host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label MINERAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MINERAL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Oktober 2012

Mencegah Timbulnya Uban Terlalu Dini


Penuaan memang tak bisa dihentikan, namun ciri penuaan yang timbul sebelum waktunya tentu menyebalkan. Misalnya saja uban. Uban yang muncul tidak pada waktunya tentunya akan merusak penampilan. Coba beberapa cara ini untuk memperlambat kehadirannya. 

Bersantai
Salah satu penyebab munculnya uban adalah stres yang berlebihan. Stres membuat hormon tubuh terganggu termasuk hormon yang berfungsi dalam penumbuhan rambut. 

Seimbangkan kesibukan Anda dengan kegiatan bersantai. Pergi spa ke salon, mandi air hangat, atau berolahraga bisa membuat tubuh Anda lebih rileks. 

Stop merokok
Tahukah Anda kalau racun yang terkandung dalam rokok bisa merusak berbagai bagian tubuh termasuk rambut. Salah satu efek merokok adalah penuaan dini. Uban dan keriput akan muncul lebih awal jika Anda tak bisa menghentikan kebiasaan merokok. Hentikan merokok sekarang juga. 

Perbanyak minum
Jika tubuh Anda dehidrasi, maka nutrisi sulit untuk mencapai folikel rambut. Akibatnya kesehatan rambut pun terganggu. Salah satu efeknya adalah terganggunya pigmen yang membentuk warna rambut sehingga memicu tumbuhnya uban lebih cepat. 

Perbanyak mineral dan zat besi
Kurangnya zat besi dan mineral juga merupakan penyebab kerusakan rambut dan timbulnya uban. Mulai sekarang, perhatikan asupan nutrisi yang masuk ke tubuh. Perbanyak sayuran dan buah yang kaya zat besi untuk rambut lebih sehat.

Protein, protein dan protein
Protein adalah zat yang akan menjaga kesehatan tubuh Anda termasuk rambut. Pastikan protein ada dalam variasi menu harian Anda. Ayam, telur dan ikan salmon adalah beberapa makanan yang direkomendasikan karena kaya akan protein dan zat yang bisa membuat rambut lebih indah. 

Tidur cukup
Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses untuk termasuk memperbaiki sel-sel di kulit, termasuk kulit kepala. Tubuh perlu waktu yang cukup untuk melakukan proses peremajaan secara maksimal. Tidur cukup 7 jam sehari sangat mendukung proses perbaikan sel yang bisa membantu memperlambat timbulnya uban.

Bookmark and Share

Senin, 10 September 2012

Awas Es Teh Pemicu Batu Ginjal Lho!

Headline
Jika Anda penggemar berat es teh, sebaiknya pikirkan kembali untuk menikmatinya setiap hari.
Karena penelitian mengungkapkan, minum es teh secara rutin, bahkan bisa bergelas-gelas setiap hari dapat berkontribusi pembentukan batu ginjal yang menyakitkan. Hal itu karena es teh memiliki konsentrasi tinggi akan oksalat, salah satu bahan kimia yang dapat mengakibatkan pembentukan batu ginjal.

"Bagi orang yang memiliki kecenderungan untuk memiliki batu ginjal, es teh adalah salah satu yang terburuk untuk diminum," kata Dr John Milner, asisten profesor di departemen urologi di University School Loyola Chicago Stritch dari Medicinedalam sebuah rilis berita seperti dilansir dari time of india.
Para peneliti kemudian menjelaskan bahwa es teh mengandung kadar tinggi oksalat, zat kimia yang mengarah pada pembentukan kristal kecil yang terbuat dari mineral dan garam yang ditemukan dalam air seni.
Meskipun kristal biasanya tidak berbahaya, para peneliti memperingatkan mereka bisa tumbuh cukup besar untuk menjadi terjepit dalam tabung kecil yang mengalirkan urin dari ginjal ke kandung kemih.
"Banyak orang memilih untuk minum es teh lagi, karena rendah kalori dan memiliki rasa yang lebih nikmat ketimbang air biasa. Namun, dalam hal menyebabkan batu ginjal, merekalah yang merugikan," tambah Milner.

Ahli Gizi mengatakan
Mungkin tidak semua es teh rendah kalori. "Hal ini karena mereka yang minum cenderung untuk menambahkan gula, saya juga merasa bahwa es teh dapat menjadi faktor penyebab batu ginjal dan dapat dihindari secara teratur," ujar ahli gizi Dr Priya Karkera.
Dia juga merekomendasikan bahwa mereka yang berisiko terkena batu ginjal harus mengurangi makanan tertentu yang mengandung konsentrasi tinggi oksalat, seperti bayam, cokelat, dan kacang-kacangan. Garam dan daging sangat berbahaya.
Minuman yang dapat mencegah atau mengobati
Jus lemon merupakan minuman yang baik untuk menjaga ginjal terhidrasi, seperti sitrat dalam limun menghambat pertumbuhan batu ginjal. "Minum beberapa gelas air serta satu gelas air barley sehari dapat membantu," saran Dr Karkera.
(inilah.com)
Bookmark and Share

Jumat, 07 September 2012

Manfaat Ketumbar Membunuh Bakteri

Banyak yang sering berpikir bahwa tanaman herbal dan rempah hanya berperan sebagai bumbu untuk masak. Padahal beberapa jenis herbal mengandung banyak vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi.

Contohnya daun kemangi, peterseli yang memiliki kandungan vitamin A dan C. Peneliti bahkan sudah membuktikan berbagai manfaat kesehatan dari beberapa herba bagi manusia. Sebagaiman dilansir  My Health News Daily (31/08), terdapat beberapa jenis herba yang sebaiknya lebih sering Anda konsumsi karena memiliki banyak manfaat kesehatan.

 Minyak Oregano.
Sebuah penelitian di Journal of Essential Oil Research pada tahun 1998, menunjukkan minyak pada herbal oregano ampuh membunuh bakteri dan jamur tertentu. Sebelumnya, penelitian tahun 1997 oleh para ahli dari Cornell University juga menemukan fakta serupa.
Peneliti menemukan bahwa oregano bisa membunuh bakteri dalam jumlah lebih banyak dalam tubuh.

Daun Ketumbar.
Daunnya ampuh mematikan bakteri Listeria monocytogenes. Demikian menurut penelitian dalamInternational Journal of Food Microbiology tahun 2002.

Bakteri tersebut tergolong berbahaya dan biasa ditemukan dalam makanan. Misalnya susu mentah, susu yang pasteurisasinya kurang benar, keju, es krim, sayuran mentah, sosis fermentasi, daging merah, unggas dan ikan mentah, daging unggas yang sudah dimasak, dan ikan asap.

Curcumin.
Curcumin adalah senyawa yang ditemukan dalam kunyit. Beberapa manfaat kesehatan curcumin adalah mencegah diabetes, demikian menurut penelitian dalam jurnal Diabetes Care pada tahun 2012. Mengonsumsi curcumin alami dari masakan dengan bumbu kunyit lebih disarankan daripada minum suplemen atau multivitamin.
( http://jaringnews.com )

Bookmark and Share

Rabu, 29 Agustus 2012

Buah Tomat Meningkatkan Jumlah Sperma

Hampir semua orang tahu warna tomat. Warna tomat yang cerah merah banyak membuat orang untuk segera memakannya. Tomat mempunyai banyak sekali khasiat bagi kesehatan tubuh kita. Namun, banyak pula yang tidak senang dengan buah ini karena memiliki rasa agak sedikit kecut. 

Kalau dirunut sejarahnya, tomat bernama latin Lyopercisum esculentum. Pada mulanya ditemukan di sekitar Peru, Ekuador, dan Bolivia. Lain halnya di Perancis, tomat dinamakan "apel cinta" atau pomme d'amour. Kenapa demikian, karena tomat diyakini mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan. 

Buah tomat yang ada terdapat di pasaran, umumnya memiliki dua warna, yakni merah dan hijau. Namun, tahukah Anda bahwa keduanya memiliki perbedaan kandungan. Buah tomat yang berwarna merah memiliki kandungan vitamin A dan C lima kali lebih banyak daripada yang berwarna hijau. 

Selain itu buah tomat juga memilki kandungan mineral, serat, dan zat fitonutrien. Semua itu sangat menyehatkan tubuh.

"Diharapkan dalam pemilihan buah tomat adalah tomat yang sudah matang atau berwarna merah. Warna ini menentukan kandungan zat aktif di dalamnya," kata Prof. Dr. dr Veni Hadju, Phd., Senin, 28 Agustus.

Veni menjelaskan, tomat memang sangat tinggi vitamin A. Apalagi ada kandungan zat aktif pada kulitnya yang disebut Likopen, bersifat antioksidan tinggi. Jadi, sangat dianjurkan mengonsumsi jus dan saus tomat alami tanpa bahan kimia. Terutama untuk penderita kanker dan untuk mencegah penyakit jantung, serta penyakit degeneratif lainnya. 

Risiko Kanker
Ahli gizi dan menu sehat dari Universitas Muslim Indonsia (UMI), Dr Andi Nurlindah SKM, M.Kes mengatakan, tomat juga mengandung mekanisme pelindung yang lain, seperti fungsi antithrombotic dan anti-radang.

“Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi tomat dapat mengurangi risiko kanker dan penyakit kardiovaskular, osteoporosis, kerusakan kulit yang disebabkan oleh cahaya ultraviolet, dan disfungsi kognitif,” kata Nurlinda kpada FAJAR, Selasa 28 Agustus.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa studi menunjukkan bahwa makan tomat dapat mengurangi risiko kanker. Peneliti di Harvard, kata Nurlinda, melaporkan bahwa pria yang makan lebih dari 10 porsi makanan berbasis tomat setiap hari dapat mengurangi risiko kanker prostat untuk berkembang sebesar 35 persen dibandingkan dengan mereka yang makan lebih sedikit tomat.

Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi tomat dapat mengurangi risiko kolorektal, lambung, dan kanker paru-paru serta penyakit jantung.

“Sebuah studi klinis menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrat tomat setiap hari selama delapan minggu, memiliki keterkaitan dengan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi ringan dan sedang. Para peneliti berasumsi bahwa efek antihipertensi adalah hasil dari aktivitas antioksidan dari ekstrak tomat ini,” tambah wakil dekan Fakultas Kesehatan UMI ini. (fajar.co.id)
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG