host

Hosting Gratis
Tampilkan postingan dengan label HIPERTENSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIPERTENSI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

Bisa Ular Beracun Dikembangkan Jadi Obat Penyakit Berat

Gigitan ular berbisa dapat berakibat fatal jika racun telah menjalar ke seluruh tubuh dan menyebabkan kematian. Tetapi para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa bisa ular mungkin dapat dikembangkan menjadi obat penyakit berat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa molekul racun bisa dimodifikasi menjadi molekul non-racun secara alami. Bisa yang diproduksi kelenjar racun pada ular tidak digunakan seluruhnya untuk membunuh mangsa, tetapi sebagian digunakan untuk melayani fungsi jaringan lain dalam tubuh.

Bisa yang digunakan untuk jaringan tubuh ular inilah yang dimungkinkan dapat menjadi bahan obat berbagai penyakit manusia, seperti hipertensi, diabetes, dan kanker.

Kebanyakan racun ular berbisa memiliki target jalur fisiologis yang sama dalam tubuh dengan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi medis.

"Racun ular tersebut dapat dijinakkan menjadi protein fisiologis yang tidak berbahaya dan dapat membantu pengembangan pembuatan obat dari racun," kata Nicholas Caswell, pemimpin penelitian dari Liverpool School of Tropical Medicine, Inggris seperti dilansir health.india, Jumat (21/09/2012).

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan diharapkan dapat menjadi acuan penelitian selanjutnya yang berfokus pada pembuatan obat dengan memanfaatkan bisa ular.
DETIK.COM
Bookmark and Share

Kamis, 30 Agustus 2012

Cokelat Lindungi Otak dari Ancaman Stroke

Cokelat memang dikenal sebagai makanan yang tak hanya lezat, tetapi juga memberi banyak manfaat. Ada saja alasan untuk mengonsumsi makanan yang satu ini,  termasuk salah satu kajian terbaru yang mengindikasikan bahwa cokelat dapat memberi perlindungan pada otak dari ancaman stroke.

Penelitian yang mengikuti perkembangan kesehatan lebih dari 37.000 pria Swedia menunjukkan, mereka yang sering mengonsumsi cokelat cenderung lebih rendah risikonya terkena stroke. Penelitian lain juga pernah mengungkapkan cokelat menyehatkan jantung. Kendati begitu, tetap tidak disarankan untuk makan cokelat secara berlebihan. 

Responden yang terlibat dalam penelitian ini diwawancara seputar pola makan. Kesehatan mereka juga dimonitor selama satu dekade. Para responden dibagi dalam empat kelompok berdasarkan jumlah cokelat yang mereka konsumsi, yakni yang jarang makan cokelat, makan secara rata-rata, tidak pernah makan, dan yang mengonsumsi 63 gram. 

Dibandingkan dengan orang yang paling banyak mengasup cokelat, mereka dalam kelompok paling rendah berisiko 17 persen terkena stroke selama durasi penelitian. 

Prof Susana Larsson, salah seorang peneliti dari Karolinska Institute mengatakan, efek perlindungan cokelat berasal dari flavonoid dalam cokelat.  "Flavonoid mencegah penyakit kardiovaskular karena mengandung antioksidan, antipenyumbatan, dan antiinflamasi," katanya. 

Selain itu, flavonoid dalam cokelat juga mengurangi konsentrasi kolesterol darah dan menurunkan tekanan darah. 

Walau selama ini penelitian terdahulu lebih menyarankan konsumsi cokelat hitam, tetapi dalam penelitian yang dilakukan Larsson tersebut para responden kebanyakan mengonsumsi cokelat susu. 

"Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi cokelat mengurangi risiko stroke bila diasup dalam jumlah sedang," kata Dr Clare Walton dari Asosiasi Stroke Inggris.

Para dokter juga menegaskan bahwa mengonsumsi cokelat tidak bisa menggantikan manfaat olahraga dan menjalankan pola makan yang sehat. (kompas.com)
Bookmark and Share

Rabu, 29 Agustus 2012

Buah Tomat Meningkatkan Jumlah Sperma

Hampir semua orang tahu warna tomat. Warna tomat yang cerah merah banyak membuat orang untuk segera memakannya. Tomat mempunyai banyak sekali khasiat bagi kesehatan tubuh kita. Namun, banyak pula yang tidak senang dengan buah ini karena memiliki rasa agak sedikit kecut. 

Kalau dirunut sejarahnya, tomat bernama latin Lyopercisum esculentum. Pada mulanya ditemukan di sekitar Peru, Ekuador, dan Bolivia. Lain halnya di Perancis, tomat dinamakan "apel cinta" atau pomme d'amour. Kenapa demikian, karena tomat diyakini mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan. 

Buah tomat yang ada terdapat di pasaran, umumnya memiliki dua warna, yakni merah dan hijau. Namun, tahukah Anda bahwa keduanya memiliki perbedaan kandungan. Buah tomat yang berwarna merah memiliki kandungan vitamin A dan C lima kali lebih banyak daripada yang berwarna hijau. 

Selain itu buah tomat juga memilki kandungan mineral, serat, dan zat fitonutrien. Semua itu sangat menyehatkan tubuh.

"Diharapkan dalam pemilihan buah tomat adalah tomat yang sudah matang atau berwarna merah. Warna ini menentukan kandungan zat aktif di dalamnya," kata Prof. Dr. dr Veni Hadju, Phd., Senin, 28 Agustus.

Veni menjelaskan, tomat memang sangat tinggi vitamin A. Apalagi ada kandungan zat aktif pada kulitnya yang disebut Likopen, bersifat antioksidan tinggi. Jadi, sangat dianjurkan mengonsumsi jus dan saus tomat alami tanpa bahan kimia. Terutama untuk penderita kanker dan untuk mencegah penyakit jantung, serta penyakit degeneratif lainnya. 

Risiko Kanker
Ahli gizi dan menu sehat dari Universitas Muslim Indonsia (UMI), Dr Andi Nurlindah SKM, M.Kes mengatakan, tomat juga mengandung mekanisme pelindung yang lain, seperti fungsi antithrombotic dan anti-radang.

“Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi tomat dapat mengurangi risiko kanker dan penyakit kardiovaskular, osteoporosis, kerusakan kulit yang disebabkan oleh cahaya ultraviolet, dan disfungsi kognitif,” kata Nurlinda kpada FAJAR, Selasa 28 Agustus.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beberapa studi menunjukkan bahwa makan tomat dapat mengurangi risiko kanker. Peneliti di Harvard, kata Nurlinda, melaporkan bahwa pria yang makan lebih dari 10 porsi makanan berbasis tomat setiap hari dapat mengurangi risiko kanker prostat untuk berkembang sebesar 35 persen dibandingkan dengan mereka yang makan lebih sedikit tomat.

Studi lain menunjukkan bahwa konsumsi tomat dapat mengurangi risiko kolorektal, lambung, dan kanker paru-paru serta penyakit jantung.

“Sebuah studi klinis menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrat tomat setiap hari selama delapan minggu, memiliki keterkaitan dengan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi ringan dan sedang. Para peneliti berasumsi bahwa efek antihipertensi adalah hasil dari aktivitas antioksidan dari ekstrak tomat ini,” tambah wakil dekan Fakultas Kesehatan UMI ini. (fajar.co.id)
Bookmark and Share

Minggu, 24 Juni 2012

Empat Teh Terbaik untuk Kesehatan


Meminum setengah hingga dua gelas teh Oolong setiap hari dapat mengurangi risiko hipertensi hingga 46 persen
JAKARTA, Jaringnews.com - Teh selalu dapat membuat tubuh terasa hangat. Minum teh juga dapat mengurangi tingkat stres. Tak ketinggalan, ada manfaat kesehatan lainnya dari minum teh.Tentu saja asal jangan kebanyakkan meminum teh. Karena sesuatu yang berlebihan tak baik juga untuk tubuh.

Sejak ribuan tahun lalu sampai sekarang, teh masih dianggap sebagai minuman sehat. Kemudian beberapa jenis teh yang dari awal pertumbuhan, pengolahan hingga pengemasan ditujukan untuk kesehatan.

Nah, berikut adalah empat teh terbaik untuk kesehatan Anda yang harus Anda konsumsi secara teratur:

1. Teh Darjeeling
Seperti dilansir Oprah, teh ini disebut sebagai teh terbaik di dunia. Pohon teh ini berada di kaki bukit Himalaya, wilayah Darjeeling, India.

Manfaat: Lebih dari 15 sampai 20 persen penduduk terinfeksi dengan bakteri yang disebut H.pylori. Bakteri ini memicu seseorang terkena penyakit lambung kronis, dan kanker perut. Namun, menurut penelitian terbaru, teh Darjeeling mampu menghambat pertumbuhan bakteri itu.

2. Teh Oolong
Daun dari jenis teh Cina ini diproses secara fermentasi. Daun dibiarkan layu sebentar, lalu dimemarkan untuk memacu oksidasi. Daun lalu dikeringkan sebelum proses enzimatik selesai.

Manfaat: Menurut penelitian pada 1.500 orang, meminum setengah gelas hingga dua gelas teh Oolong setiap hari dapat mengurangi risiko hipertensi hingga 46 persen. Teh Oolong kaya akan antioksidan yang dapat mengontrol enzim dan meningkatkan tekanan darah.

3. Teh hitam
Teh hitam difermentasi secara penuh. Ini untuk menngeluarkan rasa khas, warna, dan aroma yang lebih berani. Saat diseduh, warnanya mendekati merah.

Manfaat: Empat senyawa antioksidan yang disebut theaflavins ditemukan pada teh hitam. Fungsinya adalah melindungi otak dari beberapa penyakit berbahaya. Peneliti Jerman pernah menemukan kalau senyawa ini berkontribusi pada perawatan penyakit Alzheimer dan Parkinson.

4. Teh Yerba Maté
Berasal dari jenis pohon teh langka yang ada di Amerika Selatan, teh Yerba Maté termasuk kategori teh herbal yang memiliki rasa seperti rumput. Untuk mengurangi rasa pahitnya, biasanya disebuh dengan air hangat dan bukan air mendidih.
Manfaaat: Pada 2011, pernah dilakukan penelitian dengan memasukan senyawa pada teh Yerba Maté, pada cawan berisi sel kanker usus. Hasilnya, sel kanker tersebut rusak dengan sendirinya. Tak ada salahnya mengonsumsi teh ini bagi Anda yang sering mengalami masalah pencernaan.
Bookmark and Share
Bisnis 100% Tanpa Modal

LIKE FOR BLOG