanker payudara memang menjadi momok para wanita. Kini, usia penderita kanker payudara kian bergeser ke usia perempuan muda atau remaja. 

Faktor genetik, gaya hidup tak sehat, merokok, obesitas dan telat menikah menjadi pemicunya. Usahakan rutin berolahraga, menjaga berat badan dan membatasi gaya hidup tak sehat, bisa menjadi cara untuk membantu mengurangi risiko. (ghiboo.com)
Bookmark and Share

Senin, 10 September 2012

Kini Kanker Paru Banyak Menyerang Perokok Pasif


HeadlineSama seperti para perokok aktif, seseorang yang tidak merokok pun kini banyak terserang kanker paru yang berujung pada kematian. Bagaimana bisa?

Jumlah penderita kanker paru-paru setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan tajam. Sebagian besar penderitanya adalah perokok aktif. Dimana risiko menderita kanker paru-paru pada perokok aktif 13.6 kali lebih besar dibandingkan dengan non perokok.

Namun kanker ini juga menyerang mereka yang perokok pasif lewat asap rokok yang dihembuskan oleh si perokok aktif saat membuang napas. Napas yang dihembuskan tersebut mengandung zat iritan, adiktif dan karsinogen yang menjadi penyebab kanker.

Sementara menurut data yang dilakukan tim dari French College of General Hospital Respiratory Physicians, pada kelompok wanita yang pernah merokok, angka kejadian kanker paru dalam 10 tahun terakhir diperkirakan mencapai 65%.
Yang menarik, jumlah kasus kanker paru pada pria perokok menurun meskipun jumlah pada bukan perokok meningkat.

Selain peningkatan kasus pada wanita dan bukan perokok, penelitian juga mengungkapkan bahawa kasus kanker paru makin sering ditemukan pada stadium lanjut. Tipe kanker paru yang ditemukan juga berubah.

Menurut Dr.Chrystele Locher, peneliti, peningkatan kasus kanker paru pada bukan perokok mungkin dipicu oleh memburuknya lingkungan,misalnya akibat asap buangan dari mesin disel industri. Sebelumnya WHO menggolongkan asap diesel sebagai karsinogen.

Penelitian sebelumnya yang dipresentasikan dalam konferensi American Association for Cancer Research menyebutkan, kanker paru pada perokok dan bukan perokok berbeda. Pada bukan perokok ditemukan perubahan DNA dua kali lebih banyak dari perokok.

Dilansir Medicinenet, Jay W Marks MD menjelaskan tumor paru yang berubah menjadi ganas disebut kanker saat mulai menyerang jaringan lain sel maupun organ tubuh, memungkinkan masuknya sel-sel tumor ke dalam aliran darah atau sistim limfatik dan kemudian ke situs lain dalam tubuh.

"Prosesnya disebut metastatis sejak awal terbentuk. Sehingga menjadi salah satu jenis kanker yang paling sulit diobati dan cepat menyebar ke bagian tubuh lain terutama kelenjar adrenal, hati, otak, dan tulang, " kata Marks.

Penyebab utama kanker paru adalah rokok. Dalam sebatang rokok mengandung zat iritan dan juga zat karsinogen yang secara langsung dapat mengubah karakteristik sel menjadi ganas dan menimbulkan kanker paru-paru.

Sel kanker mudah menyebar ke tempat lain, karena dalam paru-paru banyak mengandung pembuluh darah dan pembuluh limfe (getah bening). Selain rokok, faktor genetik dan keturunan serta polusi udara juga berisiko menyebabkan kanker paru.

Kenali tanda awal kanker

Kanker paru-paru membutuhkan waktu lama untuk memunculkan gejala-gejala kronis dan parah. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk mengetahui gejala awal kanker paru yang berbeda-beda untuk mengenali pengobatan dini dan tepat terhadap penyakit ini.

Semua tanda dan gejala yang muncul pada kasus kanker stadium awal harus diperhatikan dalam waktu singkat sehingga pengobatan dapat diberikan sekaligus. Setelah adanya tanda-tanda dan gejala, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis atau dokter Anda.

Saat sel-sel kanker menjadi ganas, maka disebut sebagai kanker paru-paru dalam tahap primer. Jika seseorang terserang kanker paru-paru dan ia bukan perokok dan juga tidak terkena bahan kimia dalam jangka panjang serta iritasi paru-paru, maka kanker itu mungkin berasal dari beberapa tempat lain di dalam tubuh.

Ini berarti bahwa selain lokasi lain yang terkena, kanker juga mencapai paru-paru yang dikenal sebagai metastasis. Penyebaran kanker itu di paru-paru umumnya berasal dari tulang, perut, kelenjar getah bening, payudara, ginjal, kulit, usus besar, leher rahim dan bahkan testis.

Beberapa tanda umum dan gejala kanker adalah: batuk rejan yang tidak hilang dalam waktu beberapa minggu atau bulan, sakit dada, bronkitis atau pneumonia yang berulang, hemoptysis atau dahak bernoda darah, mudah lelah, penurunan berat badan yang disebabkan oleh anoreksia atau kehilangan nafsu makan, dan manifestasi paru-paru seperti dyspnea, suara serak dan mengi.

Kanker bisa sangat sulit terdiagnosis karena gejala-gejala awal seringkali ditoleransi karena dikira ini batuk biasa atau nyeri dada yang normal. Setelah tanda-tanda dan gejala awal muncul, seringkali kanker didiagnosis sudah berat atau telah menjalar ke bagian tubuh terdekat seperti kelenjar getah bening.

Setelah diagnosis metastasis ini terjadi, sudah terlambat karena perkembangan penyakit telah terjadi.
(inilah.com)
Bookmark and Share

Minggu, 02 September 2012

9 Khasiat Mentimun yang Bikin Badan Bugar

Mentimun merupakan salah satu makanan yang terbaik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Bahkan karena manfaatnya yang begitu banyak tersebut, mentimun sering disebut sebagai makanan super.

Berikut adalah 9 manfaat mentimun bagi kesehatan, seperti dilansir naturalnews, Selasa (14/8/12) antara lain:

1. Menghidrasi tubuh dan mengisi ulang vitamin harian

Mentimun mengandung air hingga sebanyak 95 persen yang dapat menjaga tubuh tetap terhidrasi sambil membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Mentimun juga mengandung sebagian besar vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari.

Cucilah mentimun sampai bersih dan jangan mengupas kulitnya karena kulit mentimun mengandung sekitar 10 persen vitamin C dari yang dibutuhkan tubuh dalam sehari.

2. Perawatan kulit dan rambut

Orang yang tidak suka makan mentimun masih dapat memperoleh manfaat dari mentimun untuk perawatan kulit dan rambut. Mentimun dapat digunakan untuk mengatasi iritasi kulit atau menenangkan kulit yang terbakar matahari.

Sifat anti-inflamasi mentimun juga dapat mengurangi mata bengkak dengan cara meletakkan irisan mentimun pada mata. Silikon dan belerang dalam mentimun juga dapat membantu untuk merangsang pertumbuhan rambut.

3. Melawan kanker

Mentimun diketahui mengandung lariciresinol, pinoresinol, dan secoisolariciresinol yang telah dikaitkan terhadap penurunan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, kanker ovarium, kanker rahim dan kanker prostat.

4. Perawatan rumah

Menggosok cermin atau kaca jendela dengan mentimun dapat mengatasi cermin berkabut sehingga Anda dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan untuk membersihkan rumah.

5. Meredakan bau mulut

Ambillah seiris mentimun dan tekan ke langit-langit mulut dengan lidah selama 30 detik. Phytochemcials dalam mentimun dapat membunuh bakteri dalam mulut yang menyebabkan bau mulut.

6. Mengurangi nyeri ketika sakit kepala

Makan beberapa iris mentimun sebelum tidur untuk meredakan sakit kepala. Mentimun mengandung gula alami, vitamin gula B dan elektrolit untuk menambah nutrisi penting dan mengurangi intensitas sakit kepala.

7. Membantu penurunan berat badan dan memperlancar pencernaan

Karena kalori yang rendah dan kandungan air yang tinggi, mentimun adalah makanan yang ideal untuk orang yang menjalani program penurunan berat badan. Kandungan air yang tinggi dan serat makanan dalam mentimun sangat efektif untuk membersihkan sistem pencernaan dari racun. Konsumsi harian mentimun dianggap dapat mengobati sembelit kronis.

8. Mengobati diabetes, mengurangi kolesterol dan mengontrol tekanan darah

Jus mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan oleh sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin dan sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Para peneliti menemukan bahwa senyawa yang disebut sterol di dalam mentimun dapat membantu mengurangi kadar kolesterol.

Mentimun juga mengandung banyak potasium, magnesium dan serat yang bekerja efektif mengatur tekanan darah. Hal ini membuat mentimun baik untuk merawat tekanan darah rendah dan tekanan darah tinggi.

9. Meningkatkan kesehatan sendi, meredakan encok dan radang sendi

Mentimun adalah sumber silika, yang dikenal dapat memperkuat jaringan ikat. Selain itu mentimun juga kaya akan vitamin A, B1, B6, C & D, Folat, Kalsium, Magnesium, dan Kalium. Ketika dicampur dengan jus wortel, mentimun juga dapat meringankan asam urat dan nyeri artritis dengan menurunkan kadar asam urat.
(cybermed.cbn.net.id)

Terima Kasih atas Kunjungan anda ke REFERENSI PENELITIAN: Halaman web yang mengumpulkan dan update artikel penelitian dan referensi penelitian terbaru di bidang sains, teknologi, kesehatan, pendidikan, pertanian, kehutanan, life style, tips, resep dan lain-lain. 
Tinggalkan saran dan komentar anda di kotak komentar, Please!
Bookmark and Share

Minggu, 15 Juli 2012

Kenapa Orang Bisa Kena Kanker?

Mendengar kata kanker, orang akan langsung bergidik. Penyakit ganas ini menyerang tanpa pandang usia dan jenis kelamin. Yang mengkhawatirkan, penyakit ini sulit atau bahkan hampir mustahil disembuhkan. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, apa yang bisa membuat seseorang terkena kanker?

Kanker pada dasarnya terjadi karena mutasi sel-sel normal secara berulang sehingga membentuk sel ganas yang berkembang secara tak terkendali dan mengganggu kelangsungan hidup sel-sel normal.

Yang unik dari sel kanker adalah kemampuannya untuk membuat sendiri pembuluh darah agar sel-sel kanker yang tumbuh dapat memasok makanannya sendiri.

Seluruh sel-sel di bagian tubuh yang bisa membelah bisa berubah menjadi sel kanker, kecuali kuku dan rambut. Oleh karena itu, kanker ada berbagai macam jenis sesuai tempat tumbuhnya, mulai dari kanker kulit, payudara, prostat, paru, hingga kanker darah. Penyebabnya pun juga beraneka ragam.

"Faktor penyebab kanker adalah keturunan dan lingkungan. Orang belum tentu kena kanker jika belum ada kesesuaian antara faktor keturunan dan lingkungan. Contohnya pada pasien kanker paru, ada banyak pasien yang terserang kanker paru karena kebiasaan merokok. Namun ada juga perokok yang tidak terkena kanker paru. Padahal rokok diketahui sangat berisiko memicu kanker," kata Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais seperti dituturkan kepada detikHealth, Rabu (27/6/2012).

Secara umum, dr Andhika menjelaskan bahwa penyebab kanker bisa digolongkan karena acquired dan congenital. Dikatakanacquired jika proses terjadinya kanker karena berbagai faktor yang didapatkan setelah kelahiran. Sedangkan congenital jika kanker terjadi karena proses patologis atau individu sudah berpotensi kanker sejak sebelum dilahirkan.

imgFaktor-faktor yang didapat setelah kelahiran dari lingkungan (acquired) jauh lebih besar pengaruhnya dalam perkembangan kanker. Perbandingan kasarnya adalah sekitar 80% kejadian kanker bersifat acquired dan 20% sisanya karena congenital.

Penyebab dari faktor lingkungan pun ada bermacam-macam, salah satu contohnya adalah makanan. Makanan yang mengandung kadar garam yang tinggi, makanan yang diasapi, daging merah, makanan fermentasi, makanan gosong hingga bahan kimia dalam makanan seperti formalin terbukti bisa memicu kanker.

Mutasi sel bisa juga disebabkan oleh radiasi nuklir. Contoh kasusnya, beberapa tahun setelah bom atom meluluhlantakkan kota Hiroshima pada Perang Dunia II, warga di sekitar kota yang masih selamat banyak mengalami kanker kulit. Tak hanya itu, paparan medan listrik di luar kapasitas yang mampu diterima oleh sel juga bisa memicu kanker.

"Pada kanker hati, penyebabnya kebanyakan dipicu oleh penyakit hepatitits B dan C. Kanker lambung bisa dipicu oleh infeksi Helicobacter pylori karena maag yang terjadi secara berulang sehingga merusak lapisan lambung. Kanker esofagus bisa ditimbulkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan. Seringnya asam lambung yang naik ini akan menciptakan baret esofagus dan akhirnya memicu kanker," kata dr Andhika.

Dr Andhika sangat menganjurkan pentingnya deteksi dini. Semakin cepat kanker dideteksi, kemungkinan sembuhya juga makin besar. Kanker yang masih berada dalam stadium bawah masih memiliki kemungkinan besar untuk disembuhkan. Semakin lanjut stadiumnya, maka kanker akan makin sulit disembuhkan.

Beberapa tingkat keparahan kanker beserta kemungkinan sembuhnya adalah sebagai berikut:

Pada stadium I, kemungkinan sembuhnya sebesar 90%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menurun jadi 70%
Pada stadium II, kemungkinan sembuhnya menjadi 40%, dan
pada stadium IV, pasien hanya memiliki 20% kemungkinan bertahan hidup
(detik.com)
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG